
----Flashback on---
Raffaelo pulang kerumah nya karna di suruh oleh papah nya.
Tanpa mengetuk pintu Raffaelo langsung masuk begitu saja. Tapi langkah nya terhenti karna melihat papa nya yang sedang bercumbu dengan mama sambung nya.
Ya, Raffaelo adalah anak broken home. orang tua nya sudah pisah satu tahun yang lalu dan keduanya telah menikah lagi.
Raffaelo tinggal di rumah papah nya sementara kakak perempuan nya bersama bunda nya.
"Ekhmm" Raffaelo berdehem pelan.
Papa nya langsung melepaskan ciuman nya dan langsung menatap Raffaelo datar. "Punya sopan santun, kan? Di ajarkan beri salam dulu kalo masuk rumah?" ucap papa nya datar.
Raffaelo memutar bola matanya malas "Kuping anda yang budeg, apa gimana?" tanya Raffaelo yang tak kalah dingin.
"RAFFAELO!" bentak papanya.
Papa menatap putra nya dengan tajam "Duduk!" titah papa tegas.
Tanpa membuka suara lagi Raffaelo langsung duduk di hadapan papa dan mama sambung nya.
Pria itu menatap datar papanya tanpa buka suara.
"Lupa punya orang tua?" celetuk papa.
Raffaelo mengangkat satu alis nya "Nggak kebalik tuh? Emang papa inget punya anak?" sinis Raffaelo.
"Sudahlah, males papa debat sama kamu" ujar papa.
Pria itu tersenyum sinis "Dia yang mancing" gumam Raffaelo.
"Kenapa kamu keluar dari les? Kamu tau berapa juta papa daftarin kamu buat pendidikan?!"
"Papah susah payah cari uang buat kamu, buat pendidikan kamu, tapi kamu? Malah males malesan! Les cuman 4 jam doang!" lanjut papa datar.
Raffaelo menatap papa nya datar "Salah papa, kenapa pada daftarin aku? Raffa udah bilang gak mau les di kelas 9 pa! Jawab Raffaelo santai.
"Raffa, Papa lakuin ini biar kamu pinter! Kenapa sih kamu kerasa kepala banget? Biar wawasan kamu luas!" tegas papa.
"Tapi, Raffa gak mau! Selama ini emang Raffa kurang pinter? Raffa selalu dapetin peringkat satu di kelas dan sekolah, bahkan kalo ada Olimpiade aku juga ikut"
"Papa egois tau gak! Dari kecil kenapa selalu Raffa yang di suruh belajar terus, kenapa kakak enggak?" lanjut Raffa.
"Karna cuman kamu harapan papa, Raffa. Kakak itu adalah tanggung jawab mama kalian"
"Kamu ikut papa berarti harus ikut peratuan papa! Beda dengan kakak mu, kakak kamu ikut aturan mama mu" sambung papa.
Raffaelo menatap papa nya dengan sangat kecewa "TAPI KALAU PAPA SURUH RAFFA BELAJAR TERUS, RAFFA STRES PAH!" teriak raffaelo lantang. dia merasa capek harus belajar terus, tidak di bolehkan main seperti temen temen nya. Les sana sini, ikut Olimpiade.
Plakk
Tangan papa Raffaelo melayang di pipi pria itu "SOPAN KAMU BICARA DENGAN NADA TINGGI KEPADA ORANG TUA?!" sentak papa.
Raffaelo tertawa kencang yang membuat mereka bingung "Dimanjain? Bagus dong"
"Seenggaknya mama didik Raffa tidak pake kekerasan! Mama tegas tapi tidak main tangan seperti papa! Inget pa, yang buat Raffa jadi begini siapa? Mama? Bukan. Tapi papa sendiri yang bikin Raffa jadi gini" ucap Raffaelo dingin.
Raffaelo metajap tajam mama tiri nya "Dan anda, puas kan melihat kehancuran keluarga, saya? Anda berhasil membuat membuat seorang pria menjadi korban broken home di masa remaja nya!" sinis Raffaelo dengan menunjuk wajah mama tiri nya.
"TUTUP MULUT KAMU! DIA INI JUGA MAMA KAMU RAFFA! HORMATI DIA!" bentak papa.
"MAMA SAYA HANYA MAMA VIN, TIDAK ADA YANG LAIN! BAGI SAYA DIA HANYA SEORANG PARASIT!" hardik raffaelo lantang.
Plakk
Plakk
Plakk
Raffaelo mendapat kan tiga tamparan dari papanya dengan cukup keras. Pria itu tersenyum tipis, bagi Raffa itu sama sekali tidak ada sakit nya.
Muka papa Raffaelo memerah "PERGI KAMU DARI SINI! ANAK TIDAK TAHU DIRI! MASIH MENDING SAYA MAU MENGURUS KAMU!" bentak papa.
Raffaelo pun langsung pergi ke luar rumah dan mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi, dia akan menuju ke suatu tempat untuk menenangkan pikiran nya.
Setalah beberapa menit di perjalanan Raffaelo pun sampai di sebuah club yang sedang ramai. Lalu raffaelo pun masuk.
Raffaelo meminum alkohol sampe beberapa botol, dan bisa di katakan Raffaelo mabuk berat. Setelah selesai minum, Raffaelo pun pergi keluar dengan sempoyongan dan menjalankan motor nya dengan kecepatan tinggi.
Saat di perjalanan dia merasa kepala nya sangat sakit, alhasil dia mempelankan lakukan motor nya. Tapi tiba tiba dari sebrang arah ada sebuah truck yang melaju dengan cepat dan membuat Raffaelo membelokan setir motor nya dan menabrak pembatas jalan. Akhirnya motor nya pun masuk ke dalam jurang.
Untung nya pas insiden itu ada polisi yang lagi patroli di jalan dan melihat motor Raffaelo masuk jurang. langsung saja di tolong oleh polisi dan Raffaelo di larikan ke rumah sakit.
Qharesa yang mendengar kabar itu dari kaka Raffaelo lantas langsung lari ke rumah sakit.
Sampai nya Di rumah sakit dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Raffaelo sedang di masukan ke ruang jenazah dan di ikuti keluarga Raffaelo yang ikut masuk
Qharesa pun langsung lari masuk dan memeluk jenazah Raffaelo. Dia menangis meraung ruang di sana sampe orang tua nya datang dan menenangkan nya.
---**Flashback off**---
Tanpa sadar Qharesa meneteskan air matanya, dia kembali mengingat kenangan kenangan dirinya bersama sangat mantan dulu.
"Terus pas Raffaelo meninggal gw hancur Sehancur nya, gw selalu ngurung di kamar, mungkin nyampe 3 minggu gw ngurang di kamar. Orang tua gw setiap hari nganter makanan buat gw, tapi gak selalu gw makan. Yang selalu gw lakuin nangis nangis dan nangis" ucap Qharesa.
"Sampe pada suatu hari gw buka HP, gw cari vidio di tik tok cara bunuh diri, ketika gw lagi scroll, tiba tiba ada vidio jaemin. Dan dia bilang di vidio itu 'Sijeuni makasih udah bertahan sampe sejauh ini, tetap semangat, jangan nyerah nana selalu ada di sini' kurang lebih kata kata nya gitu, dan gw sangat tertampar dengan kata katanya. Terus gw cari tau siapa itu jaemin? Setelah tau, bahwa jaemin itu di NCT. gw langsung cari Quotes Quotes jaemin dan NCT dream. Dan mulai dari itu luka gw sembuh, Dan itu berkat jaemin. Mulai dari itu juga gw ngebiasin jaemin sampe sekarang" lanjut nya.
Karalyn dan kalea pun meneteskan air matanya saat mendengar cerita Qharesa, lalu memeluk tubuh gadis itu.
"Sekarang udah tau kan alasan gw kenapa gw bisa sesayang itu sama jaemin" ucap Qharesa, setelah melepaskan pelukan nya. Karalyn dan kalea hanya mengangguk, meraka gak sanggup untuk bicara lagi.
••••••••