Hong Zelia

Hong Zelia
pembangunan rumah



Zelia membuka matanya melihat sekitarnya tanpa sengaja ia melihat pepohon entah kenapa ada sesuatu yang memanggilnya. Zelia mengulurkan tangannya ke arah sana.


" Tuan tendanya sudah siap " prajurit, yang bertugas membuat tenda.


" Ayo kita masuk dan kalian istirahatlah di dalam aku akan mencari sumber air juga memantau sekitarnya" kata tuan Xi.


Nyonya Nier mengiyakan bersama tuan muda Lier, Zelia dan Meya tapi mata Zelia tak putus dari arah pohon sampai mereka masuk tenda.


Tenda yang mereka gunakan yang biasanya raja pakai saat berperang.


Dari atas pohon tetlihat tatapan mata merah sejak awal dia ada disana ketika Zelia dan lainnya tiba di bukit Sea.


" Aku tak menyangka bayi itu bisa merasakan kehadiranku sudah banyak orang datang kesini dan selalu ketakutan merasakan auraku tapi saat aku menutup auraku bayi itu merasakannya, baiklah kau akan ku jadikan tuanku karena hanya dirimu bisa aku bersedia"kata burung atas pohon.


Dia memerintahan pada semua hewan tidak menanggu mereka.


Dalam tenda.


" Meya" panggil Nyonya Xi. Meya merapikan hanfu di dalam peti segera menghampirinya


" Ya nyonya" kata Meya.


" Tanyakan pada prajurit apakah mereka sudah menemukan air putra dab putriku kegerahan" kata Nyonya Xi, melihat putra dan putrinya tak nyaman dengan pakaiannya.


" Baik nyonya saya akan tanyakan" kata Meya, lari menemui prajurit.


Di tempat tak dari sana


Terlihat tuan Xi dan lainnya bicara sesuatu. " Bagaimana caranya kita membangun rumah? " Tuan Xi.


" Kami sudah memeriksa pohon disini dan ternyata bisa digunakan untuk membangun" kata komandan Liang Yang.


" Sebaiknya segera laksanakan agar pembangunan ini tak membutihkan waktu lama" kata tuan Xi.


" Apa yang dibicarakan istriku" tuan Xi.


" Maaf tuan, nyonya ingin menangatakan apakah ada air untuk tuan dan nona kecil mandi" Meya menyampaikan kata yang dikatakan nyonya Nier.


Mendengar kata Meya tuan Xi menjadi resah sejak meninggalkan desa waktu itu dan setelah itu mereka hanya berhenti untuk istirahat.


" Tuan sekitar sini ada sungai kami akan membawanya ke tempat nyonya Xi" kata Shaiming. Tuan Xi menanggukan kepalanya setelah meninggalkan negara Chan awalnya ia takut tapi sekarang seakan dimudahkan.


Para prajurit membawa air secara bergantian dimasukan ke dalam bak besar dibuat oleh prajurit, kemudian prajurit pamit tempat mandi letaknya di belakang tenda hanya ditutup dengan jerami.


" Ibunda Lier suka disini kita akan tinggal disini" kata Lier.


" Ya sayang sekarang kita akan tinggal disini, Lier jangan lupa untuk latihan" kata Nyonya Nier.


" Ya bunda Lier akan menjadi orang kuat dan melindungi adik'kata Lier, Zelia mendengarnya ada rasa hangat di hatinya sudah lama ia tak merasakan kasih sayang seorang waktu di jaman modern hanya orangtuanya yang menyayanginya tapi mereka meninggal ketika ia masuk universitas kedokteran.


" Nah putra dan putri bunda sudah wangi, Meya bawa mereka ke dalam aku akan membersihkan diri " kata Nier.


" Baik Nyonya" Meya, menggendong Zelia yang sudah bersih dan Lier jalan disampingnya sedangkan Nier membersihkan diri.


Para prajurit mulai menerbangkan pohon yang kuat dan kokoh, melihat anak buahnya sibuk membuat tuan Xi membantu.


" Tuan Xi, anda mau kemana? " Kasim mengikutinya dari belakang.


" Aku ingin membantu mereka" kata tuan Xi.


" Tapi tuan" ucapan kasim terpotong oleh tuan Xi.


" Kasim, sekarang kita tak di istana jangan bersikap formal sewaharnya saja" kata Tuan Xi


" Maaf tuan X" kasim, ia tak sangka raja yang biasanya dilayani dan melakukan perintah.