
setelah kedatangan Shaiming dan pelayan dari pasar awalnya mereka terkejut melihat yang di beli Shaiming ada juga beberapa kuda, setelah di jelaskan memang mereka membutuhkan kuda.
Kepala pelayan mulai menyusun barang yang mereka beli.
" Meya" panggil kepala pelayan. Meya membantu pelayan merapikan bahan yang telah di beli segera mendekat.
" Ya kepala pelayan" Meya.
" Bawa ini putri yang mulia Ratu dan putri Hong Zelia" memberikan beberapa hanfu sederhana.
Meya sedih karena Junjunganny dan putri harus memakai hanfu yang sederhana.
" Meya" kata kepala pelayan, Meya menahan kesedihannya dan masuk ke dalam goa, kepala pelayan tahu kesedihannya tapi ia tak bisa membantu.
Shaiming juga memberikan beberapa pakaian sederhana pada kasim dan diberikan untuk Raja dan pangeran.
" Yang mulia tak sepantasnya memakai pakaian seperti ini" kata kasim, melihat penampilan Raja yang sederhana.
" Kasim lihat pakaian ini sangat ringan Hong Xi bebas bergerak tidak seperti belumnya " kata pangeran Hong Lie, senyum.
" Kamu lihat sendiri putraku menyukai aku kira ini juga tak buruk" kata Raja Hong Xi.
Di tempat Ratu Cheng Ni.
" Yang mulia, kepala pelayan memberikan ini" kata Meya.
Ratu yang sedang menidurkan putri Hong Zelia.
" Apa itu Mey" Ratu Cheng Ni. Meya meletakan hanfu ke samping Ratu. Meya memberitahu ini diberi oleh kepala pelayan dan ada juga untuk putri.
Ratu mengambil untuk putri. " Meya beri pada pelayan dan untukmu tenang saja hanfu lamaku masih ada" kata Ratu. Meya juga mengetahui hal itu dan membawa kembali di bagikan pada pelayan karena tak mungkin ia memakai hanfu yang merupakan ciri khas kerajaan Hong.
Di tempat berbeda.
Sebuah bukit Sea terlihat beberapa prajurit memeriksa tempat itu.
" Komandan sepertinya lokasi ini cocok untuk di jadikan pemukiman dan ini tak jauh dari desa" kata Jia Hao.
" Benar, ayo kita kembali. Kita harus memberitahu pada Raja soal ini" kata Komandan Liang Yang. Mereka membutuhkan tiga hari untuk tiba di hutan mati dan lokasi tersebut sangat jauh dari negara Can tepatnya kerajaan Hong.
Tiga hari kemudian.
Selama tiga hari semuanya aman Raja mempergunakan kesempatan ini untuk menyembuhkan Qi spiritual dan kultivasi ia juga tak lupa melatih fisik Shaiming sebagai lawan latihannya.
Raja ingin melindungi keluarga kecilnya juga beberapa orang setia mengikutinya.
" Yang mulia saya melihat komandan Liang Yang dan tuan Jia Hao kembali" kata prajurit, saat menjaga pintu masuk hutan ia melihat mereka kembali dan minta temannya menunggu.
" Akhirnya mereka datang" kata Raja.
" Ya yang mulia ini sudah beberapa hari semoga saja mereka menemukan sesuatu" kata Kasim, berdiri di samping Raja.
" Salam yang mulia" kata Komandan Liang Yang diikuti lainnya.
" Salam kalian aku terima apa yang kalian temukan? " Raja, tahu tujuan mereka pergi.
Komandan Liang Yang memberitahu apa yang mereka temukan.
" Apa maksudmu tempat itu tak pernah di kunjung oleh orang? " Raja, menjadi khawatir.
" Hamba juga tak tahu yang mulia padahal tempat itu aman hanya ada perpohonan" kata Jia Hao.
" Yang mulia" kata Kasim.
" Baiklah atur semuanya dalam beberapa hari kita akan pergi" kata Raja.
" Baiklah yang mulia" .Mereka meninggalkan Raja bersama kasim.
Raja menemui Ratu ia harus membicarakan sesuatu, pangeran Hong Lie berlatih menggunakan Qi spiritual dan menjadi kultivator.
" Ratu sepertinya kita harus menghilangkan marga Hong agar kita tak dikenali jika masih menggunakannya" kata Raja. Ratu menyetujuinya itu juga menjadi fikirannya.
Nama mereka sekarang.
Raja Hong Xi menjadi Tuan Xi
Ratu Cheng Ni menjadi Nyonya Nier
Pangeran Hong Lie menjadi Lier
Putri Hong Zelia menjadi Zelia