
*Kring kring kring*
Semua siswa berpekekik senang karna jam istirahat telah berbunyi. Qharesa dkk berjalan keluar kelas yang begitu sangat ramai.
Mereka berjalan di sepanjang koridor dengan biasa saja, Qharesa hanya diam di keramaian seperti ini. Samar samar gadis itu mendengar banyak bisikan dari mereka yang membicarakan sosok Areksa.
Sekolah sangat booming mendengar siswa yang bernama Areksa sudah pulang dari pertukaran sekolah di Amerika.
Jiwa kepo Qharesa semakin meronta ronta sekarang.
'Anjirr siapa sih Areksa? Kek nya heboh banget deh sekolah' batin Qharesa.
Mereka memasuki area kantin yang sudah ramai
Navya dkk menulusuri kantin yang penuh dan tidak ada lagi bangku cuman ada di pojok tempat Elkairo dkk.
"Woyy Qhar duduk sini aja" teriak aizar. ya, ternyata masih ada tiga bangku kosong di meja aizar.
Tanpa menunggu lama Qharesa, karalyn, dan kalea pun langsung duduk di meja aizar.
Kalea menatap ke arah Qharesa yang sedang menatap sekitar kantin "mau pesen apa lo?" tanya kalea.
"Samain" jawab Navya.
Kalea dan karalyn pun pergi ke tempat stand makanan favorit mereka.
Tak perlu menunggu lama akhirnya kalea dan karalyn pun kembali ke meja dengan membawa makanan pesanan mereka.
Di sela sela makan nya tiba tiba kantin menjadi sangat riuh dan berisik. Qharesa melihat anggota blackvernos memasuki kantin, tapi ia salfok pada salah satu pria yang baru ia liat. Pria berbadan tinggi dengan muka datar pria itu, tidak ada senyuman yang Qharesa liat dari pria itu.
"Itu yang nama nya Areksa" ucap karalyn dengan menunjuk seorang pria yang berjalan paling belakang.
Kenapa Areksa bisa ada di Geng Blackvernos? Jawaban nya, author juga gak tau mungkin join aja dia.
"Ohh, biasa aja" bagi Qharesa, Areksa adalah sosok yang biasa aja.
Kalea tercengang mendengar ucapan Qharesa "Mata lo katarak Qhar"
"Gw kasih tau ya, Areksa itu cowo yang selalu di incar incar sama cewek cewek, dia juga most wanted disini" lanjut Kalea.
Qharesa memutar bola matanya malas, temen nya selalu saja membahas tentang cowok. Bukan tidak suka, hanya saja Qharesa terlalu malas jika membahas cowok. Atau kah cinta Qharesa habis di bias Nya sendiri? Atau belum bisa lupain mantan nya? Jadi dia tidak tertarik dengan cowok manapun.
"Bodoamat gak peduli" acuh Qharesa.
Mereka pun kembali melanjutkan makan yang sempet tertunda karna kedatangan para geng Blackvernos yang membuat satu sekolah gempar.
Byurrr
Seorang gadis menyiram rambut Qharesa dengan jus jeruk. "Upss, sorry sengaja hahaha" ledek gadis itu dengan wajah tak bersalah sama sekali.
Qharesa tentu saja kaget tiba tiba dia di siram oleh seorang perempuan yang sama sekali tak Qharesa kenal.
Mereka adalah cabe cabean yang tak lain adalah Xapiera, oktaviani serta afya.
Qharesa pun mengangkat kepala nya melihat Xapiera dkk, Qharesa hanya diam menunggu ucapan Xapiera selanjutnya.
"MAKSUD LO APA HAH?!!" bentak aizar lantang.
Seisi kantin menatap ke arah meja Qharesa dkk, begitu pun para anggota Blackvernos yang menatap ke arah sumber keributan.
"BERANI BANGET LO SIRAM TEMEN GW"teriak karalyn.
Xapiera menatap tajam Karalyn "Heh lu tuh gak sopan ya sama kaka kelas! Gw disini kaka kelas lo!" ucap Xapiera dengan belagu.
"Baru kaka kelas aja udah gila hormat lo! Inget, cuman beda umur bukan beda nyali!" sarkas kalea dengan mendorong pundak Xapiera.
"NGELUNJAK YA LO!" bentak Xapiera menunjuk wajah kalea.
"Ohh iya gw denger kalain bertiga pecinta plastik ya?" celetuk Afya.
Qharesa mulai terpancing emosi tapi dia masih tetep diam.
"Dan gw juga tau nama bias kalian yang plastik itu" ucap oktaviani.
"Lo, haechan. Lo, jisung dan lo" ucap oktaviani menjeda ucapan nya dan menunjuk karalyn dan kalea bergantian, lalu melirik Xapiera.
"Dan lo si penyakitan itu, siapa sih namanya nya? Ohh kalau gak salah jae-" ucapan Xapiera terpotong karna tiba tiba Qharesa berdiri lalu tanpa aba aba dia menampar pipi Xapiera dengan sangat kencang, sampe sampe Xapiera menoleh ke samping.
PLAKK
"BERANI BANGET LO NGATAIN BIAS GW PENYAKITAN!" teriak Qharesa.
"ASAL LO TAU BIAS GW SEMPURNA PAKE BANGETT, LO SIAPA BERANI NGATAIN BIAS GW?! BIAS GW PUNYA SALAH APA SAMA LO SAMPE SAMPE LO KATAIN?! BERANI SEKALI LAGI LO BILANG BIAS GW PENYAKITAN, GW KELUARIN LO DARI SEKOLAH INI! URUSAN LO SAMA GW JADI NGGAK USAH BAWA BAWA BIAS GW!!!" lanjut nya, menunjuk wajah Xapiera lalu pergi dari kantin yang menjadi hening sekarang.
Karalyn serta kalea menatap Xapiera tajam "Awas aja lo, urusan kita belum selesai *****!" sinis Karalyn yang langsung menyusul temennya.
Kantin pun kembali menjadi seperti semula setelah acara drama kecil antara kakak kelas dan adik kelas.
Di meja para most wanted mereka menyaksikan drama antara kaka kelas dan adik kelas tersebut.
"Anjirr si Qharesa gw kira bakal diem aja tuh" celetek Leon.
"Itu temen temen nya juga julid banget coyy" ujar gibran.
"Lo lupa mereka kan dari dulu juga udah julid" timpal Anthaleo.
"Iya mereka kan udah di juluki sebagai ratu julid" timpal alfarezi.
"Cihh, cuman masalah ngatain bias juga sampe ngamok gitu, padahal kan tuh bias nya aja kagak tau dia hidup" celetuk Elkairo, itu mulut sarkas kali. Rasa nya author pengen jambak jambak tuh rambut Elkairo.
Anthaleo menepuk pundak Elkairo "jangan berani lo bilang gitu di depan Qharesa, mau habis lo ama dia? Sama gw aja kaga ada takut takut nya tuh anak" ucap Anthaleo, tanpa sadar Elkairo tersenyum menyeringai.
Mereka ber empat mengangguk setuju mendengar ucapan Anthaleo. Alvaro dan fian hanya menyimak, tumben mereka tidak menimbrung? Biasanya kalau soal cewek mereka langsung giat. Jawabnya nya, sakarang alvaro dan fian sedang fokus pada makanan nya, mumpung makanan gratis pikirnya.
£
Setelah di siram oleh Xapiera, Qharesa pun pergi ke kamar mandi buat bersihin seragam sekolah.
Karalyn dan kalea juga ikut dengan muka bete nya.
"Geram banget gw tuh ama si jablay" ketus Kalea.
"Sama gw juga pengen cakar cakar tuh muka nya yang sok banget itu" lanjut karalyn dengan sinis.
"Oiya tadi kenapa juga lo diem pas di siram? Ehh pas ngatain bias lu langsung labrak tuh" tanya Karalyn
"Yee yakali gw harus diem gitu bias gw di gituin? Ohh tentu TIDAK" sinis Qharesa dengan menekankan kata 'tidak'.
"Ehh nanti anter gw ke Gramedia yuk" celetuk kalea.
"Heh mau apa lagi kalea, kemarin kita kan udah ke Gramedia" ucap Karalyn geram.
"Gw mau beli novel kemarin kan kaga ada, katanya sekarang ada" ucap kalea. Karalyn serta Qharesa hanya ber 'oh' ria.
"Gw kaga bisa ikut kalian berdua aja ya, gw ada acara keluarga" ujar Karalyn merasa tak enak.
"Ohh yaudah gapapa gw ama kalea aja" ujar Qharesa.
£
Ketiga gadis itu keluar dari dalam toilet, saat didepan toilet Qharesa dkk bertemu dengan Areksa dan aizar. Mereka bertiga hanya saling diam, Areksa dan aizar menatap ketiga gadis yang ada di hadapan mereka.
Aizar menghampiri Qharesa "lo gapapa kan?" tanya Alvaro.
Qharesa tersenyum tipis lalu mengangguk "Gapapa kok cuman di siram doang lagian" sahut nya pelan.
Areksa menatap Qharesa datar "Inget dia yang lo bangga banggain, gak tau lo hidup" kata Areksa yang langsung pergi meninggal kan mereka.
"Maafin dia ya, dia emang gitu. Kalo ngomong suka nyelekit, jadi jangan di masukin ke dalam jantung ya" ucap aizar dengan menepuk pundak Qharesa, Lalu pergi menyusul Areksa.
Qharesa menganggukan kepalanya "iya santai aja" kata Qharesa.
Karalyn serta kalea tercengang mendengar perkataan Areksa tadi, sangat menusuk di jantung bahkan sampe paru paru.
"Buset dah, tu mulut kalau ngomong suka bener" celetuk karalyn, dengan lirihan di akhir.
"Menolak sadar" sahut kalea.
Qharesa menaikan bahunya, tidak sama sekali di masukan ke dalam hati perkataan Areksa tadi, toh dia juga sering mendengar perkataan itu untuk dirinya.
"Ehh kok bisa ya si Aizar sama si Areksa?" tanya karalyn.
"Entahlah kaga tau gw, mending nanti tanya aja sama si orang nya" sahut Qharesa, lalu mereka pun pergi dari depan toilet.
\*\*\*\*