
FLASHBACK ON
Azka menatap kagum bangunan tinggi yg menjulang d depan matanya. Sudah 2 hari ia luntang Lantung d jalanan demi mendapatkan alamat bangunan ini.
Sejenak ia merasa takut untuk masuk, tapi ia harus masuk karena ini menyangkut masa Adella..
Dan semoga orang yg sedang d cari nya ini bisa membuka titik terang tentang masa lalu nya dan Adella.
Berbekal sebuah alamat dan satu liontin yg d berikan Mila membawa nya sampai ke gedung ini.
"Apa kita akan bengong d sini ka???" Suara Rifki membuyarkan lamunan Azka.
Rifki d bawa Azka ke kota untuk menemani nya.. Bukan karena Azka takut pergi sendirian, tapi ia takut jika nanti akan terjadi apa apa.
Ponsel sudah Azka jual untuk ongkos kesini. Jadi kemana nanti keluarga nya akan menghubungi jika terjadi sesuatu yg tak d inginkan..
Rifki menarik pelan tangan Azka mengajak nya masuk.
Mereka d hadang oleh satpam yg berdiri d depan pintu..
"Maaf, ada yg bisa saya bantu dek???" tanya satpam ramah.
"Iya pak, saya dan teman saya ingin bertemu dengan pak Rino Adrian" jawab Rifki tak kalah ramah.
"Apa kalian sudah ada janji???"
"Belum pak, tapi kami membutuhkan sebuah informasi"
Dahi satpam tersebut berkerut bingung, tapi ia melangkah menuju resepsionis. Tampak salah satu wanita yg berdiri d meja resepsionis itu menelfon seseorang. Hingga Azka dan Rifki di minta untuk mendekat.
" Maaf nama nya siapa dek???" tanya wanita itu.
" Azka Saputra mbak"
Wanita itu kembali berbicara dengan orang yg ada d telfon.
"Apa kamu anak dari bapak Wijaya???"
Azka mengangguk.
"Pak Rino meminta kalian ke ruangan beliau. Pak tolong antar mereka ya" ucap wanita tadi dan di balas anggukan kepala oleh satpam tadi..
Mereka jalan beriringan hingga sampai d depan ruangan direktur utama.
Pak satpam membuka pintu saat sudah d izinkan masuk.
"Selamat siang pak" sapa Azka gugup.
"Selamat siang, silahkan duduk"
Azka dan Rifki duduk berhadapan dengan seorang pria dengan papan nama "RINO ADRIAN ".
Berarti dialah pria yg Azka cari.
Di dalam ruangan juga ada 2 pria yg duduk d sofa, mereka mengabaikan Azka Rifki dan lebih memilih menatap layar ponsel.
"Maaf sebelumnya pak, saya d suruh ibu untuk mencari bapak dan menyuruh saya memberi ini" ucap Azka memulai percakapan dan memberi kan liontin yg d berikan Mila.
Rino menerima liontin tersebut.
"Saya sudah mencari kamu dan kakak kamu selama bertahun-tahun."
"Saya tinggal d sebuah kampung yg jauh dari kota ini pak" Jawab Azka.
"Jangan panggil saya bapak, panggil mas saja" Ucap Rino yg merasa enggan d panggil bapak. Dia masih jomblo masa d panggil bapak..
Azka mengangguk.
"Jadi kamu tinggal dengan siapa???"
Dan mulai lah Azka bercerita tentang kisah hidup nya dan Adella yg ia tau dari ibu Mila. Azka juga bercerita tentang Adella yg akan menikah dengan Widodo. Azka meminta tolong kepada Rino yg katanya bisa memecahkan masalah keluarga nya..
"Saya ikut prihatin mendengar semua cerita mu. Saya d utus oleh orang tua kandung mu untuk menjadi pengacara kalian"
Rino menghela nafas berat.
"Kamu dan Adella memiliki harta yg tak sedikit, jadi kalian seharusnya bisa hidup berkecukupan"
Sementara itu salah satu pria yg duduk d sofa menajamkan pendengarannya ketika nama yg selama 6 bulan ini tak ia temui d sebut sebut...