
Shaiming, kepala pelayan dan lima pelayan lainnya sudah sampai di pasar.
" Tuan kita sudah sampai apakah tak ada yang mengenali kita? " salah satu pelayan.
" Kita takkan ada yang mengenali kita" kata kepala pelayan. Semua mata tertuju padanya.
" Sebelum tidur aku dan Meya membuat bubuk hitam dari arang aku tak tahu ini akan berguna " kata kepala pelayan.
" Meya dan kepala pelayan memang pintar dengan ini tak ada yang mengenal kita" seru salah satu pelayan, mereka segera mengusap wajah dengan bubuk hitam.
" Tuan tak mau mencobanya? " Kepala pelayan. Shaiming menggelengkan kepalanya menunjukan kain hitam di tangannya.
Para pelayan mulai mencari yang di butuhkan sedangkan Shaiming mencari kereta beserta kudanya.
" Kepala pelayan itu ada toko pakaian dan sebelahnya toko obat" kata salah satu pelayan.
" Begini kalian berlima pergi ke toko obat beruntung saya diberi tabib catatan dan kami ke toko sebelahnya setelah ini kita ke toko makanan" kata kepala pelayan.
Toko obat.
Kelima pelayan sudah sampai di toko obat. " Maaf nona semuanya ingin membeli bahan obat atau lainnya" kata penjaga toko yang sepertinya masih muda.
Sedangkan kepala dan lainnya sudah mendapatkan setumpuk hanfu yang sederhana penjaga toko sangat bahagia.
" Tunggu seperti ini lucu untuk tuan putri" bisiknya.
Mereka pergi toko lainnya beruntung tak ada yang mengenali mereka.
Tiba-tiba para prajurit lewat membuat mereka ketakutan.
" Gimana nih?" pelayan yang masih muda.
" Mundur kalian harus tenang dan jangan menunjukan rasa takut" kata kepala pelayan. Mereka mundur beberapa langka banyak orang berkerumum hingga mereka tak terlihat.
" Jika kalian melihat Raja dan Ratu segera melapor ke istana" kata pemimpin prajurit.
" Memangnya apa kesalahan mereka? " salah satu orangtua.
" Kalian tak diizinkan bertanya sekali lagi aku perjelas jika ada yang melihat atau menemukan keberadaan mereka segera melapor" kata prajurit.
Melihat mereka pergi membuat kepala pelayan dan lainnya merasa lega tapi juga ketakutan.
Shaiming mencari kereta cukup besar dan beserta kuda.
" Semoga ini ada" kata Shaiming, masuk ke sebuah toko.
" Tuan, apakah ada yang tuan inginkan? " pelayan anak laki-laki berusia 15 tahun.
" Saya mencari kereta yang cukup besar kalau bisa bersama kudanya" kata Shaiming.
" Beruntung tuan datang kemari sebab kereta dan kuda anda maksud baru saja tiba dari ibu kota" pelayan. menunjukan kereta dan kuda pada Shaiming.
Shaiming memperhatikannya takutnya tak sesuai dengan keinginannya.
" Ada berapa kuda tersedia disini?" Shaiming. Takutnya mereka memerlukan kuda nanti.
" Sebaiknya saya akan memanggil pemilik toko tuan bisa bertanya" pada pelayan, berlari memanggil bosnya.
Tidak membutuhkan waktu lama pelayan tersebut datang bersama pria yang sudah terlihat tua.
" Kata bawahan saya tuan ingin melihat kuda" kata pemilik toko.
" Ya tuan saya menginginkan kereta beserta kuda dan saya juga ingin beberapa kuda jika ada" kata Shaiming.
" Mari tuan " kata pemilik. Mereka pergi ke bagian samping toko disana ada lima kuda disana.
" Apakah hanya ini yang kalian miliki? " Shaiming.
" Ya tuan hanya ini yang tersedia " kata pemilik. Shaiming memperhatikan kuda ternyata mereka cukup kuat.
" Saya ambil semuanya bersama kereta berapa yang harus saya bayar" kata Shaiming.
" Tuan harus membayar 15 koin emas beserta kereta" kata pemilik. Shaiming segera mengeluarkan 1 kantong dari kantong dalam pakaianya.
" Dimana kami harus mengantarkannya" kata pemilik.
" Kalian bisa mengantarkannya di pintu masuk pasar akan ada teman saya menunggu" kata Shaiming.
" Baik tuan" seru pemilik. Shaiming membawa kereta dan kudanya menemui kepala pelayan.