Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 26



Qharesa menuruni tangga rumah nya dengan menenteng tas ransel, di bawah ia melihat daddy nya sedang membaca koran di meja makan, sedangkan mommy nya tengah memasak. Ia pun menghampiri keduanya.


"Mom, dad aku berangkat sekarang ya, sarapan nanti aja di sekolah" ucap Qharesa.


"Loh kenapa?" tanya daddy.


"Enggak papa dad mau aja sesekali" ujar nya. Daddy nya hanya mengangguk.


"Yaudah sana, awas jangan sampe nggak makan!" ancam mommy, yang tengah berjalan membawa makanan.


"Iya mom" kata Qharesa, lalu ia pun pergi ke luar rumah.


Gadis itu memasuki mobil nya yang beberapa hari ini tidak ia pakai. Qharesa menjalankan mobil nya dengan kecepatan rata rata.


Seperti biasa jika kota jakarta akan ramai di jam jam segini. Karna banyak orang yang akan berangkat ke kantor, sekolah, dan lain lain.


Qharesa menatap ke arah spion, di belakang nya terdapat tujuh motor sport hitam yang sangat ia kenali.


"PRINCESS KITA IZIN KAWAL DARI BELAKANG YA, BIAR PRINCESS NGGAK LECET" ucap Alvaro dan leon yang sedikit berteriak.


Qharesa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Padahal tadi Qharesa sudah chat Elkairo agar tidak datang ke rumah nya karna dia mau berangkat sendiri, tapi bukan Elkairo namanya kalau tidak membantah perkataan gadis itu.


Dari belakang Elkairo mengawalin Princess mereka, kalea yang ikut dengan motor Anthaleo, dan karalyn dengan motor Alfarezi.


Sekitar 40 menit kemudian mobil sport milik Qharesa memasuki kawasan Sekolah Neo Dream High School dan di ikuti dengan tujuh motor sport. Qharesa menaruu mobil nya di parkiran sekolah, gadis itu turun dari mobil dan menghampiri sahabat nya yang baru saja turun dari motor Anthaleo dan Alfarezi.


Qharesa merangkul kedua pundak temen nya "Tumben lo bawa mobil lagi?" ucap Karalyn.


"Lagi pengen aja, nanti jalan jalan yuk. Udah lama loh kita nggak naik mobil bertiga" kata Qharesa.


"Boleh lah gass" ujar kalea dan karalyn dengan semangat 45.


Sedangkan Elkairo dkk hanya menyimak percakapan ketiga gadis itu, Elkairo menarik tangan Qharesa dan membawanya jauh dari parkiran. Kalea dan karalyn mendengus kesal, setiap mereka sedang mengobrol dengan sahabat nya malah di bawa kabur oleh Elkairo.


Karalyn berdecak kesal "Ck, Elkairo sialan, nggak bisa apa dia sehari gitu nggak bawa kabur sahabat gw?" kesal karalyn terhadap Elkairo.


"Yang sabar mbak karalyn, ini ujian untuk anda" celetuk fian.


"Si Elkairo kaya nya udah nggak bisa jauh dari Sahabat kita kar" ucap Kalea.


Elkairo membawa Qharesa ke kantin, kini mereka berdua duduk di pojok. Qharesa menatap Pria yang ada di hadapan nya dengan bingung, kenapa dia di bawa ke kantin? Dan kenapa hanya mereka berdua saja?


Seorang penjual bubur membawakan dua mangkok bubur ayam, Elkairo mengucapkan terimakasih kepada sang penjual "Makan, lo pasti belum sarapan kan?" tebak Elkairo.


"Udah cepat makan gak usah banyak omong" ucap Elkairo datar.


Akhirnya Qharesa pun mengambil semangkok Bubur itu lalu memakan nya, tanpan sadar jika Elkairo tersenyum tipis melihat gadis itu makan.


Setelah sarapan keduanya bangkit dari tempat duduk, Elkairo meletakkan uang seratus ribu di atas meja. Ia merangkul pundak Qharesa, mereka berdua keluar dari area kantin dan memilih untuk ke kelas. Sepanjang jalan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, tidak ada yang berani menghujat Qharesa karna dia ada di samping Elkairo.


Qharesa mendongak kan kepalanya dan menatap Elkairo yang lebih tinggi daripada dirinya "Kak, gw mau ke toilet dulu, lo duluan aja ke kelas" ucap Qharesa.


Elkairo menggelengkan kepalanya "Gw anter!" Qharesa tercengang mendengar perkataan pria itu, dia hanya ingin pergi ke toilet doang padahal loh "Nggak nerima penolakan!" cela Elkairo ketika Qharesa membuka suara.


Qharesa hanya pasrah saja sekarang, gadis itu berjalan duluan ke toilet karna sudah tidak tahan. Ketika sudah sampe di depan toilet ia melihat ada Anthaleo dkk di depan toilet, tanpa menyapa dia langsung masuk ke dalam toilet perempuan karna sudah kebelet juga.


Alfarezi menatap ke arah Elkairo "Bro yang kemarin lo sama Anthaleo udah nemu orang nya" tanya pria itu, Elkairo menggelengkan kepalanya, dia bingung mau ajak siapa untuk ikut kedalam misi nya ini.


Pikiran Elkairo juga tertuju kepada Tiga gadis yang sekarang ada dalam lindungan mereka. Bagaimana kalau mereka terluka saat dirinya dan teman teman nya tidak ada di samping ketiga gadis itu? Apalagi Qharesa.


Di dalam Toilet Qharesa baru saja selesai buang air kecil, gadis itu menghampiri kedua sahabat nya yang tengah berdiri di depan kaca "Qhar, lo risih nggak sih kalau di jaga ketat sama Elkairo dkk kaya gini" tanya Kalea.


Qharesa menatap sahabat nya lalu bersender di wastafel "Ya gimana? Mau di bilang risih ya pasti, apalagi kita cuman ke toilet aja mereka sampe ngawal loh. Mau pergi juga nggak bisa, kita dalam genggaman mereka kan"


Karalyn membuang nafas nya dengan kasar "Sumpah ya masa ke toilet aja sampe di kawal sih?"


Qharesa menaikan bahu nya. Ketiga gadis itu menatap ke arah pintu toilet yang terbuka, seorang gadis masuk ke dalam toilet dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Qharesa, karalyn, dan kalea saling melemparkan tatapan ketika Xapiera masuk ke dalam toilet.


"Udah yuk keluar" ajak Qharesa.


Mereka bertiga keluar dari dalam toilet. Saat sudah di luar mereka pun memilih untuk pergi ke kelas, Kecuali Alfarezi. dia tetep di depan toilet, dia sedang menunggu seorang gadis yang ada di dalam toilet. Para sahabat nya tidak sadar jika dia masih ada di depan toilet, Alfarezi berharap tidak ada yang sadar.


Tidak lama Xapiera keluar dengan mengelap sudut bibir nya yang basah. Alfarezi mencekal tangan gadis itu ketika Xapiera ingin menghindari nya "Gw perlu bicara sama lo sekarang" ucap Alfarezi.


Xapiera menepis tangan Alfarezi dengan kasar "Nggak ada buat gw bicara sama orang kaya lo" sinis Xapiera.


"Mau sampe kapan lo ngehindar dari gw hah? Please kasih gw waktu buat ngomong sama lo" kata Alfarezi.


Xapiera terkekeh pelan lalu menatap Alfarezi dengan datar "Buat apa? Ingett ya, lo sendiri yang buat kaya gini!" tegas Xapiera.


"Please, kasih gw kesempatan buat ngomong sama lo" ucap Alfarezi.


Xapiera tidak menggubris ucapan Alfarezi, gadis itu memilih untuk pergi dari hadapan Alfarezi dan membiarkan pria itu terdiam di depan toilet. Xapiera berjalan menuju kelas nya, dia berharap jika Alfarezi tidak mengejarnya.


••••••