
Adella mengikuti langkah bapak asisten kepala Yayasan. Yg membawa nya ke sebuah rumah yg menurut Adella sangat mewah bagaikan istana.
"Wah.. rumah nya kayak istana ya pak" ucap Adella kagum.
Pak asisten hanya tersenyum melihat tingkah polos Adella..
Adella sudah mendapatkan informasi jika ia akan bekerja dengan Rafael dan Zefa.. Untuk mengasuh putra mereka yg bernama Dion yg berumur 4 tahun. Mereka sengaja menambah satu baby sitter karena sudah memiliki satu bayi lagi bernama Davina berumur 1 tahun.
Pintu berukiran kayu jati itu terbuka, seorang ibu paruh baya keluar dan mempersilahkan mereka masuk.
Adella mencium punggung tangan ibu itu saat bersalaman, karena ia merasa jika ibu itu yg bernama Zefa yg akan jadi majikan nya.
"Saya akan panggilkan nyonya, silahkan duduk" ucap Ibu itu sopan.
Adella duduk d sofa yg sangat empuk, menunggu sang tuan rumah keluar.
"ibu itu bukan bu Zefa pak??? " tanya Adella bingung.
Pak asisten menggeleng dan tertawa lucu.
"Bukan Adella, ibu itu asisten rumah tangga"
"Ooo" jawab Adella seraya mengangguk.
Setelah beberapa menit.
Pasangan yg sangat serasi menurut Adella jalan bergandengan tangan mesra. Yg adella yakini jika mereka lah majikan nya yg sebenarnya.
Adella bangkit dari posisi nya saat pasangan itu mendekat, dan mereka bersalaman.
"Silahkan duduk" Rafael mempersilahkan mereka duduk.
"Terima kasih " Adella dan Asisten kembali duduk.
"Dia yg kami rekomendasi kan untuk menjadi babby sitter anak bapak" Asisten memulai ucapan nya
"Siapa nama mu??? " Rafael melihat Adella yg menunduk takut..
"Nama saya Adella Maharani pak"
"Sebelum nya kamu bekerja dimana??? " Lagi lagi Rafael bertanya.
"Maaf Pak, sebelumnya saya belum pernah bekerja" Adella menjawab gugup.
Rafael mengernyit, sedikit tidak yakin.
"Maaf Adella, sebelum nya apa kamu punya pengalaman mengasuh bayi?? " kali ini Zefa yg bertanya..
Adella mengangguk.
"Saya sudah pengalaman mengasuh bayi buk, soalnya saya tinggal d panti asuhan dan memiliki banyak adik" Jawab nya yakin.
"Dia juga mendapat kan pelajaran mengasuh bayi d yayasan pak" kali ini bapak Asisten bersuara.
Adella yg harus menolong perekonomian panti dengan bekerja setelah tamat SMA. Melakukan semua pekerjaan yg ia bisa, membuat Zefa kembali mengingat masa lalu suram nya sebelum bertemu Rafael..
Zefa melihat Rafael, Ia mengangguk dan tersenyum manis membuat Rafael luluh..
"Baiklah kamu saya Terima" Ucap Rafael lantang.
"Terimakasih banyak pak, buk" Adella menghela nafas lega.
"Baiklah, sekarang istirahat lah dulu. Nanti akan kami panggil untuk membicarakan surat kontrak kerja mu" Ucap Rafael.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Jika ada sesuatu tentang Adella segera beritahu kami" ucap pak Asisten dan segera pamit.
.
.
Kepala pelayan yg membuka pintu tadi bernama Mbok Mirna, ia bertugas mengawasi para pekerja.
Membawa Adella ke sebuah kamar yg terletak d paviliun belakang. Rumah khusus para pelayan dan Asisten rumah tangga.
Ia juga tadi sempat berkenalan dengan semua pekerja yg ada d rumah ini. Ada mbak Ratna yg bertugas mencuci dan menyetrika pakaian. Mbak Ratih yg bertugas membersihkan seluruh rumah. Mbak Santi yg sekarang bertugas mengasuh putri buk Zefa. buk Lili yg bertugas d dapur, petugas tanaman bernama pak Puri, satpam pak Adi dan pak Nono. Juga sopir yg bernama Pak Riko dan Mas Aditya..
Adella juga d beri arahan oleh mereka, apa yg boleh dan tidak boleh ia lakukan. Apalagi ia bertugas mengasuh dan mengawasi anak sulung majikan nya. Karena tuan Rafael sangat over protektif kepada anak dan istri nya.
Mereka semua menerima Adella dengan tangan terbuka, mereka juga memperlakukan Adella dengan baik.
Adella menata pakaian nya yg tak seberapa ke dalam lemari. Ia melihat isi kamar yg menurut nya lumayan mewah.
Adella duduk d atas ranjang , merasakan kasur yg sangat empuk karena saat d panti ia tidak mempunyai kasur seperti ini. Hanya kasur busa sederhana.
Ia merebahkan tubuh nya menunggu perintah dari majikan baru nya yg menurut nya sangat baik. Ia akan bekerja sungguh sungguh agar nanti bisa membahagiakan adik adik panti...
Tak terasa kasur empuk itu membuat Adella tertidur sangat pulas. Ia terbangun saat seseorang mengguncang pelan tubuh nya yg tidur telentang.
Saat Adella membuka mata, ia melihat senyuman dari mbok Mirna.
"Adella, kamu d panggil bu Zefa" ucap mbok Mirna.
Adella bangkit dari posisi baring.
"Maaf mbok, saya ketiduran"
Mbok Mirna lagi lagi tersenyum dan mengangguk.
"Kamu ikuti saya, jangan biarkan bu Zefa menunggu kita"
.
.
.