Hong Zelia

Hong Zelia
Merubah penampilan



Lokasi Jia Hao.


Jia Hao melawan pembunuhan sendirian hingga membuatnya kelelahan.


" Ternyata mereka kuat juga tak salah mereka menjadi pembunuh bayaran" kata Jia Hao.


Melihat Jia Hao mulai kelelahan atasan membuat atasan pembunuh bayaran bahagia ia mengeluarkan elemen es. Dia melempar ke arah Jia Hao melihat hal itu Jia Hao berusaha menghindar tapi tubuh bagian bawahnya kena.


" Hahaha liat aku berhasil menangkapmu kali ini aku akan membuatmu membeku" seru atasan pembunuh bayaran


Ketika ia akan kembali melempar elemen es miliknya ada api yang menyambar. Datanglah prajurit dan komandan Liang Yang.


" Kalian hadapi mereka aku akan menolong tuan Jia Hao" kata Shaiming. Komandan Liang Yang segera melawan orang yang sebelumnya melawan Jia Hao.


" Aku akan mengeluarkan elemen apiku dengan ukuran kecil" kata Shaiming. Jia Hao menangggukan kepalanya, Shaiming mulai mencoba untuk melelehkan es di tubuh tuan Jia Hao.


" Kalian keluarkan ilmu elrmrn yang kalian miliki kita habisi mereka" komandan Liang Yang segera mengeluarkan pedang yang dialiri petir.


Dengan hitungan tiga mereka melempar kekuatan mereka hingga mengeluarkan ledakan sangat besar membuat sekitarnya habis bahkan pembunuh bayaran mati di tempat.


Ledakan besar itu sampai terdengar ke goa membuat yang ada di dekat goa ketakutan. " Ya mulia" seru Meya, berlarian masuk ke dalam goa. Prajurit meminta semua pelayan masuk ke dalam goa.


" Ayahanda" kata pangeran Hong Lie, ketakutan memenjamkan matanya dan memegang pakaian Raja sedangkan putri Hong Zelia tak terganggu entah apa yang ia fikirkan.


" Tempat ini tak aman bagi kami" fikirannya. Akhirnya tabib menceritakan semuanya.


" Kenapa mereka mengambil keputusan sendiri " kata Raja, marah dan kecewa atas tindakan bawahannya.


" Yang mulia jangan marah aku yakin mereka bisa mengatasinya sebaiknya kita menunggu kabar dari mereka " kata Ratu Cheng Ni.


" Malam yang mulia Raja, Ratu" seru mereka.


" Apakah ada yang kalian sampaikan?" Raja Hong Xi. Shaiming dan Jia Hao menyampaikan semuanya tanpa kurang apapun.


" Yang mulia saya sempat mendengar mereka di perintah oleh wanita" kata Jia Hao.


" Wanita? " Raja Hong Xi.


" Sebaiknya malam ini kita istirahat esok baru kita fikirkan langkah selanjutnya" sambungnya.


Para pelayan wanita istirahat dalam goa sedangkan prajurit di luar kecuali Raja. mereka di batasi oleh api unggun.


Keesokan harinya Kasim membangunkan Raja.


" Yang mulia bangun sebaiknya kita sekarang ke sungai untuk membersihkan diri" kata Kasim.


" Baiklah dimana yang mulia Ratu? " Raja tak melihat Ratu dan putrinya di tempat istirahatnya.


" Mohon maaf yang mulia, Ratu, putri dan para pelayan wanita membersihkan diri di sungai sebelah kiri goa dan kita sebelah kanan" kata kasim. Mereka pergi ke sungai untuk membersihkan diri.


Dua jam kemudian mereka berkumpul di depan goa Meya dan kepala pelayan menyiapkan makanan, pangeran Hong Lie sangat bahagia karena mandi di sungai untuk pertama kali.


" Kita tak bisa tinggal di sini terlalu lama beruntung para pembunuh bayaran dapat diatasi" kata Raja. Ratu memberikan susu pada putrinya.


" Tapi pertama kita harus mengganti penampilan kita agar tak ada di kenal dan kita tak bisa ke negara Han " kata Raja.


" Yang mulia sebaiknya para pelayan pergi ke pasar mencari pakaian dan lainnya, kami akan mencari beberapa tempat yang sesuai untuk kita tinggali Shaiming sebaiknya kamu menemani pelayan ke pasar jika kamu menemukan kereta itu lebih baik" setelah mendapat izin mereka segera pergi.