
Sesampainya di rumah Qharesa melihat orang tua nya yang menunggu dirinya pulang di ruang tamu.
"Mom, dad belum tidur?" tanya Qharesa, sambil mendudukan bokong nya di kursi.
"Kamu ke gramedia sampe jam segini?" tanya daddy penuh selidik.
"Enggak dad, tadi aku nyalon dulu" ucap Qharesa dengan was was.
"Kenapa gak ngabarin mommy? Bikin khawatir aja" ujar mommy.
Qharesa menghela napas lega di kira orang tua nya bakal marah ternyata tidak.
"Sorry mom tadi aku ke asikan jadi lupa kabarin mommy" Qharesa hanya menyengir.
"Kebiasan jangan di ulang, yaudah sana istirahat" suruh mommy nya, Qharesa pun mengangguk lalu pergi ke kamar nya.
Sesampainya nya di kamar Qharesa langsung menata skincare skincare nya tadi yang dia beli di salon, lalu melihat lihat album yang baru ia beli.
Di buka lembaran demi lembaran dan sampai lah di halaman poto jaemin seketika dia melongo melihat poto jaemin di album tersebut.
"AAHHHKKK" teriak Qharesa, untung nya kamar Qharesa kedap suara jadi mommy atau daddy nya gak akan bisa denger teriakan Qharesa.
"Omo omo jaem gak cape apa cakep mulu lu argh"
"Dia yang cakep gw yang repot"
"Demi apa sumpah poto itu bagus bangett jaem argh"
"Hobi banget sih jaem obrak abrik hati gw"
Qharesa guling guling di atas kasur nya sambil nyerocos sendiri saat melihat poto Jaemin, kok ada ya orang kek gitu? Padahal author juga sama kalau liat poto jaemin.
"Udah Qhar udah lu mending tidur deh dari pada ngomong sendiri kek orgil" ucap Qharesa sadar diri.
Akhirnya Qharesa pun menata album album nya lalu tidur menuju alam bawah.
£
Pagi ini Qharesa kembali ke sekolah nya, dan sekarang dia udah sampe di parkiran.
Qharesa berjalan di Koridor sekolah yang masih sepi, gadis itu menuju loker milik nya untuk mengambil buku paket pelajaran hari ini.
Karna disini sudah tersedia loker untuk menaruh buku paket.
"QHARESA" teriak kedua temen nya.
Qharesa terlonjak kaget dan menjatuhkan buku buku nya, ia menatap sahabat nya "Sialan, bikin kaget aja lo" ketus Qharesa, lalu mengambil buku nya yang jatuh. Kedua sahabat nya hanya menyengir tanpa dosa.
Mereka pun berjalan bersama di Koridor sekolah sambil bercerita ria tentang bias bias mereka.
Saat sudah di lantai 2 mereka masuk ke kelas XI IPA 3, dan langsung duduk di bangku nya masing masing.
"Ehh, Qhar lu tau gak?" tanya Kalea.
"Kaga! Orang lu belum bilang" jawab nya dengan ketus.
"Katanya anak pertukaran dari Amerika itu udah balik tau" jawab Karalyn antusias.
Qharesa mengangkat satu alis nya "siapa sih?" tanya Qharesa bingung.
"Areksa Devantara" ujar Kalea yang menyebutkan nama seorang pria yang sama sekali tidak gadis itu kenal.
"Nggak kenal"
Kalea dan Karalyn reflek melongo mendengar ucapan Qharesa.
"ANJIRR LU GAK TAU AREKSA DEVANTARA?" pekik kedua nya dengan kencang.
Qharesa menggeleng pelan "Enggak, emang dia siapa?" tanya Qharesa.
"Dia kakak kelas yang hits itu loh. Dia pinter, cuek, tapi gak dingin kaya si Elkairo, jago futsal, tajir anak donatur tetap Sekolah ini, terus ya dia juga ikut pertukaran siswa di Amerika" ucap Karalyn yang menceritakan tentang seorang pria yang bernama Areksa Devantara.
"Ohh"
Karalyn serta kalea tercengang mendengar jawaban Qharesa, karna kesel karalyn menarik rambut Qharesa "Sialan lo, gw udah cerita panjang lebar malah di jawab oh doang" kesel karalyn.
"Ya terus, gw harus apa karalyn? Kayang? Gw juga gak tau Areksa itu siapa dan begitu pun sebalik nya. Dan hubungan nya apa kalau dia udah balik dari Amerika?" ucap Qharesa santai.
"Tau ahh gak asik lo, lama lama gw sentil juga tuh ginjal" geram kalea.
\*\*\*\*