Hong Zelia

Hong Zelia
Meninggalkan istana



Pangeran Hong Zima marah besar melihat Jia Hao menghalanginya akan menghabisi Raja.


" Sial, kalian cepat pergi ke istana aku yakin mereka akan ke sana jangan biarkan mereka lolos" kata pangeran Hong Zima, mrngeluarkan elemennya untuk menghancurkan ilmu Elemen milik Jia Hao.


Mereka segera menuju istana sedangkan Jia Hao dan Raja sudah sampai di kamar Ratu karena ia mengeluarkan ilmu meringankan tubuh.


Duar


Meya yang ingin membawakan makanan untuk Ratu dan Pangeran terkejut melihat Raja dan beberapa prajurit terluka terutama Raja Hong Xi mengalami tak sadarkan diri.


Brak


Meya menjatuhkan mapan di tangannya hingga makanannya jatuh.


" Cepat panggil Ratu kita tak punya waktu lagi sebelum mereka datang " tekan Jia Hao. Meya segera memberitahu Ratu sedangkan Jia Hao meminta dua prajurit untuk memberitahu anggota kerajaan lainnya untuk meninggalkan istana.


" Yang mulia Ratu" Teriak Meya, menghampiri Ratu yang sedang mengawasi kedua anaknya.


Ratu mulai merasa tegang melihat ketakutan. " Meya dimana Raja" Desak Ratu.


" Ratu kita tak punya waktu kata tuan Jia Hao kita harus meninggalkan istana sekarang, Raja ada bersamanya di luar" kata Meya.


Ratu tak menunggu lagi dan ia tak percaya firasatnya benar ia segera memasukan semua barang yang telah simpan ke dalam cincin ruangnya.


" Ibunda " kata pangeran.


" Pangeran ayo ikut bunda Meya gendong putriku" kata Ratu, keluar telah memastikan tak ada barang.


Kasim dan para pelayan lainnya segera melaksanakan perintah prajurit.


" Kepala pelayan dan lainnya segera mengambil semua bahan makanan yang masih di gunakan.


" Yang mulia" Ratu panik melihat suaminya tak sadarkan diri.


" Yang mulia Ratu" kata Jia Hao terpotong dengan kedatangan prajurit yang ditugaskan untuk mengawasi pintu masuk.


" Kalian kawal Ratu dan lainnya kita akan meninggalkan istana, mari Ratu kita tak punya pilihan lainnya suatu saat kita pasti bisa merebut istana kembali" kata Jia Hao.


Ratu menanggukan kepalanya ia harus kuat demi anak dan suaminya.


" Meya gendong erat putriku pangeran jangan lepas peganganmu dari bunda, suatu saat kalian harus merebut kembali milik kalian" kata Ratu, dengan tegar pangeran Hong Lie mengiyakan.


Mereka meninggalkan istana melalui pintu belakang dimana biasanya digunakan untuk para pelayan.


Dengan waspada mereka jalan entah kenapa putri kecil tak terganggu atas keadaannya.


" Kalian" kata Ratu, melihat kasim dan pelayan lainnya menunggu mereka, mereka hanya memberi hormat pada Ratu dan lainnya.


" Jia Hao gimana kita harus membawa Raja " kata Ratu mengkhawatirkan suaminya.


Hus


"Saliam Ratu maaf saya telat dan saya hanya menemukan tandu kecil " kata Shaiming, sejak awal ia sudah mengetahui kedatangan dan keadaannya makanya ia segera mencari tandu bersama dua prajurit penjaga istana Ratu.


" Kita tak punya pilihan letakan Raja ke dalam" kata Ratu, dengan bantuan Shaiming Jia Hao memasukan Raja ke dalam dan dua prajurit lainnya mengangkat tandu.


Pangeran Hong Zima dan prajuritnya berhasil memasuki kediaman Raja dan Ratu.


" Kalian cari Ratu dan lainnya " perintah Pangeran Hong Zima. Mereka segera mencari keberadaan Ratu dan Raja yang pingsan tapi tak bertemu termasuk kasim dan pelayan.


" Maaf pangeran istana ini kosong bahkan pelayan pun tak ada" kata prajurit.


" Hahaha aku berhasil istana ini sekarang milikku, kalian bawa 10 anggota kalian cari mereka. Aku tak ingin mereka menjadi masalah nantinya" kata pangeran Hong Zima.


Ratu dan lainnya terus jalan menuju gerbang istana mereka harus meninggalkan negara ini secepatnya.


" Tuan itu bukannya komandan" tunjuk prajurit melihat komandan tak sadarkan diri di dekat gerbang Jia Hao memerintah membawanya mereka berhasil keluar dari gerbang.