
Petir menyambar sangat keras hingga membuat siapa saja merasa ketakutan tak seperti biasanya cuaca seperti ini.
sedangkan dunia bawah tepatnya kerajaan Hong terjadi kepanikan karena Ratu telah memasuki kelahiran, tabib berusaha untuk menyelamatan ibu dan anaknya.
Pangeran Hong Zima beserta pasukannya mulai bergerak menuju istana Hong.
Raja berjongkok menenangkan putranya. " Lie tenanglah jangan merasa takut sebentar lagi adik akan lahir" Raja senyum pada putranya, pangeran Hong Lie tersenyum dan tak sabar melihat adiknya.
Dalam istana semua orang tak sabar untuk menanti kelahiran Ratu sedangkan pembatasan terlihat ratusan orang yang berniat jahat.
"Lapor tuan saat ini keluarga istana menanti kelahiran Ratu" kata Di er merupakan mata-mata yang ditugaskan untuk mengawasi istana beberapa hari ini.
Diluar Raja dan pangeran Hong Lie baru saja berusia lima tahun menunggu diluar mereka tak diperbolehkan masuk, para pelayan sibuk membawa peralatan untuk membantu proses kelahiran Ratu.
Pelayan Meya adalah pelayan setia Ratu ia menemaninya selama proses kelahiran.
Dar
Terdengar suara petir menyambar sangat keras hingga Raja cemas.
" Ayahanda" pangeran Hong Lie merasa ketakutan.
Raja menenangkan pangeran Hong Lie. " Pangeran jangan takut itu hanya perubahan cuaca, bukankah sebentar lagi adik lahir" kata Raja Hong Xi. Pangeran tersenyum sebenarnya Raja merasa takut makanya ia mamanggil pengawal bayangannya.
" Jia Hao" panggil Raja. Taklama terlihat seorang berlutut di samping Raja.
" Ya Yang mulia apakah ada perintah untuk hamba" kata Jia Haoi.
" Awasi gerbang istana entah kenapa ada sesuatu aku tak ingin sesuatu buruk malam ini" kata Raja Hong Xi.
Jia Hao segera melaksanakan perintah ia segera gerbang istana menggunakan ilmu meringankan tubuh agar cepat sampai.
Hutan yang tak jauh dari gerbang istana terlihat ratusan prajurit sepertinya memiliki rencana jahat.
" Yang mulia" kata Qianfan, pengawal pribadi.
Pangeran Hong Zima merupakan putra selir dengan ayah Raja Hong Xi, ia sangat membenci saudara satu ayahnya karena Hong Xi diangkat menjadi Raja di kerajaan Hong, makanya ia merencanakan pemberontakan terhadap Raja Hong Xi.
Pangeran Hong Zima sudah merencanakan rencana ini sejak tiga tahun lalu rasa bencinya semakin besar terhadap Raja Hong Xi karena terusir dari istana beberapa tahun lalu.
Qianfan memberitahunya mengenai Ratu kerajaan Hong akan melahirkan.
" Siapkan prajurit malam ini kita akan menyerang istana pasti Hong Xi sibuk menemani istana inilah kesempatannya.
" Baiklah yang mulia" kata Qianfan, segera memerintahkannya prajurit melakukan penyerangan terhadap istana.
Jia Hao bersama dua penjaga gerbang tak henti bersikap waspada malam ini.
" Semoga saja malam ini dapat terlewati dengan aman" guman Jiao Hao entah kenapa perasaannya kalut akan terjadi sesuatu yang sangat besar.
Hutan
Terlihat Pangeran Hong Zima dan prajuritnya mulai bergerak menuju istana, jika ada yang tahu hal ini mereka pasti menyadarinya ini bukan hanya penyerangan tapi perang besar.
" Tuan Jia Hao" tunjuk salah satu penjaga gerbang. Jia Hao terkejut melihatnya.
" Pangeran Hong Zimo, kalian jangan biarkan mereka lewat panggil semua teman kalian yang berada di posko, aku akan memberitahu hal ini pada raja" Jia Hao segera berlari sedangkan penjaga gerbang meniup terompet tanda bahaya.
Para prajurit istirahat di Posko terkejut mendengarnya ini bunyi bahaya.
" Kalian cepat bersiap ini tanda bahaya jangan lupa bawa senjata kalian" kata komandan.
" Baik komandan" seru bawahanya. Mereka segera menuju gerbang.
Sebelum mereka sampai ternyata pangeran Hong Zima dan pasukannya berhasil masuk.
Sedangkan Jia Hao baru saja sampai di istana, Ratu berhasil melahirkan seorang putri yang cantik keluarga istana sangat merasa bahagia.