
Malam hari...
Zaki pulang dari sebuah club malam setelah menghabiskan waktu bersama teman teman nya.
Ia berencana untuk segera tidur, besok akan memulai d pekerjaan yg sudah menggunung karena tadi ia me libur kan diri mengantarkan Zefa dan Rafael ke bandara.
Saat melewati kamar Dion, Zaki melirik pintu kamar Dion yg sedikit terbuka dan lampu masih menyala.
Zaki membuka kamar itu perlahan, ia berjalan menuju ranjang dan melihat Adella tertidur dengan posisi duduk bersandar d kepala ranjang kamar Dion. Di paha nya bertengger satu buku cerita anak anak.
Terlihat Dion memeluk kaki Adella, seketika rasa bersalah pun muncul karena tadi siang Zaki membentak Adella. Ia merutuki diri nya karena terlalu kasar.
Zaki mengambil selimut dan menyelimuti kaki Adella, perlahan lahan ia mengambil buku itu dan meletakkan nya d atas nakas.
Entah angin apa membawa kepala Zaki mendekati Adella, ia mencium kening Adella dan berbisik "Maafkan aku"
Adella menggeliat membuat Zaki tersadar dengan tindakan nya, segera ia melangkahkan kaki keluar dari kamar Dion menuju kamar nya sendiri..
"Astaga apa yg aku lakukan??? " rutuk nya setelah sampai d kamar..
"Tenang Zaki, kamu tidak sengaja melakukan nya. Anggap saja kamu khilaf" ucap nya sendiri menenangkan pikiran nya yg kacau..
Mana mungkin ia menyukai seorang baby sitter yg umur nya sangat jauh dari umurnya yg terpaut 15 tahun. Lagipula Adella bukan lah tipe wanita yg ia idamkan.
.
.
Pagi hari Adella tengah membawa Dion berjalan jalan menggunakan stroller d sekitar perumahan.
Zaki sudah siap dengan setelan kantor nya duduk d meja makan, melirik kanan kiri seolah mencari seseorang.
"Kamu cari apa sih???" tanya Fatma.
"Hmm, Dion mana ma??? gak sarapan bareng kita??? "
"Dion udah sarapan tadi, sekarang lagi d bawa Adella jalan jalan keliling komplek"
Zaki mengangguk menanggapi jawaban Fatma.
Sebenarnya bukan Dion yg ia cari, tapi wanita yg telah membuat nya tidak bisa tidur semalaman hingga berakhir telat bangun pagi ini.
Wajah Adella menari nari di pikiran nya, tapi Zaki berkata dalam hati jika itu hanya karena perasaan bersalah nya terhadap Adella..
Dari arah gerbang Adella masuk mendorong stroller Dion. Tampak kebahagiaan dari raut wajah nya, senyum menghiasi bibir mungil nya.
Zaki tersenyum tipis melihat Adella, ia sengaja belum berangkat agar nanti bisa menyapa Dion..
Tapi setelah menunggu sekian lama, Adella tidak juga menghampiri mobil nya. Zaki keluar dan melihat sekeliling ternyata Adella tengah bercengkrama dengan satpam.
Tampak tak ada kecanggungan, bahkan seperti nya mereka sudah sangat akrab. Membuat Zaki sedikit marah. Tapi Zaki tak tau apa penyebabnya. Ia segera menghampiri, dan melihat Dion tidur dengan tenang dalam stroller nya..
"Rafael menggaji mu bukan untuk bergosip"
Adella menoleh, dia menunduk saat melihat Zaki.
"Maaf tuan"
"Tuan, saya yg memanggil adella tadi. Karena ada sesuatu yg ingin saya tanyakan" Satpam bersuara agar Adella tidak d salahkan.
"Saya bukan bertanya padamu" Zaki melirik tajam satpam membuat nya juga menunduk takut.
"Cepat bawa Dion ke dalam, kau tak lihat dia kepanasan tidur d sini"
Adella hanya diam tak menjawab, ia pergi membawa Dion seraya menunduk kan kepala. Setetes air mata mengalir d sudut mata nya.
"Saya tidak suka jika pegawai saya terlibat cinta lokasi, itu akan menghambat kinerja kalian"
"Maafkan kami tuan, tapi saya tidak pacaran dengan Adella"
Mendengar ucapan satpam yg bernama Danang itu Zaki merasa lega.
"Tapi saya baru mau mendekati nya tuan, jika tidak d izinkan cinta lokasi. Saya akan menyuruh nya d rumah saja, mengurus rumah dan anak anak" Sambungan kata Danang membuat Zaki mendadak murka.
Zaki buru buru meninggalkan Danang dan segera berlalu pergi menuju perusahaan.
"Hah.. ada apa dengan ku???" ucap Zaki frustasi seraya memukul setir berkali kali..
.
.
.
.