
Zaki melangkah tegab memasuki perusahaan. Seperti biasa, wajah yg ia tampilkan datar.
Aura d sekeliling nya mendadak dingin. Tak ada satu pun karyawan yg berani menyapa.
Zaki pun tak mempermasalahkan sedikit pun. Bahkan ia lebih baik seperti ini.
Jangan sampai karena hati nya yg sedang gundah mengundang kemarahan nya.
Apa yg menyebabkan hati seorang Zaki Anggara gundah????
Ia pun tak tau, karena mendadak diri nya merasa marah dan tak terima mendengar ucapan Danang..
Baru saja ia duduk d kursi kebesaran nya, sang asisten masuk membawa tumpukan dokumen.
"Semua ini adalah dokumen yg harus anda tanda tangani pak"
Zaki mengangguk...
"Keluar lah, saya akan memeriksa nya terlebih dahulu"
Satu persatu dokumen itu ia baca. Tapi entah kenapa konsentrasi nya mendadak buyar...
Mengingat percakapan dengan para teman nya tadi malam d club.
(Flashback on.)
Saat ini Zaki dan 2 orang teman nya Andre dan Rino tengah meneguk minuman yg sedikit memabukkan..
Mereka rutin bertemu setiap akhir pekan, untuk menghilangkan lelah dan stres akibat bekerja.
Mereka bertiga adalah para pria mapan dengan segudang prestasi. Tapi sayang, d saat umur yg tak lagi muda mereka masih betah menjomblo. Bukan terlalu pemilih, tapi memang karena belum ada yg membuat mereka nyaman.
Dan hanya dengan teman teman nya ini sifat dingin Zaki tak d hargai..
Bahkan mereka meledek jika Zaki membawa gaya bicara dan tatapan nya seperti d perusahaan.
"Kenapa wajah mu itu???" tanya Andre melihat wajah Zaki yg terlihat tak baik baik saja.
Zaki menggeleng
"Aku tak apa" ucap Zaki seraya memijit pelan pelipisnya
"Kau yakin???" Zaki mengangguk dengan wajah datar.
Tapi seketika wajah nya berubah dengan senyum saat mengingat Adella.
"Tapi kenapa aku merasa dia seperti pria yg patah hati??? lihat lah, senyuman nya itu sangat menjijik kan" Ucap Andre kepada Rino.
"Kau jatuh cinta???" tanya Rino.
"Apa kau lagi lagi d jodoh kan ??? Siapa wanita yg mendapat musibah itu???"
Zaki menatap tajam Andre dan Rino yg meledek nya..
"Enak saja musibah, yg ada mereka akan mendapatkan anugrah jika menikah dengan ku" Jawab nya dengan percaya diri, seraya mendongak kan kepala.
Jelas jawaban Zaki membuat mereka tertawa mengejek.
"Jika anugrah kenapa Jihan bisa berpaling dari mu???"
Setiap dengan mereka, pembahasan mereka pasti akan merembet ke masa lalu Zaki.
Zaki tak tersinggung sama sekali, karena memang itu lah faktanya.
"Dia pasti menyesal" ucap Zaki santai seraya meneguk kembali minuman nya.
"Kau terlalu percaya diri bung, bahkan Jihan terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya"
"hah" Zaki menghela nafas berat.
Memang kenyataannya seperti itu. Jihan telah bahagia dengan keluarga kecil nya. Tapi tak sedikit pun Zaki mengingat Jihan karena yg ada dalam pikiran nya saat ini adalah Baby sitter Dion..
"Sudah lama perasaan itu hilang, tapi sekarang perasaan itu seperti tumbuh kembali"
"Maksud mu??? kau masih mencintainya ??? Ayolah.. jangan bilang kau akan menjadi pebinor"
"Bukan dia"
"Lalu???? kau jatuh cinta lagi??? Siapa dia???"
"Baby sitter Di...." Zaki segera mengatupkan mulutnya saat ia merasa sudah keceplosan.
Dan akhirnya dengan keterpaksaan Zaki bercerita tentang perasaan ny saat bertemu dan bertatapan dengan Adella.
"Sepertinya kau memang sudah jatuh cinta lagi" ucap Andre dengan metode serius.
"Tapi....."
"Cobalah untuk membuka hati mu kembali"
"Aku takut memulai"
"Dan kau akan menyesal jika tidak memulai nya"
(Flashback off)