Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 17



Di sebuah kamar terdapat tiga perempuan yang tengah bercekrama. Mereka adalah Qharesa, karalyn dan kalea. Yah, karalyn dan kalea menginap di rumah Qharesa karna besok hari minggu.


"Kal, lo udh sehat?" celetuk Karalyn.


"Sehat? Emng lu sakit kal?" tanya Qharesa bingung. Kalea hanya menggeleng dia juga gak tau apa yang di maksud karalyn.


"Gini ya gw ceritain"


---**Flashback on**---


Di rumah karalyn sedang sendiri orang tua nya sedang ke luar negeri karna urusan kantor.


"Duhh kok gw gabut banget ya" gumam karalyn.


"Apa gw main aja ya ke rumah si kalea?" tanya karalyn pada dirinya sendiri.


"Yaudah lah gw kerumah si kalea aja" karalyn pun turun ke bawah dan pergi menuju rumah kalea.


Sesampainya di rumah kalea, karalyn langsung keluar dari mobil.


Tok tok tok


Karalyn mengetok pintu utama rumah kalea. Dan muncul lah wanita paruh baya yang tak lain adalah mama nya kalea.


"Ehh tante, kalea nya ada?" tanya karalyn dengan sopan.


"Ohh ada, ayok masuk" ajak mama kalea.


Karalyn pun masuk ke dalam dan langsung di arah kan ke ruang tamu oleh mama nya kalea.


"Duduk dulu kar, tante panggil dulu kalea nya" ucap mama kalea.


"Iya tan" mama kalea pun langsung pergi menuju kamar putrinya.


Setelah beberapa menit mama kalea pun kembali ke ruang tamu tapi tidak dengan kalea.


"Aduh Kar maaf ya kayak nya si kalea lagi sakit deh" ucap mama kalea dengan merasa bersalah.


"Sakit? Kalea sakit kenapa tan?" tanya karalyn panik.


"Enggak papa kar, kemarin kalea sepulang sekolah nangis kejer sampe malam. Nah, tante sama om kan panik ya? Jadi kita ke kamar kalea dan tanya kenapa. Ehh ternyata, dia bilang gini 'Mah, pah gak usah khawatir aku gapapa, cuman sedih aja bias aku sakit mah' nah dia bilang gitu kalau gak salah nama bias nya hacen" jelas mama kalea.


Karalyn melongo mendengar ucapan mama kalea. Bukan tentang kalea yang nangis kejer, tapi karna mama kalea salah bilang nama bias nya kalea. Saketika karalyn pengen ketawa terbahak-bahak tapi dia tahan.


"Haechan tan bukan hacen" ringis kalea.


"Nah iya itu, tante emang suka salah sebut, karna itu nama anak karena susah di sebut" ucap mama kalea. Karalyn hanya terkekeh.


"Terus sekarang kalea nangis kejer lagi tan?" tanya karalyn.


"Ohh enggak, tadi malahan pas tante liat dia lagi lompat lompat di kasur sambil teriak teriak. Yang tante denger kalea bilang 'Aaa akhirnya pujaan hati gw sembuh' nah tadi dia bilang gitu" ujar mama kalea.


"Ohh yaudah kalau gitu aku pulang aja ya tan" pamit karalyn, yang sudah gak tahan pengen ketawa.


"Loh emang gak mau di samperin aja?" tanya mama kalea.


"Gak usah tan gapapa" jawab karalyn. Lalu mama kalea pun mengangguk dan mengantarkan karalyn sampe depan.


Karalyn pun melajukan mobil nya dan seketika tawa nya pecah.


Bwahahaha


"Anjirr si kalea, harus gw ceritain nih di sekolah" ucap karalyn di sela sela ketawa nya.


---**Flashback off**---


"Anjirr mama gw kenapa di ceritain sih ahh" kesel kalea.


Bwahahaha


Seketika Qharesa dan karalyn ketawa terbahak bahak, kalea hanya menatap sinis kedua temen nya itu.


"Bisa bisa nya mama lo bilang kalo lo sakit kal" heran Qharesa.


"Gak tau ahh, mama gw emang gitu. Bar bar mama gw mah" jawab kalea. Karalyn dan Qharesa hanya mengangguk.


"Ehh main truth or dare yu" celetuk Karalyn.


"Boleh tuh ayok gass" jawab Qharesa dan kalea serempak.


Meraka pun main truth or dare menggunakan pulpen di putar di tengah, dan nanti kesiapa pulpen itu mengarah.


Dan yah, pulpen nya mengarah ke Qharesa.


"Etdah, baru juga mulai" celetuk Qharesa.


"Truth or dare?" tanya Karalyn dan Kalea serempak.


"Truth aja deh" pasrah Qharesa.


"Kenapa lu bisa ngebiasin Jaemin?" tanya Kalea, dan karalyn hanya mengangguk.


*Deg*


"K--kalian yakin mau tau?" tanya Qharesa dengan gugup.


"Ya iyalah" sewot keduanya.


\*\*\*\*\*