
Saat ini tiga sahabat jomblo tengah duduk berhadapan dengan keluarga besar Zaki. Dimana ada Defan, Fatma ,Zefa dan Rafael.
Gugup ..
Itu yang d rasakan Zaki saat ini, entah kenapa ia merasa takut jika keluarga nya tak memberikan restu kepada Zaki.
"Jadi siapa d antara kalian yg ingin bicara, kita sudah duduk diam selama 15 menit" Bariton Defan memecah kesunyian.
Mereka bertiga saling berhadapan. Entah kenapa nyali mereka ciut mendengar suara Defan yg dingin..
"Hmmm, begini om..." Suara Andre terputus saat Zaki menepuk pelan paha nya. Pertanda bahwa biar dia saja yg berbicara..
"Ada apa dengan kalian??? jangan katakan jika kalian sudah melakukan kesalahan yg tidak bisa d maafkan" Defan kembali bersuara sedikit membentak melihat kemesraan Andre dan Zaki.
Bagaimana tidak, saat ini Zaki dan Andre saling menautkan tangan seperti pasangan kekasih yg saling menguatkan.
Zaki tersadar jika kelakuan nya membuat semua orang salah faham. Segera ia melepaskan tautan tangan mereka dan menggosok telapak tangan nya dengan tatapan jijik.
"Ini tidak seperti yg papa bayangkan"
"Lalu??? Apa yg ingin kalian bertiga bicarakan??? sampai memanggil kita semua untuk berkumpul"
"Begini pa,, aku ingin meminta restu papa dan mama. Aku ingin mfylenikah"
Tentu saja kalimat Zaki tambah membuat kesalah pahaman menjadi.
Defan melirik Andre dan Zaki secara bergantian. Juga lihatlah, wajah nya memerah menahan marah.
"Pa ." Zaki memanggil ketika Defan bangkit dari posisi duduk.
"Saya sudah paham maksud mu Zaki Anggara. Jika itu terjadi, maka kau bukan bagian dari keluarga ini lagi"
"Astaga .." Rino menepuk pelan kepala nya. Kenapa para CEO muda ini mendadak terlihat b*doh???
"Maaf om,,, tapi Zaki bukan dengan Andre. Tapi dengan Adella"
"Adella??? Apa dia Adella yg mama kenal Zaki???" Kali ini Fatma bersuara.
"Adella pengasuh Dion???" tanya Defan.
Zaki kembali mengangguk.
"Tidak" jawaban tegas Defan membuat Zaki menurunkan kedua bahu nya lesu.. Ia tau ini akan terjadi..
"Kenapa pa??? ada yg salah jika kak Zaki menikah dengan Adella???" kali ini Zefa bersuara.
"mereka tidak sepadan"
"Apa maksud om karena status sosial??? jika ia, maka om salah. Karena Adella adalah juga memiliki status sosial yg sama, bahkan ia melebihi om" Rino mengejek.
"Apa maksud mu Rino???"
"Apa om masih mengingat Wijaya group??? Adella adalah anak dari bapak Wijaya"
"Maksud mu Wijaya yg sudah lama meninggal itu???" Defan kembali duduk. penasaran dengan apa yg akan d sampaikan Rino.
"Ternyata kedua anak Wijaya masih hidup om, dan sekarang mereka sedang mendapat masalah"
Rino menceritakan semua hal yg d alami Adella dan Azka. cerita yg ia dapatkan dari Azka. Cerita dari awal hingga sampai cerita Adella yg akan d nikah kan..
Defan terdiam. Dia masih ingat dengan pertemanan nya dengan Wijaya tempo dulu. Bahkan Wijaya juga menitipkan kedua anak nya kepada Defan dan berjanji akan menjaga dengan baik.
Tapi hingga bertahun tahun mencari, Defan kehilangan jejak mereka. Dan Defan beranggapan jika mereka sudah menyusul kedua orang tua nya.
Semesta berpihak pada nya, karena anak yg harus dia lindungi itu ada d dekat nya selama ini. Tak ada kata tidak untuk memberikan restu..
Tapi...
"Jawaban papa tetap tidak"
Semua melirik ke arah Defan secara bersamaan.