
Putri Zelia membuka matanya melihat seorang pria tak sadarkan diri di sampingnya ia tak percaya ia ada di tubuh ini bukannya ia sudah mati karena di tabrak mobil.
Zelia seorang gadis berusia 18 tahun ia sudah menjadi dokter terkenal, ia juga menguasai beberapa jenis ilmu bela diri.
Orangtuanya sudah meninggal sejak usia 10 tahun ia tinggal di panti asuhan sampai tamat SMA. Dia baru saja selesai operasi memutuskan pulang ke apartemen ketika di jalan ia tak fokus hingga di tingkungan ada mobil berjalan dengan cepat hingga kecelakaan tak bisa dihindari.
Zelia tak percaya kalau jiwanya ada di tubuh bayi yang baru saja lahir, sebenarnya bayi yang dilahirkan Ratu sudah meninggal dalam kandungan tapi sang pencipta membawa jiwa Zelia berasal dunia modern masuk ke tubuh bayi yang dilahirkan Ratu Cheng Ni.
Zelia pun tak sangka nama bayi ini sama dengan namanya.
" Jadi ia ayahku" kata hati Hong Zelia. Zelia seorang dokter dapat mengetahui kalau ayah tubuh ini sedang kritis.
" Aku harus menolongnya sekarang aku menempati tubuh ini dan dia ayahku, aku harus melakukan sesuatu untung aku pernah belajar akupuntur.
Dengan tangan mungilnya Zelia menusuk titik tubuh Raja dan ternyata sukses Raja mulai menggerakan tangannya.
Untuk memberitahu orang Zelia menangis Ratu yang sedang bicara dengan tabib Hu segera menghampirinya.
" Yang mulia kalau begitu saya akan merawat prajurit yang terkuka" kata tabib Hu
Tabib Hu tahu banyak prajurit terluka berunting ia baru saja membawa banyak obat.
Ratu Cheng Ni senyum melihat putrinya bangun.
" Ibunda adik bangun? " pangeran Hong Lie.
" Ya sayang adik bangun" seru Ratu Cheng Ni. membawa putri Zelia ke pangkuannya.
" Adik " pangeran Hong Zelia memegang tangan mungilnya putri Hong zelia.
Putri Zelia terus melihat ke arah Raja yang mulai menggerakan tubuhnya.
" Sayang apa yang kamu lihat?" Ratu Cheng Ni, mulai sadar putrinya terus menatap ke arah suaminya.
" Baik yang mulia " Meya, berlarian dan bahagia memanggil tabib Hu.
Disisi lain.
Prajurit
Yang di tugaskan untuk mengejar Raja dan Ratu telah tiba di istana.
" Ya mulia. kami mohon maaf karena gagal mendapatkan mereka" kata komandan, menceritakan yang dilakukan Shaiming dan Jia Hao.
" Yang mulia sekatang apa yang hatus kita lakukan" kata Chu Hua, dengan dingin. ia sangat membenci Ratu Cheng Ni karena telah menghancurkan impiannya menjadi Ratu di Kerajaan Hong.
" Dimana mereka saat ini? " pangeran Hong Zima.
" Hutan mati" seru prajurit.
Pangeran senyum dingin. " Kali ini aku ampuni kalian esok pagi lanjutan mencarinya aku yakin mereka tak jauh" kata pangeran Hong Zima.
" Baik pangeran" kata komandan, pamit kembali ke kamp.
" Kita harus mencari mereka dengan cara lain yang mulia" kata Chu Hua.
Pangeran Hong Zima menatap ke arahnya minta penjelasan. " Kita akan meminta pembunuhan bayaran untuk mencari mereka" kata Chu Hua.
Chu Hua merupakan putri dari menteri keuangan awalnya ia menyukai Raja Hong Xi dan sangat berambisi menjadi Ratu. Tapi Raja Hong Xi sudah memiliki putri mahkota yaitu Cheng Ni putri dari Jenderal besar Cheng Gui.
Jenderal Cheng Gui merupakan Jenderal besar di Istana Hong tapi ia tewas dalam perang melawan musuh, waktu itu pihak lawan memasukan racun kalangjeking dalam minumannya hingga membuatnya tumbang dan itu di manfaatkan oleh pihak lawan hingga membuat mereka kalah waktu itu.
Banyak masyarakat mulai meragukan Ratu Cheng Ni tapi karena Raja semuanya teratasi beda dengan Chu Hua.