
Tuan Xi juga memikirkan oleh mereka dia pernah mendengar dari ayahanda soal kakek buyutnya yang juga lahir sama seperti putrinya lahir, dia berharap putrinya dapat menanggung beban yang akan ia tanggung.
" Ayah akan selalu melindungimu putriku" kata tuan Xi. Melihat putrinya bermain dengan istri dan putrinya.
Zelia menyadari tatapan dari ayahnya ia pun tersenyum, taklama Meya datang membawa rebusan ubi, setelahnya mereka istirahat Raja menggunakan elemen apinya agar terang.
Bagian terdalam hutan Lay
Terlihat Rusa tertakutan akan sesuatu saat mata Zelia menatapnya seperti tatapan seorang dewi.
" Sekarang kau tahu siapa anak kecil itu? " Burung. Burung tersebut adalah burung yang pertama kali melihat kedatangan Zelia.
" Memangnya siapa anak kecil itu Elang merah? " Rusa. Elang merah adalah binatang Spirit beast tingkat surgawi. Dia sudah ribuan tahun ada di hutan Lay seakan menunggu seorang.
"Dia adalah titisan Dewi Agung yang ribuan tahun di tunggu oleh dewa dewi " penjelasan Elang merah membuat Rusa takut tapi juga lega karena ia pergi waktu itu.
" Apakah mereka tahu? " Rusa, membicarakan dewa dewi.
" Tidak belum saatnya mereka tahu jika mereka sampai tahu kaum iblis pasti mengetahuinya" Elang merah. Rusa menanggukan kepalanya Zelia masih terlalu kecil untuk mengetahui jati dirinya.
Elang Merah.
Rusa.
Pemukiman
Keesokan harinya Tuan Xi, Jia Hao dan Shaiming melihat sekitarnya ternyata tanah kosong di bukit Sea ini sangat luas.
" Gimana pembangunan rumah? " tuan Xi, mereka sudah tiba lokasi pembangunan.
" Sepertinya kita harus mencari tukang tuan, karena mereka hanya prajurit" kata Shaiming.
" Tuan, kita menanaman beberapa sayuran dan obat-obatan agar memudahkan kita. Kita jangan terlalu sering keluar dari bukit ini agar tak ada yang mengenali kita" ucap kasim.
Tuan Xi segera mencari lokasi yang cocok untuk bertani tapi tak bertemu entah kenapa tanah yang mereka kira cocok pasti gersang, terpaksa mereka menanam beberapa tanaman yang cocok untuk tanah gersang seperti ubi, kacang.
Sedangkan Shaiming dan prajurit sudah menemukan tukang sebanyak 10 orang, sebelumnya mereka tak percaya dengan penjelasan Shaiming yang awalnya ingin tinggal di bukit Sea.
Mereka pernah mendengar kalau orang yang pergi ke bukit Sea takkan pernah kembali tapi melihat banyaknya orang bahkan beberapa tenda baru mereka percaya.
" tuan yakin tinggal disini?" Arsitektur, pada Komandan Liang Yang. Komandan Liang Yang ditugaskan untuk menemani para pekerja.
" Tuan saya sudah memastikan dan harap kalian segera bekerja" kata komandan Liang Yang.menatap dengan tajam.
Tak ingin merasakan tatapan tajam milik Liang Yang mereka mulai bekerja, pembangunan dilakukan di tanah yang ditunjuk oleh Zelia.
Sebelumnya Zelia terus menunjuk ke arah tanah ketika mereka baru datang dan tuan Xi hanya senyum.
" Kepala pelayan siapkan minuman dan makanan, Meya dimana putraku? " Nyonya Nier. Pelayan mulai membuat makanan dan minuman untuk para tukang.
" Tuan muda berlatih bersama tuan Shaiming, nyonya " kata Meya, menggendong Zelia Nyonya Nier menanggukan kepalanya.
" Jia Hao minta prajurit membantu " kata tuan Xi.
" Baik tuan" seru Jia Hao, bersama sepuluh prajurit menerbangkan pohon
Para pekerja semakin terkejut karena keberanian orang ini menerbangkan pohon tapi ia tak berani bersuara.
Lokasi latihan.
Ketika mereka mencari bahan makanan Shaiming tak sengaja menemukan lokasi yang cocok untuk latihan.
" Paman aku tak sabar lagi latihan" kata Lier, semangat.
Shaiming tersenyum melihat semangat Lier mereka latihan pedang bersama.