Hong Zelia

Hong Zelia
5 tahun kemudian



Para pekerja membangun rumah tak terasa sampai 12 bulan lamanya banyak masyarakat yang mengetahui kalau Bukit Sea sudah ada yang menempati, banyak juga tak percaya kalau Bukit itu sudah ada menempati tapi mendengar cerita dari para pekerja mereka mulai percaya.


Penduduk desa kadang-kadang mereka mendatangi tuan Xi dan keluarganya untuk saling berkenalan.


Tuan Xi dan keluarga kecilnya sudah menempati rumah baru mereka dengan lima kamar. dapur, ruang tamu dan fasilitas lainnya. Para pelayan dan prajurit juga memiliki rumah masing-masing.


" Tuan saya mengucapkan terima kasih atas pekerjaannya untuk menyelesaikan pembangun rumah kami, ini ada beberapa untuk kalian" tuan Xi, meminta prajurit membagi masing - masing pekerja mendapat 3 koin emas.


Para pekerja sangat bahagia karena upah mereka sangat tinggi tidak seperti biasanya.


" Saya mewakili mereka juga mengucapkan terima kasih tuan" kata arsitektur mewakili pekerja lainnya. Kemudian mereka pamit.


" Dan kalian silahkan menempati rumah yang akan kalian tempati, Kasim mari" kata tuan Xi, Kasim memang tinggal bersama tuan Xi termasuk Meya.


Rumah tuan Xi yang paling besar dan Luas seperti Villa dan para prajurit kembali menyusun tenda dan menyimpannya.


" Ayah, ibunda. Lier akan memiliki kamar sendiri? " Lier, tak sabar untuk melihat kamarnya.


" Ya sayang Meya tolong" kata Nyonya Nier.


" Baik Nyonya, silahkan tuan muda" kata Meya, mengantar Lier ke kamarnya. Tuan Xi mengajak kasim ke ruang kerjanya sedangkan nyonya dan Zelia ke kamarnya.


" Kasim? " Tuan Xi.


" Ya tuan" kata kasim.


" Kamu sudah mendapat kabar dari istana? " .Kasim tahu majikannya mengkhawatirkan penduduk di sana.


" Tuan untuk apa anda khawatir dan saya dengar kalau pangeran Hong Zima sudah menjadi Raja" kata kasim, sempat mendengar ketika ia bersama prajurit pergi ke desa sebelah tuan Xi memenjamkan matanya benar untuk apa ia khawatirkan sekarang inilah dunianya.


Beberapa bulan lalu tepatnya kerajaan Hong terjadi perayaan meriah sampai raja kerajaan seberang di undang. Pangeran Hong Zima akan menjadi raja, Chu Hua menjadi Ratu dan putra mereka Hong Syaoran menjadi putra mahkota.


Perayaan ini diselenggarakan sampai 3 malam banyak masyarakat merayakannya, mereka sudah melupakan raja Hong Xi, ratu Cheng Nier dan lainnya.


" Nona muda jangan lari nanti nyonya marah" Kata Meya, mengejar anak perempuan.


" Ibunda" seru anak perempuan. pada wanita yang berdiri di hadapannya.


" Zelia, apa yang kamu lakukan kali ini? " Nyonya Nier. Hong Zelia sudah tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang cantik dan sedikit jahil.


" Nyonya" seru Meya, takut jika Zelia kena marah. Nyonya memintanya diam dan membiarkan putrinya yang jawab.


" Bunda, Zelia mau ke tempat gege" kata Zelia, senyum.


" Ke tempat gege?Nyonya Nier.


" Ya ibunda kata Meya gege latihan bersama paman Shaiming" kata Zelia.


Nyonya Nier senyum dan mengajak putrinya duduk di sampingnya.


" Zelia, gegemu sedang berlatih jika sudah selesai baru menemuinya, gimana putri ibunda ini ikut ke dapur" kata Nyonya Nier.


Setelah membangun rumah selesai nyonya Nier ingin membuat dapur yang besar agar memudahkan pelayan dalam bekerja.


Sebenarnya Zelis tak ingin ke dapur ia fikir itu sangat membosankan, walaupun jiwa Zelia berasal dari zaman modern dan menyukai masak tapi melihat pelayan masak membuatnya malas.


" Istriku Zelia kalian mau kemana? " tuan Xi, datang bersama kasim.


" Ayah mau kemana? " Zelia, minta gendong.


" Ayah ke tempat latihan prajurit" Kata tuan Xi. Zelia tersenyum.


" Ayah boleh aku ikut bunda mengajakku ke dapur tapi aku malas" bisik Zelia.Tuan Xi tertawa ia sangat mengetahui kalau putrinya kurang menyukainya berbeda dengan kegiatan fisik.