Hong Zelia

Hong Zelia
Kehidupan baru



Terlihat prajurit mulai membangun rumah untuk mereka tuan Xi memcoba menebangkan kayu dengan elemen yang ia miliki, awalnya Jia Hao melarang tapi mendengar katanya membuat Jia Hao diam.


Dalam tenda.


Jiao Lie menemani Zelia ia tak henti menggoda adiknya itu nyonya Nier dan Meya hanya menyaksikannya.


" Meya dalam peti itu ada beberapa buku yang aku bawa bukalah" kata Nyonya Nier. Dia tak hanya menyimpan perhiasan, uang tapi juga buku yang ada di kerajaan Hong ia ingin anaknya mengenai asal usulnya.


Meya membuka peti sebelah peti yang menyimpan pakaiannya ia dapat melihat banyak koleksi buku dari berbagai ilmu.


" Lier ayo lanjutkan belajarmu" kata nyonya Lier, memilih buku yang cocok untuk anaknya saat ini.


" Adik, Gege belajar dulu nanti kamu sudah besar kita bisa belajar bersama" kata Lier. Zelia tersenyum ia sebenarnya bahagia melihat banyaknya buku di atas jerami di kehidupannya di dunia modern juga menyukai membaca.


" Bunda letakan adik disini kami akan belajar bersama" kata Lier. Nyonya Nier senyum dan meletakan putrinya di samping putranya.


" Meya, ayo kita ke dapur" kata Nyonya Nier. Meya mengikutinya dari belakang.


Di dapur


sebuah ruangan terbuka hanya tertutup dengan jerami, kepala pelayan dan pelayan lainnya sedang menyiapkan makan malam.


Salah satu pelayan datang berlarian dengan khawatir.


" Gawat, kepala pelayan gawat" teriaknya. Lainnya sedang mengerjakan pekerjaannya terkejut mendengarnya .


" Kenapa kau berteriak dan apa yang gawat. bukannya mengambil bahan makanan malah ribut" peringat kepala pelayan.


" Maaf kepala pelayan tapi ini bahan makanan kita busuk hanya beberapa yang masih bisa di pergunakan" semua pelayan terkejut kalau begini apa yang mereka masak.


Saat kekhawatiran mereka karena bahan makanan yang busuk datang Nyonya Nier dan Meya.


" Nyonya sepertinya ada masalah" Kata Meya, melihat wajah ketakutan.


" Ayo kita Tanya" kata nyonya Xi. Meya mengikutinya dari belakang.


" Kepala pelayan ada apa ini? " Meya. Mereka terkejut melihat Nyonya Nier dan Meya.


" Nyonya itu" suara kepala pelayan gugup ketakutan karena tak menjaga bahan makanan yang mereka miliki.


" Katakanlah apa yang terjadi? " Nyonya Nier, menyadari pasti ada sesuatu melihat mereka belum memasak sesuatu.


" Ini nyonya banyak bahan makanan kita yang rusak maafkan saya tak menjaganya dengan baik" kepala pelayan, sujud minta maaf diikuti dengan pelayan lainnya.


" sudahlah ini bukan salah kalian sekarang pisahkan mana yang rusak dan masih dapat dipergunakan" kata nyonya Nier.


Mereka segera melakukan perintahnya ternyata lebih banyak yang rusak daripada masih baik.


" Meya panggil Shaiming kesini katakan ini sangat penting" kata nyonya Nier, dia harus mencari jalan keluar untuk masalah ini kalau tidak tak ada makan untuk malam ini.


" Susu untuk putriku? " Nyonya Xi khawatir jika susu untuk putrinya juga rusak.


" Nyonya jangan khawatir susu untuk nona kecil di tempatkan berbeda" kata pelayan. Nyonya Xi minta menyiapkan susu untuk putri kecilnya juga kue kering untuk putranya.


Meya dan Shaiming datang bersama menuju ke tempat Nyonya Nier.


" Nyonya" kata Shaiming.


" Syukurlah shaiming tak ada orang tahu kalian bersama, kan? " nyonya Nier.


" Tidak nyonya " kata Shaiming. Nyonya Nier meminta Meya mengantar makanan san minuman untuk anak-anaknya.


Melihat Meya pergi nyonya Nier menceritakan dan memperlihatkan bahan yang rusak.


" Jika kita tak mencari bahan makanan makan malam ini tak ada makanan " kata Nyonya Nier. khawatir.


" Nyonya saya akan mencari sesuatu sekitar sini mungkin kita menemukan sesuatu" kata Shaiming.


" Apa yang harus di temukan "