
" Paman" Lier, melihat sesuatu yang bergerak di depannya.
" Tuan muda " kata Jia Hao menyembunyikan Lier di belakang tubuhnya.
" Jia Hao ada apa? " tuan Xi.
" Tunggu tuan muda" melihat pergerakan semakin dekat di rumput.
Jia Hao mendekat semua orang waspada melindungi tuan dan anaknya.
" Kelinci" teriak Jia Hao, tapi akibatnya kelinci tersebut lari Jia Hao tak ingin kehilangannya dia lari mengejarnya masuk ke hutan.
Semua orang lengah Lier penasaran ia lari masuk ke dalam.
" Putraku" tuan Xi, masuk mengejar anaknya.
" Kalian jaga disini biar kami yang mengejar tuan" kata Komandan, menunjuk dua prajurit menjaga bahan makanan dan sisanya mengejar mereka.
Jia Hao berhasil menangkap dua ekor kelinci yang cukup besar kelinci adalah binatang Beast kecil dapat dipergunakan untuk konsumsi tubuh.
Kemudian Jia Hao pergi menemui tuannya tapi ketika sampai ia terkejut hanya ada dua prajurit dan dimana lainnya.
" Kalian dimana lainnya" tekan Jia Hao, marah karena mereka tak bisa menjaga mereka. seorang prajurit menceritakan semuanya.
" Tuan jangan pergi kami tak tahu arah mana perginya komandan dan lainnya sedang mencari jika anda pergi " kata prajurit dipotong.
" Kalian benar kita tak tahu gimana keadaan dalam sana, kalian bersihkan kelinci ini " kata Jia Hao, tanpa sengaja dia melihat sungai kecil. seorang prajurit membawanya dan membersihkanya.
Sedangkan di tempat lainnya Komandan dan tiga prajurit lainnya kehilagan jejak Lier dan lainnya.
"Sial kemana perginya tuan dan lainnya" kata komandan, hari muai gelap.
Di tempat Lier, Zelia dan tuan Xi, mereka tak menyadari sudah terpisah dengan lainnya saat ini di depan mereka ada binatang beast tingkat Tinggi hewan tersebut Rusa yang bertubuh tinggi dan rohnya sangat berguna untuk para kultivator.
" Aku bisa saja melawanya tapi bagaimana dengan anak-anakku" guman tuan Xi, mencemaskan kedua anaknya.
Rusa tersebut menatap tajam ke arah mereka. " Lier jaga adikmu ayah akan melawanya" kata tuan Xi, membawa putranya ke pohon dan meletakan putrinya di samping sebelum itu ia alas dengan kain.
" Aku harus melakukannya dengan cepat"guman tuan Xi, mengkhawatirkan kedua anaknya.
Rusa yang marah besar segera menyerang tuan Xi secara brutal. " Hewan ini tak bisa dianggap remeh" kata tuan Xi, mengeluarkan elemen api yang dimilikinya dan rusa menggunakan tanduknya untuk menahannya.
Di tempat lain
Komandan Liang Yang dan prajurit terus mencari keberadaan tuan Xi dan kedua anaknya.
" Komandan sepertinya ada suara pertarungan" kata prajurit.
" Ayo kita kesana " Komandan Liang Yang merasa khawatir jika itu tuan Xi melawan hewan beast tingkat tinggi.
Brug
Rusa berhasil melukai tuan Xi dengan tanduknya.
Uhuk uhuk, tuan Xi batuk berdarah. " Ayah" Lier segera mendekatinya.
" Nak jangan kesini jaga adikmu" kata tuan Xi. Tetapi Lier tak mau mendengarnya tinggalah Zelia disana sendiri.
Rusa tanpa sengaja melihat Zelia menatapnya dengan marah entah kenapa itu membuat Rusa ketakutan hingga ia lari. Tuan Xi melihatnya heran tapi ada juga lega putrinya baik saja.
" Lier ayo kita ke tempat adikmu" kata tuan Xi, wajahnya pucat tangan kecil Lier memegang tangan ayahnya dan mereka duduk di bawah pohon.
Tangan mungil Zelia ingin meraih ayahnya. " Adik sama gege saja ayah sakit " kata Lier, sedih duduk disamping adiknya.
" Kalian tak perlu cemas ayah baik saja, uhuk uhuk" tuan Xi terus batuk dan pingsan.
" Ayah"
" Oek oek, oek"
" Tuan"