Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 13



Setelah pulang sekolah Qharesa dan kalea memilih untuk langsung ke Gramedia. Kini kedua gadis itu sudah berada di salah satu mall yang ada di jakarta.


Satu jam di Gramedia mereka pun berjalan menuju kasir, beberapa pegawai tercengang melihat kedua gadis itu membeli novel seperti memborong satu Gramedia. Padahal tadi rencana nya mereka cuman mau beli satu, ehh malah kebanyakan.


Qharesa mengeluarkan kartu atm nya di ikuti oleh kalea, Mereka mengerahkan dia ATM mereka masing masing.


Setelah dari Gramedia mereka pun pergi mengelilingi mall bersama "Mau kemana nih?" tanya kalea.


"Makan yuk, laper gw" jawab Qharesa.


Kalea mengangguk pelan "Kuy, gw ada rekomendasi resto yang bagus dan enak" ajak Kalea dengan menarik pergelangan tangan sahabat nya.


Mereka pun masuk ke restoran yang di rekomendasi oleh Kalea, kedua gadis itu duduk di pojok agar jauh dari keramaian tentunya.


Seorang waiters datang dan memberikan buku menu "Silakan nona"


"Punya gw samain aja kaya punya lo" ucap Qharesa.


Kalea mengangguk pelan dan langsung memesan makanan untuk dirinya dan Qharesa.


Selagi nunggu makanan Kalea menatap Qharesa "Lo tau gak?"


Qharesa mendongakan kepalanya dan menatap Sahabat nya yang duduk di hadapan nya "Apa?" tanya Qharesa.


"Alvaro ngefollow ig gw" jawab Kalea menunjukan ponsel nya yang tertera nama instagram seorang pria.


Kening Qharesa mengerut "Oh, Alvaro si playboy kan?" tebak Qharesa.


"Iya, lo kenal Qhar?" ucap Kalea.


Qharesa menggeleng "Enggak, tapi dia sama siapa sih itu, Anthaleo. Ah, iya Anthaleo ngefollow ig gw udah dari lama sih, cuman baru gw folback belum lama sih" ujar Qharesa yang mengingat jika kedua pria itu memfollow ig nya.


Brakk


Saking kaget nya Kalea menggebrak meja resto. Beruntung tak ramai "SERIUS ANTHALEO NGEFOLLOW LO?" pekik Kalea.


Qharesa berdeham pelan "iya, liat nih" Qharesa pun menyodorkan ponsel nya.


Kalea menatap Qharesa "lo pake palet apa anjirr? Sampe Anthaleo si tangan kanan blackvernos follow lo?" tanya kalea heran, pasal nya sahabat dia ini sangat tidak dekat dengan cowok.


Qharesa hanya menaikan bahunya "Pelet apaan? Gw aja diem" kata Qharesa.


Kalea melihat beranda instagram milik Qharesa, gadis itu mempunyai ide jahil.


Ia langsung mencari user instagram milik Areksa, saat sudah ketemu Kalea memfollow akun Areksa dengan menggunakan akun sahabat nya. Kalea membalikan ponsel ponsel Qharesa dan tersenyum kecil.


Karna merasa curiga Qharesa menatap instagram, bola mata gadis itu melotot "ANJIRR KALEA, NGAPAIN LO FOLLOW IG NYA ELKAIRO" pekik Qharesa kaget ketika sahabat nya follow instagram Areksa dengan menggunakan akun miliknya.


Kalea mengeluarkan senyum tanpa dosa nya "hehehe kepencet" kekeh kalea.


"Kepencet apa sengaja hah! Lo sampe like semua postingannya Elkairo!" sinis Qharesa.


"Ya siapa tau dengan ini lo deket tuh sama cowok, apalagi sama seorang Elkairo" Ucap Kalea santai.


Qharesa memutar bola matanya malas.


Kalea merangkul pundak sahabat nya "Lo mau gak deketin gw sama alfarezi? Hehehehe" ucap Kalea dengan diakhiri cengengesan.


"Kalea tralala, lo tau kan gw gimana? Gw disekolah aja deketnya cuman sama lo dan karalyn doang anjirr, paling si aizar" ucap Qharesa.


Kalea menaikan sebelah alis nya "Terus?"


"Pertanyaan nya adalah, gimana caranya gw comblangin lo sama alfarezi? Sedangkan gw aja kaga kenal ama tu orang" ujar Qharesa.


"Ada bener nya juga sih" kata kalea, sedangkan Qharesa mendengus kesal.


£


Di sebuah gedung tua 7 orang remaja sedang berkumpul di lantai dua dengan duduk di tempat masing masing. Di hadapan mereka terdapat meja yang sangat lebar dan besar.


Tujuh orang itu adalah Elkairo, anthaleo, alfarezi, gibran, leon, Alvaro, dan fian. Mereka adalah anggota Blackvernos dimana anggota berisikan 7 anggota dan 1 pendiri.


Blackvernos sudah di kenal semua orang mereka selalu menjalankan misi besar, entah dalam pembunuhan berencana ataupun yang lainnya. Dan tentu itu semua sudah dapat ijin dari pihak kepolisian ataupun pemerintah.


Tapi blackvernos hanya akan membunuh orang jika dia bener bener terbukti bersalah ataupun layak di musnahkan dari bumi ini.


Tidak sedikit dari geng di luar sana yang selalu mencari masalah dengan blackvernos.


Dan tidak ada satupun yang tau bahwa mereka mempunyai sifat iblis dan Fsikopat, yang semua orang tau bahwa mereka adalah geng motor biasa anak remaja pada umumnya yang sering membuat onar.


Mungkin orang orang hanya menilai mereka dari sisi buruk dan negatif nya saja. Padahal mereka bertujuh memiliki sifat peduli dan tolong menolong yang tidak pernah mereka perlihatkan kepada semua orang. Bahkan tidak banyak yang tau jika Elkairo dan temen temennya sering membagi rezeki kepada orang yang membutuhkan.


"Jendral mana sih? Kata nya ada misi, kok dia belum datang" gerutu Alvaro.


Fian melemparkan sebuah kulit kacang pada muka Alvaro "Sabar anjing, lo kira jendral nggak punya urusan lain" ketus fian.


"Santai dong anjing" ucap Alvaro dengan ngegas.


"Lo yang santai, ngeluh mulu kerjaannya" sinis fian.


Alvaro menatap fian tajam "Ngaca goblok, lo juga selalu ngeluh kan? Apalagi kalau dapat misi yang berat" ucap Alvaro yang tak kalah sinis.


"Nggak usah fitnah anjing"


"Bukan fitnah, tapi FAKTA" ucap Alvaro menekankan kata 'fakta'


Baru saja ingin menjawab ucapan sahabat nya, tapi anthaleo lebih dulu angkat bicara "Bacot"


Alfarezi menatap datar kedua temennya "lo berdua sama, sama sama selalu ngeluh kalau dapat misi!" sambung alfarezi dingin.


Alvaro dan fian terdiam mendengar ucapan itu, sedangkan yang lain nya hanya menyimak saja perdebatan kedua temen mereka yang sangat tidak ada faedahnya.


Tidak lama pria tuxedo hitam datang dengan menggunakan masker. Ke 7 remaja itu langsung duduk dengan rapih di kursi mereka masing-masing.


"Selamat datang jendral" ucap mereka semua.


Orang yang di panggil jendral mengangguk pelan "Saya tidak mau membuang waktu, disini saya akan kasih kalian sebuah misi yang cukup besar untuk kalian semua" ucap jendral.


Jendral menyalakan laptop dan menyalakan sebuah infocus. Pria itu membuka sebuah file yang dapat di lihat oleh mereka.


"Misi kalian kali ini adalah menangkap pelaku penculikan gadis gadis remaja yang sedang ramai di perbincangan oleh semua orang"


Pria baruh baya itu menatap ke arah Elkairo dkk "Seperti yang kalian tau, jika akhir akhir ini kita selalu mendengar berita hilang nya gadis gadis remaja di sekolah, menurut saya orang ini cukup cerdik dalam menjalankan aksinya, bahkan polisi pun tidak bisa mendapatkan jejaknya" kata jendral.


"Aksi yang dia lakukan sudah banyak memakan korban, banyak keluarga yang kehilangan anak perempuan mereka yang hilang entah kemana. Feeling saya mengatakan jika mereka di jual ataupun di jadikan budak seksual oleh orang orang biadab di luar sana"


Elkairo dan teman teman nya menyimak semua penjelasan yang di terangkan oleh jendral.


"Target dia ini adalah SMA Neo Dream High School" ucap jendral dengan menatap Elkairo dan anggota yang lain, yang sedang menyimak penjelasan dari nya.


Mereka bertujuh terkaget mendengar ucapan jendral "Sekolah kami dong" celetuk gibran.


Jendral mengangguk pelan "Benar, itu makanya saya memberikan kalian misi ini. Dan saya yakin jika kali ini dia akan bermain cerdik, kenapa? Karna dia tau kalau di sekolah SMA Neo Dream High School ada kalian bertujuh" ujar jendral dengan menunjuk Elkairo dan teman teman nya.


Elkairo mengangkat tangan "Maaf jendral, saya izin bertanya" ucap Elkairo dengan sopan.


"Silahkan Elkairo"


"Bagaimana jendral tau jika dia akan menjadi kan SMA Neo Dream High School target selanjutnya?" tanya Elkairo.


Jendral membuka sebuah file yang berisikan banyak poto poto sekolah yang sudah di silang merah.


"Ini adalah sekolah sekolah yang sudah menjadi target dia. Dan kalain lihat masih ada 2 sekolah yang belum di silang merah, salah satunya sekolah Neo Dream High School" ujar jendral menunjukkan sebuah poto yang terpampang jelas di layar.


"Berarti udah banyak banget yang jadi korban penculikan ini" ucap Anthaleo yang sejak tadi diam.


Jendral mengangguk pelan "maka dari itu saya memberikan misi ini pada kalian, kalian sanggup kan?" tanya jendral serius.


Elkairo dan temen temen nya mengangguk cepat "SANGGUP" jawab mereka serempak.


Di balik masker, jendral tersenyum "Satu lagi, untuk misi yang ini kalian harus tutup misi ini dari semua orang"


"Jangan kasih tau siapapun! Entah kepada orang tua, atau pacar kalian sekalipun" tegas jendral.


Mereka mengangguk pelan "Sans aja jendral, kita pasti tutup mulut kok" ucap leon.


"Bagus. Oh iya, lakukan misi ini mulai besok dan jalani secara bersama! Jangan sendiri ataupun gegabah ya! Kalau kalian gegabah akan membahayakan misi!" tegas jendral.


"SIAP JENDRAL"


Jendral mengangguk pelan "Saya permisi dulu, saya akan perhatikan kalian dari kejauhan" ucap jendral yang langsung pergi dari markas.


\*\*\*\*