Hong Zelia

Hong Zelia
Episode 23



Zelia merasa bahagia karena dapat mengenang masa lalunya walau bahan yang tersedia tak beberapa tapi baginya cukup mengingat masa lalunya menyukai makanan.


Zelia sibuk memerintah pelayan menghaluskan bumbu.


" Nona ini sudah halus" kata pelayan. Zelia mendekati dan tersenyum.,


" Bibi rebus ayam yang sudah terpotong dengan bumbu halus"kata Zelia. Walau bingung bibi tetap melaksanakan perintahnya.


Zelia sibuk mencampur tepung dengan garam di tambah air.


" Nona muda biar saya yang lakukan" kata kepala pelayan melihat Zelia kesulitan.


Zelia merasa tak cukup dengan ini ia mencari sayuran.


" Nona mau kemana? " Meya melihat Zelia berlarian.


" Meya aku akan mencari sayuran liar oh katakan pada bibi jika rebusan air sudah habis angkat dan campur dengan tepung" Zelia berlarian keluar meninggalkan Meya.


Nyonya Nier dan pelayan bersamanya memperhatikan suami dan putranya menanam benih.


Saat memperhatikan mereka terkejut putri kecilnya berlarian ke hutan.


" Nak, apa yang kamu lakukan dalam lakukan dalam hutan disini bukan tempat yang aman untuk bermain" kata tuan Hong Xi.


Zelia terus mencari apa yang sejak tadi diinginkannya tiba ia senyum melihat sayuran liar yang banyak tumbuh di hadapannya.


" Kak ayo bantu aku mengambil ini " kata Zelia, sudah tahu ayah dan kakaknya mengikutinya.


Putra dan ayah saling melirik walau tak tahu mereka tetap lakukan apa yang dikatakan Zelia, mereka memetik sayuran liar yang ditunjuk oleh Zelia.


" Nak untuk apa semuanya ini? " tuan Hong, penasaran dengan sayur liar ada ditangannya.


" Ayah. kakak lihat saja nanti ayo kita kembali" kata Zelia, yakin pelayan sudah menunggu lama mereka mengikuti Zelia.


Nyonya Nier melihat mereka merasa lega dan mengikuti mereka menuju dapur, Meya melihat nona kecil kembali merasa lega karena apa yang di perintahkan oleh Zelia sudah dilaksanakan.


" Nona" seru lainnya, Zelia senyum.


" Putrimu ingin menyiapkan makanan siang ini" seru nyonya Nier, menyadari mereka penasaran.Tuan Hong senyum walau merasa heran tetap menunggu makanan yang dipersiapkan putrinya.


Zelia minta kepala pelayan untuk merebus air dengan sedikit garam sedangkan dia menggoreng ayam yang telah dilumuri tepung. Kedua orangtuanya dan lainnya tak percaya kalau Zelia baru saja berumur lima tahun bisa masak sampai mengeluarkan aroma


Para prajurit menjalani latihan ikut mencium aroma.


" Sepertinya kita akan menikmati makanan yang enak sampai air liurku jatuh" kata prajurit.


" Kiranya pelayan siapa yang masak makanan seenaknya" kata prajurit b.


" Kalian tenanglah lanjutkan latihannya kita tak tahu apa yang terjadi" kata komandan.


Zelia selesai dengan masakannya dan minta pelayan mengantar makanan ke ruang di sediakan untuk makan.


" Zelia apa nama makananmu ayah sampai tak sabar untuk memakannya" kata tuan Hong.


" Ayam bumbu bawang putih ayah dengan tepung dan sayur tumis" kata Zelia, minta kepala pelayan menghidangkannya.


" Kalian sudah membaginya untuk lainnya? " Zelia.


" Sudah nona prajurit makanan di tempat latihan dan pelayan lainnya ruangan sebelah" kata Meya.


" Adik makananmu sangat enak"kata Hong lier.


" Ibunda tak menyangka putri kecil ibunda bisa memasak tapi siapa yang mengajarinya" kata Nyonya Nier.


Zelia hanya senyum menanggap dan menghabiskan makanannya tuan Hong dan putra terus menikmati makanannya.


" Ayah, aku ingin mengatakan sesuatu?" Zelia.


" Katakanlah ayah akan mendengarkannya" kata tuan Hong. Semua orang menunggu katanya.


" Ayah gimana kita menanam benih? ".