Hong Zelia

Hong Zelia
Hutan mati 2



Ratu Cheng ni dan lainnyasudah sampai di goa yang dilatakan prajurit.


" Yang mulia kami akan memeriksanya" kata prajurit. Tiga orang prajurit masuk goa setelah mendapatkan persetujuan Ratu Cheng ni.


" Yang mulia kami akan mencari sesuatu, lainnya tunggu disini" kata Shaiming, membawa dua orang prajurit.


Prajurit yang sebelumnya memeriksa goa kembali.


" Ya mulia ini bisa di tinggal hanya tinggal di bersihkan " kata prajurit, mereka merasa beruntung katena di dalam tak ada bankai binatang dan goa cukup besar.


Ratu Cheng ni merasa lega karena goa ini tidak ada sesuatu, prajurit mulai membersihkan goa.


" ibunda, Hong Lie lapar" kata pangeran Hong Lie, sudah beberapa jam mereka tak makan terus berlarian untuk menyelamatkan dirinya.


" Yang mulia kami akan membuat makanan" kata kepala pelayan.


" Tapi kepala pelayan dimana kalian mencari makanan ini sudah malam" kata Ratu.


" Yang mulia tenang saja kami sebelum kabur sempat menbawa bahan makanan yang masih bisa di pakai, entah kenapa mereka membawanya" kata kepala pelayan menunjuk pelayan membawa peti kecil.


" Kalian buatlah masakan yang ringan untuk kita semuanya" kata Ratu.


" Apakah bahannya cukup apa perlu kita cari yang lain mungkin di sini ada sayuran liar yang dapat di masak" kata kepala pelayan.


" Sebaiknya kita mencarinya agar cukup untuk esok harinya, nanti setelah Jia Hao kembali aku akan memintanya mencari bahan di desa dekat hutan" kata Ratu Cheng ni.


" Kalian tidak perlu mencarinya kami sudah mendapatkan beberapa sayura liar yang bisa di makan" kata Shaiming.


Ratu Cheng ni merasa lega Shaiming sudah kembali bersama lainnya. Mereka mendapatkan jerami, kayu bakar, air dan sayuran liar dan buahan.


" Tuan berikan air dan sayuran kami akan memasak" kata kepala pelayan memanggil temannya.


Prajurit lainnya menyusun jerami agar keluarga Raja bisa istirahat.


" Angkat Raja ke sana" kata Shaiming. Mengangkat Raja ke jerami yang sudah di disusun rapi.


" Meya letakan putri Hong Zelia ke sebelah Raja" kata Ratu Cheng ni. Meya menanggukan kepalanya.


" Ratu saya akan mengambil minuman" kata Meya.


" Yang mulia Ratu jeraminya sudah siap" kata prajurit, menyiapkan jerami satu lagi.


Ratu mengucapkan terima kasih. " Pangeran istirahatlah disini" kata Ratu mengeluarkan selimut dari cincin ruangannya.


Ratu mengambil dua selimut untuk suami dan anaknya.


" Yang mulia ini makanannya" kata kepala pelayan.


" Yang lainnya sudah dapat? " Ratu Cheng Ni.


" Sudah yang mulia" kata Kepala pelayan. Pamit kembali ke tempat pelayan lainnya.


" Pangeran mari makan " kata Ratu Cheng Ni.Pangeran Hong Lie makan makanannya.


Oek oek


Melihat putrinya menangis Ratu Cheng Ni segera menyusuinya.


Sedangkan Jia Hao sudah tiba di hutan mati. " Tuan Jia Hao dimana Raja? " tabib. melihat tak ada orang.


Hus


" Tuan" kata prajurit.


" Kalian dimana Raja dan Ratu? " Jia Hao, khawatir.


" Mari tuan, tabib kami antar ke tempat Raja" kata prajurit.


Tak lama mereka sampai di goa dapat terlihat prajurit berjaga.


" Dimana Ratu? " Jia Hao, pada Shaiming.


Shaiming memanggil Meya untuk mengantar tabib menemui Ratu Cheng Ni.


" Yang mulia tabib istana sudah datang" kata Meya. Ratu terkejut mendengarnya tapi untuk keselamatan suaminya ia menahan untuk bertanya.


" Salam yang mulia " kata tabib istana.


" Tabib silahkan periksa Raja " kata Raja.


Tabibi memeriksa Raja tidak lupa membalut luka di kepala.


" Tolong rebus bahan ini " kata Tabib, menyerahkan ramuan pada Meya. Meya segera melaksanakannya.


" Tabib gimana keadaan Raja? " Ratu.


" Mohon maaf yang mulia keadaan Raja memperhatrinkan" kata Tabib. Ratu sedih mendengarnya.