Hong Zelia

Hong Zelia
Perlawanan Jia Hao



Pembunuh bayaran yang diperintah oleh Chu Hua sudah memasuki hutan mati.


" Mari kita cari mereka sampai bertemu" kata bos.


Mereka terus menelusuri hutan sampai prajurit melihat mereka


" Aku tak sangka untuk membunuh mereka nyonya itu rela membayar kita dengan jumlah besar" kata salah satu dari mereka.


" Sudah jangan banyak tingkah ayo zcepat cari mereka dan habisi " kata atasannya.


Mereka terus mencari Raja dan Ratu sampai dalam hutan.


" Wanita siapa yang mereka maksud sebaiknya urus mereka dulu jangan sampai menemukan goa.


Tiba saja ada kabut yang datang hingga membuat mata perih.


" Sial siapa yang berani menghalangi jalan kami" kata atasan.


" Bos jangan ada binatang buas" kata anak buahnya.


" Kau jangan asal bicara dalam hutan ini hanya ada spirit beast rendah dan menengah" kata atasannya.


Ketika kabut menghilang mereka melihat seorang dengan menutup wajahnya dengan kain hitam.


" Lihat ternyata ada orang bermain dengan kita" kata atasan.


Para anak buah pembunuh bayaran tertawa melihat Jia Hao sendirian.


" sebaiknya kalian pergi dari sini" kata Jia Hao tidak menanggapi mereka.


: Siapakau beraninya melarang kami, serang" kata atasan.


Jia Hao tak ingin membuang waktu ia segera melakukan penyerangan.


Tabib dan prajurit sudah sampai di goa. " Tabib segera lakukan tugasmu aku akan menemui tuan Shaiming.


" Baiklah" kata tabib, meminta bantuan salah satu pelayan untuk membantunya.


Shaiming dan komandan liang yang membicarakan sesuatu mereka membicarakan lokasi yang akan mereka tempati.


" Kita harus membawa Raja dan Ratu juga lainnya ke tempat yang tak mengenal mereka, sebaiknya kita mencari beberapa pakaian sederhana untuk mereka agar tak dikenali" kata Komandan Liang Yang.


" Kau benar tapi tunggu dulu kalau nggak salah" kata Komandan Liang Yang.


Perkataannya terpotong dengan prajurit mendekat dengan kelelahan.


Shaiming dan komandan Liang Yang heran melihatnya.


" Tuan Jia Hao, komandan Liang yang ketika kami mengambil bahan obat tak sengaja melihat 10 orang pembunuh bayaran dan tuan Jia Hao melawan mereka " kata prajurit.


" Apa baiklah bawa beberapa prajurit yang dapat bertarung membantu Jia Hao" kata Shaiming.


" Tuan Shaiming izinkan saya ikut" kata komandan Liang Yang.


" Tapi komandan kesehatanmu" kata Shaiming.


" Saya sudah sembuh tuan jika saya tak ikut rasanya pangkat komandan tak layak untuk kita" kata komandan Liang yang. Akhirnya Shaiming mengizinkan mereka mereka membawa 15 prajurit sedangkan sisanya menjaga goa.


Prajurit melarikan bersama Raja dan Ratu berjumlah 50 orang cukup kecil bagi ribuan prajurit yang ada di istana.


Dalam goa


Raja bermain bersama putra dan putrinya sedangkan Ratu mulai mengeluarkan barang yang ia simpan dalam cicin ruang.


" Ratu aku tak menyangka membawa semuanya" kata Raja.


" Malam itu entah kenapa perasaanku tak nyaman makanya aku minta Meya memasukan semua ke dalam peti dan aku tak menyangka itu tepat" kata Ratu.


" Ayahanda kita akan tinggal disini ?" Pangeran Hong Lie.


" Memangnya Hong Lie lebih suka di istana? " Raja.


Pangeran Hong Lie menggelengkan kepalanya. " Hong Lie suka disini banyak hewan kecil" kata pangeran Hong Lie, Prajurit berhasil menangkap kelinci.


Hong Zelia memegang tangan Raja sambil tersenyum.


" Sepertinya putri Hong Zelia juga memulainya " Seru Raja. Zelia seorang dokter sudah biasa tidur di rumah sakit bahkan ia sering melakukan pengobatan gratis di desa.


Saat mereka bicara datang tabib membawa obat tapi wajahnya khawatir.