
Setelah kepergian jendral mereka pun saling diam, Elkairo membuka ponsel nya dan melihat sebuah notif instagram nya. Ia memperhatikan sebuah akun yang masuk ke dalam notifikasi nya.
Pria itu mengeluarkan smirk nya "stalker ternyata" gumam Elkairo.
Anthaleo yang mendengar gumamam temennya pun melirik ke arah pria itu "Siapa Stalker?" tanya Anthaleo.
"Qharesa" jawab Elkairo.
Mereka menatap ke arah Elkairo "Di Qharesa stalkerin lo? Serius?" tanya Alvaro dengan tidak percaya.
Elkairo berdehem pelan lalu menunjukan ponsel nya.
"Gw follow Qharesa dari lama, ehh baru di folback sekarang ama dia" ucap Alvaro.
"Dia jarang buka ig deh kek nya, lebih ke line sih" celetuk leon.
Fian natap leon "Tau dari mana lo?"
"Gw ada id dia, pernah chatan tapi ya gitu, cuek banget dia" ucap leon.
"Send woyy id nya, sekalian sama id mila, karalyn" kata fian, Alvaro, dan gibran bersama.
Leon mengangguk pelan dan langsung mengirim kan id ketiga gadis itu.
Elkairo menyimpan ponsel nya di dalam saku lalu menatap mereka "Kita harus pantau Qharesa, kalea, dan karalyn. Jangan sampe mereka jadi korban penculikan" kata Elkairo datar yang entah mengapa ingin melindungi ketiga gadis itu.
"Gw setuju sama Elkairo, tapi kitu juga jangan lupa sama misi, cukup kita perhatian Qharesa, kalea, dan karalyn dari kejauhan" celetuk Alfarezi yang sejak tadi diam saja.
Mereka ngangguk pelan dan membicarakan misi sebelum mereka menjalankannya besok.
Elkairo menyenderkan kepala nya di bangku kepala pria itu sangat pusing sekarang.
Gibran menatap ke arah temennya yang sedang memikirkan sesuatu "Lo kenapa?"
Elkairo menggelengkan kepalanya "Gapapa, gw cabut duluan ya" kata Elkairo.
Anthaleo menahan tangan temenya "Lo serius gapapa? Kalo ada apa apa cerita aja sama kita" ucap pria itu yang tidak percaya jika temennya tidak menyembunyikan sesuatu.
"Lo jangan kek cewe dong, setiap di tanya kenapa selalu bilang gapapa" celetuk Alfarezi.
Elkairo mendelik sinis ke arah Alfarezi. Bisa bisa nya dia di samakan dengan anak perempuan, karna kesal elkairo melemparkan sebuah penghapus mengenai Alfarezi, mereka tertawa melihat ketua mereka yang sudah kesal.
Alfarezi mengusap ngusap kepala nya lembut "Pms ye lo? Sensian banget lo kek nya" kesal Alfarezi.
"Bacot" sini Elkairo yang langsung pergi meninggalkan temen temen nya yang menatap pria itu dengan bingung.
£
Setelah hang out sama kalea tadi Qharesa memutuskan untuk pergi ke rumah nenek dari pihak mommy nya dan rencana nya akan nginep juga, tenang tadi Qharesa udah chat mommy dan daddy nya.
Qharesa pun turun dari mobil nya, lalu keluar. Setelah itu Qharesa pun masuk ke dalam rumah minimalis milik nenek.
Tok tok tok
Qharesa mengetuk pintu utama, dan tidak lama pintu terbuka dan menampilakan wajah nenek.
"Ya ampun cucu nenek kenapa gak bilang mau kesini?" ucap nenek yang langsung memeluk Qharesa.
"Hehehe suprise dong" kekeh Qharesa dengan membalas pelukan nenek.
Kami berdua pun masuk ke dalam rumah "Abang mana" tanya Qharesa yang tidak melihat abang nya.
"Ada tuh di kamarnya samperin gih" jawab nenek. Abang yang Qharesa maksud adalah cucu laki laki nenek nya yang tinggal bersama nenek nya, karna orang tuanya kerja di luar negeri.
Qharesa mengangguk pelan dan menuju kamar milik abang Qharesa, di depan kamarnya Qharesa denger abang nya ketawa sendiri.
Ide jahil pun muncul di otak Qharesa.
Brakk
Qharesa langsung membuka pintu dengan kasar "HAYO NGAPAIN LO BANG" teriak Qharesa dengan mengangetkan abang nya.
Abang gw terlonjak kaget dan langsung mengelus dada "Sialan lo bikin orang jantungan aja anjir" kesel kevin.
"Hahaha... Peace" ucap Qharesa dengan menunjukan dua jari.
"Ngapain lo kesini?" ketus abang. Ya, Qharesa dan abang nya memang tidak pernah akur jika ketemu.
Qharesa mengerucutkan bibir "Dih gak suka banget lo kek nya gw di sini etdah" cibir Qharesa.
"Iya, soal nya lo gangu gw"
"NEN---emphhh" mulut Qharesa langsung di bekap oleh abang nya dengan telapak tangan dia.
"Ya kaga usah ngadu juga princess" ucap kaka gw dengan lembut, lebih tepat nya pura pura.
Qharesa melepas tangan abang nya "Sialan tangan lo bau"
"Oh ini? Tadi gw pup terus belum cuci tangan kek nya" ucap abang dengan santai.
"JOROK LO" pekik Qharesa yang langsung membersihkan mulut.
"QHAR BAHASA MU DI JAGA YA!" teriak nenek.
Qharesa langsung meggerutu "Sial, gw lupa" gumam Qharesa yang lupa kalau di rumah nenek nya gak boleh ngomong kasar.
"Dimarahin nenek kan lo, mampus" ejek abang.
Mendengar ejekan abang gw membuat gw kesel. Selalu saja, Dia akan membalas abang nya.
£
Sedangkan di tempat lain Elkairo yang baru selesai mandi, ia pergi menuju lemari pakaian dan mengambil kaos hitam milik nya.
Teringat sesuatu yang ingin dia bicarakan kepada ayah nya, Elkairo keluar menuju tempat kerja sang ayah.
Pria itu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Vano yang sudah biasa dengan kelakuan sang anak hanya menatap datar putra nya "Ketuk dulu dugong" sindir Vano.
"Lupa" jawab Elkairo santai.
Ia menatap ayah nya yang tengah meriksa data perusahaan "Yah, kata ayah tadi di sekolah El bakal jadi target mereka. Itu artinya, jika dia berhasil menculik gadis gadis di sana sekolah akan kekurangan banyak siswi?"
Mendengar ucapan putra nya membuat Vano berhenti mengetik "Bisa di bilang begitu. Tapi kamu jangan khawatir sudah ada mata mata ayah yang mantau keadaan sekolah dari kejauhan" ucap Elkairo.
Kening Elkairo mengerut "Siapa?"
"Ada deh. Kapan kapan ayah kenalin, dia anak perempuan. Siapa tau cocok sama kamu, terus pacaran deh" sahut Vano.
Cih, Elkairo berdecih "Dikira gampang kali ya" sinis Elkairo.
Vano menaikan sebelah alis nya "Gampang dulu gw sama bunda lo bisa tuh nikah tanpa pacaran, tanpa kenalan lebih deket, satu hari ketemu langsung nikah" Ujar Vano.
Sedangkan Elkairo tercengang, bagaimana bisa orang baru ketemu pertama kali langsung nikah? Apa jaman ayah dan bunda nya memang begitu? Elkairo tak habis fikri setiap tau perjalanan masa muda kedua orang tua nya dulu.
"Udah ah ngomong sama ayah emang kaga akn menang, aku ke kamar dulu" pamit Elkairo, Vano terkekeh.
£
Qharesa baru saja sampai di sekolah nya. Gadis itu berjalan menuju kelas nya dan berjalan sendiri di Koridor sekolah yang masih sepi.
Belum terlalu banyak yang datang ke sekolah. Qharesa menaiki tangga di sekolah nya dan tidak sengaja ketemu dengan Elkairo yang baru saja turun dari lantai dua menuju lantai satu.
Gadis itu menundukan kepalanya karna malu. Qharesa tidak berani natap Elkairo karna ia yakin pria itu sudah tau dia memfollownya.
Mereka tidak saling sapa hanya saling diem. Elkairo menatap adik kelas nya dengan tersenyum tipis, pria itu pun berjalan mendekati Qharesa yang masih diam di tempat "Semangat stalking nya" bisik elkairo.
Pria itu pun langsung pergi dari hadapan Qharesa, gadis itu terdiam mematung mendengar bisikan Elkairo tadi. Qharesa mengerutuki dirinya, karna ulah temen nya dia jadi dikiran stalking ketua Blackvernos.
Qharesa menggeram kesal, ia mengeluarkan sumpah serapah untuk sahabat nya. "Jadi malu, semua gara gara kalea pokoknya!" kesel Qharesa.
Qharesa kembali jalan menuju kelas nya yang terletak di lantai dua. Gadis itu masuk ke dalam kelas dan melihat baru 5 orang yang datang.
Ia pun langsung duduk di tempatnya. Sambil menunggu sahabat nya datang, Qharesa memilih mendengarkan lagu nct dream dengan menggunakan earphone.
Kelas yang tadinya sepi menjadi ramai, satu persatu datang ke sekolah.
Tidak lama Karalyn dan kalea datang dan menghampiri Qharesa. "PAGI QHARESA" sapa kalea dan Karalyn berteriak.
Qharesa terlonjak kaget langsung mengelus dadanya "Sialan kalian" kesal Qharesa.
Kalea dan Karalyn pun duduk di bangku nya masing masing.
Kalea pun berbalik badan "Jadi gimana?" sambung Kalea.
Qharesa menaikan sebelah alis nya "Gimana? Apanya?" tanya Qharesa bingung.
Kalea menepuk jidat nya, sahabat nya pasti lupa dengan yang kemarin mereka bicarakan "Pasti lo lupa, rencana yang kemarin Qharesa" greget Kalea.
"O-oh itu? Belum hehehe" ucap Qharesa.
Kalea menepuk jidat nya "Kok bisa? Lo mah gitu masa, kan gw udah bantu lo deket sama Elkairo" ucap kalea dengan mengerucutkan bibirnya.
Plakk
Qharesa menabok pipi sahabatnya "Bantu apa hah! Kan gw gak minta buat di deketin sama tuh anak ya" sinis Qharesa.
"Woyy kalian ini lagi bahas apa anjing gw kga ngerti nyimak dari tadi" kesel Karalyn, karna tidak tau topik pembicaraan kedua sahabat nya.
"Giniya, kemarin gw sama Kalea habis dari gramed ke resto dulu. Nah, di resto si Kalea nunjukin kalau dia di follow sama Alvaro, terus gw jawab, si Alvaro mah udah follow gw dari lama. Nah, si Kalea gak percaya lalu liat ho gw. Dan si Kalea follow si Elkairo pake akun gw" jelas Qharesa panjang lebar.
"Ohh bilang dong dari tadi" ucap Karalyn.
Qharesa langsung natap Kalea kembali "Nih ya, gara gara lo si Elkairo folback gw, terus tadi ketemu dia dan dia bisikin sesuatu sama gw. 'Semangat stalking nya', kan jadinya dia mikir gw stalking dia, padahal lo yang follow instagram Elkairo lewat akun pribadi gw" ucap Qharesa.
Karalyn dan Kalea terkejut mendengar ucapan sahabat nya "LO DI FOLLBACK? ANJIRR GILA!" pekik Karalyn dan Kalea kencang.
Seisi kelas menatap ke arah mereka karna teriakan Karalyn dan kalea yang begitu kencang sehingga membuat seisi kelas penasaran dengan apa yang di lakukan ketiga gadis itu.
Dengan kesel Qharesa mencubit Sahabat nya satu persatu "Berisik kalian" gadis itu membuang nafas nya pelan lalu mengangguk pelan "Iya gw di follback, gw jadi canggung ketemu dia tadi di tangga" sambung Qharesa.
"Gapapa ada kemajuan hahaha" Ucap kalea santai, Qharesa hanya memutar bola matanya malas. Gadis itu masih sangat kesal sama sahabat nya itu, karna ulah kalea dia jadi harus menahan malu jika ketemu Elkairo.
\*\*\*\*