Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 9



Sorenya pas pulang sekolah Qharesa menjemput dulu mommy nya di supermarket karena tadi mobil mommy nya mogok jadi ia menyerah Qharesa menjemput nya.


Mommy nya yang tau jika kulit anak nya memerah tentu saja ngomel ngomel di sepanjang pulang ini.


"Itu juga kenapa sampai merah gini kulit kamu Qharesa!"


"Yakan di hukum bun"


"Hukuman apa yang bisa buat kamu langsung merah gini sih?"


"Aku di jemur sampai istirahat sama ketos gara gara telat tadi pagi"


"Astaga, pantesan aja kulit kamu langsung merah gini. Emang kenapa pake bisa telat Qharesa?"


"Udah berapa kali mommy bilang sebelum keluar rumah selalu inget pake body serum khusus yang udah mommy siapin. Kalau ada pelajaran olahraga juga bunda udah ingetin kamu buat pake lagi, kalau di hukum gini kamu kan bisa pakai lagi terus pakai cardigan sama topi. Jadinya gini kan langsung merah merah" omel mommy Qharesa dengan panjang.


Qharesa yang kena omel hanya bisa menatap ke luar jendela, karna mobil Nya di bawa oleh mommy nya.


"Denger gak? Terus kamu belum jawab kenapa bisa telat?"


"Iya denger kok mom, janji gak di ulang lagi. Kalau masalah hukuman pake cardigan sama topi ya mana bisa bun" jawab Qharesa.


"Semalem aku tuh mimpi sama bias aku mom jadi pas bangun aku ngereog dulu, terus pas di jalan juga aku kena macet parah karna ada kecelakaan" lanjut nya.


"Bisa kalau kamu jujur, kalau nggak ya bisa minta hukuman yang lain" ucap mommy.


"Terus juga kenapa harus pake ngereog dulu di kamar?"


"Yakan aku seneng mimpi bisa mimpi ama bias aku" ucap Qharesa.


"Yakan bisa ngereog nya di pending dulu nanti aja kek pulang sekolah"


"Iya mom iya" pasrah Qharesa.


Berdebat dengan mommy gak akan bisa menang Qhar, itulah pemikiran Qharesa lebih baik mengalah dari pada makin panjang.


Ini buktinya, padahal sedari tadi Qharesa diam dan ngangguk ngangguk saja, tapi tetep kena omel parah juga.


Ya emang sih salah dirinya juga hari ini tidak memakai body serum terlebih dahulu. Bukanya lebay tapi memang Qharesa memiliki kelainan pada kulit nya, dirinya gak bisa kena panas terlalu lama jika itu terjadi maka inilah akibatnya.


Qharesa memang mengikuti turunan dari sang daddy yang mana turunan Korea asli jadinya ya wajar saja jika kulit putih nya kena sinar matahari terlalu lama pasti merah. Orang kita yang kulit nya standar Indonesia aja kalah kena panas parah pasti merah.


"Habis ini langsung pake lagi jangan sampe enggak, minum juga vitaminnya"


"Iya"


"Kalau udah habis bilang biar mommy beliin lagi" ujar mommy Nya.


"Iya mom"


Qharesa kira omelan itu akan selesai ternyata salah sampai rumah pun sama apalagi saat sang daddy pulang sang mommy mengadu pada daddy nya dan terjadi lah omelan bab dua.


Qharesa yang kembali kena omel sudah merasakan jika kuping nya kebas karna omelan, sesi omel sudah berakhir saat jam sembilan malam dan Qharesa langsung ngacir ke kamar agar tidak kenal omel lagi.


"Ini semua gara gara si ketos itu" ujar Qharesa menyalahkan ketos, padahal jelas sekali bahwa Qharesa yang salah.


£


Biasanya bagi anak anak sekolah jika sudah jam pulang akan langsung pulang kerumah nya masing masing, berbeda dengan elkairo yang malah pergi ke rumah yang dekat dengan lapangan sunyi bahkan dirinya stay disana hingga malam hari begini.


Rumah yang Elkairo dan anak anak lain nya bilang adalah sebuah markas milik geng Blackvernos ini selalu banyak orang orang di dalam. Bangunan sederhana yang berlantai dua itu selalu jadi tempat elkairo singgah.


Sama kayak sekarang ini, dimana elkairo tengah duduk santai di ruang tengah bersama anak anak lain nya.


"El, diajak balap Terima kagak?" tanya fian.


"Kapan?" tanya elkairo.


"Malam ini"


"Terima aja El ntar gw yang maju" ujar leon.


"Gak, gw yang maju" dingin Elkairo.


"Tumben lo mau langsung turun tangan?" tanya gibran.


"Gabut" singkat nya, Yang lain pun mengangguk.


"Taruhan nya apa bang?" tanya anak Blackvernos lainnya.


"Jangan taruhan napa gak etis banget" tegur lainnya.


"Terus apa dong?"


"Hadiah kek"


"Yaudah sih sama aja, hadiah apa bang?"


"Motor ninja" jawab gibran.


"Wahh mantap tuh"


"Ehh btw lawannya siapa?"


"The cobra, musuh bebuyutan kita" jawab leon.


"Lah itu si anjing kga kapok kapok nya, kalah mulu juga" celetuk salah satu anak Blackvernos, dan yang lain hanya mengangguk.


"Balapan nya sekarang"


"Iya gak tau juga"


Anak anak Blackvernos pada sibuk ngobrol sampe tidak sadar jika dari pintu masuk datang dua anggota inti.


Seorang laki laki berjaket hitam yang baru saja datang dengan satu laki laki lain nya, laki laki itu berjalan ke arah segerombolan temen temen nya.


"Lah bego! Ngadain balapan liar jam segini. Kaga takut di gerebek polisi lu pada?" kata alfarezi yang langsung duduk di sofa deket gibran.


Bagaimana tidak jika mereka akan melakukan jam balapan liar jam 8 malam, jika saja orang waras mengadakan balap liar jam 2 malam lah mereka pada orang sengklek itu beda sekali dengan yang lain.


"Apa sih dateng dateng langsung bacot" ujar leon.


"Lo pada mau balapan jam segini?" tanya Anthaleo.


"Ya kaga lah bang, bisa di tangkap polisi kita" jawab anak Blackvernos.


"Gw kirain pada balapan sekarang" ujar alfarezi.


"Makanya punya kuping tuh dengerin dulu jangan asal bacot aja" kesal leon.


"Sorry yon, emosi amat lu sama gw"


"Emang!"


"Berisik!" ujar Elkairo yang langsung membuat mereka pada diem.


£


Selagi menunggu jam balapan liar nanti, anak inti dari Blackvernos serta anak anak lainnya memutuskan untuk ke bar. Sedangkan yang lain nya lebih memelih menunggu di markas dengan alasan di sini lebih enak dan deket dengan warung mang asep.


Alasan sekali padahal mah mau pada tidur dan dan makan di warung mang asep biar bisa godain anak nya.


Beberapa menit kemudian mereka memasuki der bar, Elkairo, anthaleo dan yang lain nya memarkirkan kan motor di parkiran, lalu masuk ke dalam bar.


"Hallo coy, tumben seminggu belakangan gak nongol?" tanya seorang pria pemilik bar itu, pria itu menyapa elkairo dan temen temen nya.


"Biasa sibuk nih" ujar leon.


Anthaleo, alfarezi, gibran, leon, dan anggota Blackvernos lainnya mengambil stik bilar.


"Gaya lu yon"


"Gw mah orang sibuk" sombong leon yang bergabung dengan gibran.


"Gak gabung El" tanya pemilik bar ini.


"Next" jawab Elkairo, pemilik bar pun mengangguk.


"Yaudah pada main dah sana lo semua, gw mau ke sana dulu" pamit nya.


"Sip" jawab alfarezi.


"Mau gimana nih?" tanya anthaleo.


"Hompimpah aja lah biar seru" ujar gibran.


"Lo kaya bocah SD aja"


"Tapi boleh lah bang di coba"


"Hayu lah gas"


"Hompimpah"


"Hompimpah"


"Argh monyet" decak leon yang kalah dari anthaleo.


"Mampus lo" leden anthaleo.


"Udah Terima nasib aja yon" ujar gibran.


"Bila bilar pun sudah tersusun dengan rapi di atas meja, mereka pun satu persatu mulai bermain sesuai dengan urutan nya masing masing.


Mereka bermain dengan serius dan fokus, sedangkan Elkairo hanya menatap mereka.


Sampai waktu balapan telah tiba, mereka keluar dari dalam bar dan berkumpul di parkiran.


Anak Blackvernos kini sudah berkumpul di area balapan, meraka tengah menunggu waktu dimulai.


"Lo siap?" tanya anthaleo.


"Hm" Elkairo hanya berdehem.


"Hati hati mereka bisa saja main curang" ujar anak Blackvernos.


Elkairo hanya mengangguk dan langsung menjalankan motor nya di garis awal bersebelahan dengan lawan nya.


Mereka bertatapan sebentar sebelum menggas motor saat aba aba di mulai.


"One"


"Two"


"There! Go!"


Bendera sudah turun dan kedua motor itu langsung melesat jauh ke depan sana, berbagai teriakan menggema di jalanan sepi itu. Sampe akhirnya Elkairo yang keluar menjadi juara nya.


"BLACKVERNOS MENANG"


"SEE"


"KITA SELALU TERDEPAN"


"BLACKVERNOS"


Banyak teriakan lainnya yang menyebutkan nama Blackvernos.


Setelah saling jabat tangan dan Terima hadiah semuanya langsung bubar, ya walaupun ada yang tinggal karena ingin melihat sesi kedua balapan ini.