Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 8



Sementara di kelas IPA 3 karalyn dan kalea yang memang sejak tadi sudah sampai si sekolah menatap heran pada bangku di sebelah karalyn.


Dimana bangku itu milik seorang Qharesa yang sampe sekarang yang belum muncul batang hidungnya, padahal sebentar lagi jam masuk.



"Si Qharesa kemana sih?" tanya kalea risau.



"Entah, kaga biasa nya dia kaya gini" jawab karalyn.



"Telat kali" sahut chasna teman sebangku kalea.



"Kaga mungkin tuh anak kan rajin banget kalau ke sekolah" ujar kalea.



"Ya bisa jadi sekarang dia telat"



"Sakit kali mangka nya gak masuk" ujar yang lainnya.



"Tapi kaga ada surat nya?"



"Udahlah tungguin aja ntar juga datang, kalau kaga ada berarti tu anak emang gak sekolah" jelas ketua kelas nya.



"Apalagi tadi di jalan kan macet parah gara gara ada kecelakaan, mungkin si Qharesa kejebak disana" ucap aizar.



"Bisa jadi tuh" sahut yang lain nya.



Kalea dan karalyn pun pada akhirnya mengangguk saja, ya semoga aja Qharesa datang telat bukan karna sakit.



"Semoga aja tuh anak telat" gumam kalea.



"Di telpon, WA pun kaga ada di bales ama dia" ucap karalyn kesal.



"Qharesa mah kaga bisa di butuhkan"



"Kenapa tuh?" tanya yang lainnya.



"Apalagi kalau lewat ponsel kaga akan dapet jawaban buru buru. Orang nya dimana hp nya dimana tuh anak" jelas chasna.



"Seketika sekelas mengangguk setuju, sebab Qharesa memang seperti itu anak nya. Jika di kelas aja suka naro hp sembarangan, kadang di atas meja tapi orang nya pergi ke toilet atau enggak pindah ke bangku lain.



Lebih parah nya lagi tuh anak pernah naro hp di kolong meja dan lupa di bawa pulang, sadar sadar saat di mintai saldo Shopee sama mommy nya.



Oke, kembali lagi pada kenyataan ini. Mereka sibuk dengan masing masing sampe akhirnya bunyi bel berbunyi.



"Beneran telat apa kaga masuk sih" kesal kalea.



"Kesel amar sih le, emang nya kenapa? Tanya kaisar, yang duduk di belakang kalea.



"Buku gw di dia masalahnya"



"Buku apa emang?"



"Sastra Inggris, bisa mampus gw kalau kaga ada tuh buku. Mana pelajaran ketiga lagi"



"Hahahaha... Mampus!" sungut kaisar.



"Dihh rese lu" kesel kalea.



Guru yang ngajar di kelas IPA 3 pun masuk memulai pelajaran nya.



£



"Telat?"



*Deg*.



Qharesa seketika menegang saat sadar suara siapa itu, tubuh Nga mendadak gak bisa digerakan.



'Mampus gw!' ujar Qharesa dalam hati.



Qharesa membalikan badan dan menatap sosok yang mengagetkan nya.



Ternyata dia adalah...



Alkaezar, ya si ketos ramah tapi bisa dingin, tegas ketika sedang serius.



"Ikut gw!" perintah alkaezar tegas.



"Males" ujar Qharesa.



"Gw gak minta persetujuan lo tapi ini perintah!" tajam Alkaezar.



Akhirnya Qharesa pun pergi mengekori Alkaezar yang udah jalan duluan, ya pastinya sambil menggerutu.



"Kata kalea kan si ketos itu ramah ya? Lah ini ramah apanya coba" gumam Qharesa.



"Males banget gw kalau harus di hukum, kenapa harus ada si ketos sih" oceh Qharesa.



Sedangkan Alkaezar sendiri sedang mendengarkan segala ocehan yang keluar dari


mulut Qharesa, tanpa sadar bibirnya menarik segaris senyuman tipis.


'*Qharesa*' lirih Alkaezar dalam hati.



Kini keduanya telah sampai di lapangan.



"Hukuman lo berdua hormat sampe jam istirahat" ujar Alkaezar.



"Gak bisa yang lain nya gitu?" tawar Qharesa.



"Bersihin toilet mau, hmm?" tanya alkaezar.




"Kok lo gak balik ke kelas?" tanya Qharesa.



"Gw di suruh jagain lo" jawab Alkaezar. Qharesa pun hanya mengangguk.



Tak terasa sudah beberapa jam Qharesa berdiri di bawah tiang bendera ini, cuaca yang panas membuat Qharesa terus saja mengeluh akan hal hal yang baru ia dapati sekarang ini termasuk keringat yang mulai bercucuran serta kulitnya yang memerah.



"Panass bangett huaa" rengek Qharesa, dan tiba tiba saja kepala nya terasa nyut nyutan mungkin karna dia belum sarapan tadi pagi, Qharesa pun ambruk tak sadar kan diri.


Tanpa basa basi Alkaezar langsung membawa tubuh Qharesa dalam gendongan dan berlari ke arah UKS.


Bertepatan dengan itu bel berbunyi dan banyak siswa-siswi yang keluar dari kelas menuju kantin.



Alkaezar terus berlari ke arah UKS. "jauh banget dah bangsat" umpat Alkaezar.



Sedangkan elkairo yang baru saja selesai latihan basket, dan akan kembali ke kelas nya mengurungkan niat nya saat melihat Alkaezar menggendong Qharesa dan berlari dengan cepat.



'*Ada apa dengan gadis aneh itu*?' tanya elkairo dalam hati.



Baru saja akan mengikuti langkah keduanya, Elkairo di hadang oleh temen temen nyabyang baru saja keluar dari kelas.



"Woyy, yuk kantin laper nih" ajak gibran.



"El kantin, lo udah selesai juga kan?" tanya leon.



"Hm"



Akhirnya elkairo mengikuti temen temen nya ke kantin, biar nanti saja ia mencari tau ada apa dengan gadis itu.



Balik lagi ke Qharesa yang sekarang sudah berada di UKS dan kini tidak hanya ada Alkaezar saja tapi sudah ada kalea dan karalyn, Ya keduanya tadi du beritahu seorang siswi yang melihat Qharesa di bawah ke UKS.



"Masih perih?" tanya Alkaezar.



"Qharesa mengangguk, "sedikit"



"Tunggu aja udah gw olesin obat juga"



"Iya"



"Tumben tumbenan dah lo telat Qhar" ujar karalyn.



"Ntar gw jelasin" ucap Qharesa yang kembali tersenyum mengingat mimpi tadi.



"Qhar lu gak sadi gila kan gara gara kepanasan?" tanya kalea bergidik ngeri melihat Qharesa senyum senyum sendiri.



"Idihh ya kagak lah" jawab Qharesa dengan sedikit nada tinggi tapi tetap tersenyum.



Karalyn pun melirik kalea dan kalea hanya mengangkat bahu.



"Lo udah ada sahabat lo kan jadi gw tinggal ke kantin ya, jangan lupa di makan tuh makanannya" ujar Alkaezar yang pamit.



"Iya" jawab Qharesa.



"Sepeninggalnya Alkaezar kini hanya ketiga nya saja di ruangan itu.



"Lo gak tau seberapa khawatir nga gw Qhar" ujar kalea.



"Tau lo, biasain kabarin dulu napa Qhar biar gak susah di carinya" timpal karalyn.



"Iya iya maaf deh"



"Gw kan bingung lo belum datang tadi, biasanya juga udah dateng. Kalau pun kaga pasti ngomong dulu" jelas kalea.



"Iya maaf, tenang aja buku lo aman kok sama gw" ujar Qharesa membahas tentang buku.



Mega menyengir "hehehe tau aja"



"Beh khawatir karna buku yang kebawa sama lo Qhar bukan lo ya" ucap karalyn.



"Paham gw mah sama otak dia" sahut Qharesa.



"Yakan kalau lo kaga sekolah bisa mampus gw pelajar sastra nanti"



"Iya iya tahu"



"Ehh btw tadi lo kenapa bisa telat?" tanya karalyn penasaran.



"Emmm kasih tau gak ya" ucap Qharesa sambil menaruh jari telunjuk nya di dahi.



"Aelah Qhar cepet ahh kasih tau, kan gak etis kalau gw meninggoy karna penasaran" sahut Kalea.



"Iya iya gw cerita"



"Asal kalian tau, kenapa gw telat karna semalem gw mimpi jadi pacar nya jaemin aargghh" ucap Qharesa sambil mukul mukul brankar yang dia duduki.



"YAKKK JINJJA?" tanya kedua nya dengan teriak kaget.



"Hemm iya jadi gw telat karna bangun tidur gw ngereog dulu" jawab Qharesa. "Sumpah gw salting bangett anjirr" lanjut nya.



"Hemm, beruntung banget lu bisa mimpi jadi pacar nya si jaem. Gw kan juga pengen" lirih karalyn.



"Udah si gapapa enggak mimpi ama bias juga, siapa tau nanti kita jadi jodoh nya bias kita" ujar Qharesa yang kembali ngehalu.



"Iyaa berdoa aja sih" pasrah kalea, dan karalyn pun ngangguk.



Ketinga nya pun menghabiskan waktu istirahat nya di UKS, yang pastinya sambil ngehalu. Lalu lanjut ke kelas untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya, begitu pun dengan Qharesa yang ikut ke kelas sekarang.



\*\*\*\*