
Qharesa memarkirkan mobil sport nya dengan rapi, banyak sorot mata yang melihat ke arah nya.
'*Wahhh mobil nya keluaran terbaru cok' celetuk salah satu siswa*.
'*Keren banget euy, Udah cntik, tajir lagi' gumam salah satu siswa*.
'*Kece pisan euy' sahut salah satu siswa*.
Qharesa tak menghiraukan mereka yang berbicara tentang dirinya, kemudian memakai headset di telinganya sehingga ia tak mendengarkan suara celotehan yang tak berguna itu, mending dengerin lagu nct dream, Pikirnya.
Qharesa pun sampai di kelas nya dan langsung duduk di samping karalyn.
"Ngapain lu nimbrung ma cewek cewek njirr" tanya aizar pada KAISAR dan GALLEO, Yang tak lain adalah temen nya.
"Emang nya kenapa? Seru tau" jawab Galleo.
"Bener banget yakan gril" sahut Kaisar.
"Yoi dong" balas Qharesa tersenyum.
"Yaudah gw join dong" ucap aizar yang tak punya malu, sudah negur temen temen nya ehh malah ikutan.
"Idihh si najiss" ucap kalea sambil mendelik.
Setelah beberapa saat guru yang mengajar di kelas XI IPA 3 akhirnya memasuki kelas untuk melakukan pembelajaran pertama.
Setelah melewati dua mata pelajaran kini waktunya bagi para murid untuk istirahat, waktu yang di berikan untuk istirahat selama tiga puluh menit.
"Waktunya ke kantin" seru kalea.
"Iya udah laper nih" ujar aizar.
"Lo siapa?" tanya Qharesa.
"Kenalin gw Aizar Edinarta cowok ganteng yang kan setia bersama mu" ucap aizar mengulurkan tangan nya.
Sontak Qharesa menepis tangan aizar dan bergidik ngeri.
"Ayo ke kantin" ajak karalyn.
"Kita ikut ya?" ucap kaisar.
"Ngapain?" tanya kalea heran.
"Ya ikut makan lah" ujar kaisar.
"Galleo sama pacar nya, lah masa kita berdua doang" ujar aizar.
"Yaudah ayo" ajak karalyn.
"Bye galleo kita pergi dulu" ucap kaisar.
"Terserah" balas galleo lalu pergi ke luar kelas untuk menghampiri kelas acha.
Sesampai nya di kantin mereka langsung memesan makanan, sembari menunggu pesanan datang, mereka bercerita satu sama lain.
"Tuh liat siapa yang datang" celetuk aizar melirik ke arah galleo dan acha.
"Hai aizar, Hai kaisar" sapa acha.
"Hai juga acha" balas aizar dan kaisar bersamaan.
"Oh iya dia siapa? Kok gw gak pernah liat? " tanya acha sambil menunjuk Qharesa.
"Kenalin gw istrinya jaemin" Ucap Qharesa lantang, sontak membuat semua orang melongo mendengar ucapan Qharesa.
"Cantik cantik kok pada suka plastik" sindir aizar.
"MAKSUD LO APA HAH??!! NGATAIN COWOK KITA PLASTIK!!!" teriak Qharesa, karalyn, dan kalea bersmaan, Membuat seisi kantin kaget.
"Etdah anjirr kompak amat" ucap aizar tanpa berasa bersalah.
"Sekali lagi coba lo bilang" ucap Qharesa, sambil menjambak rambut aizar, di lanjut kalea dan karalyn.
"Ehh iya iya sorry dah sorry reflek gw" ujar aizar sembari meringis memegang kepala nya yang hampir copot, sontak drama tersebut membuat seisi kantin terbahak.
"Ehh eh udah kok malah berantem, jadi lo siapa?" lerai acha, lanjut menunjuk Qharesa lagi.
"Ehh sorry, kenalin gw Qharesa baru pindah dari korea" ucap Qharesa sembari mengulurkan tangan nya.
Acha membalas uluran tangan Qharesa "gw acha pacar nya galleo" balas nya tersenyum.
"Ohh oke, gw kesana bentar ya lupa gak beli minum" balas Qharesa lalu beranjak pergi.
Qharesa kembali dengan membawa jus alpukat, namun Qharesa tak memperhatikan jalan nya dengan benar sehingga tersandung dan menabrak Elkairo si kulkas berjalan.
*BRUK*
Baju elkairo basah terkena jus alpukat yang Qharesa bawa, semua yang ada di kantin langsung diam sembari menatap Qharesa dan Elkairo yang menjadi sorotan.
"Opss sorry, gw gak sengaja" ucap Qharesa kemudian mengeluarkan sapu tangan nya untuk membersihkan baju elkairo yang basah.
"Kalau jalan pake mata!" ketus Elkairo.
"Goblok ya lo? Dimana mana jalan pake kaki" ketus Qharesa.
Elkairo hanya menatap tajam mata Qharesa.
"Apa hah?! Sok sok an natap gw tajam, lu kira gw bakal takut gitu? Oh tentu saja TIDAK" ucap Qharesa dengan menekankan kata tidak.
"Minggir" Elkairo mendorong keras tubuh Qharesa, karna tubuh Qharesa tidak seimbang jadi lah Qharesa hampir terjatuh untung nya Elkairo reflek menangkap nya.
Manusia manusia yang melihat adegan tersebut pun langsung bertiriak histeris.
'*Aaaa Qharesa tukeran posisi dulu yuk*'
'*Qharesa lu beruntung banget sihh*'
'*Gw gak liat sumpah*'
'*Fiks si Qharesa perempuan paling beruntung*'
Begitulah kira kira teriakan orang orang yang ada di kantin, tepat nya para fans elkairo.
'*Shitt, ini kenapa jantung gw*' ucap elkairo dalam hati.
'*Ini cowok kalau di liat dari deket ganteng juga ya, ehh inget Sa lu punya Jaemin*' ujar Qharesa dalam hati.
"WOYY PELUK PELUKAN TAU TEMPAT DONG, KASIAN INI YANG JOMBLO" teriak aizar yang udah jengah mendengar teriakan teriakan para kaum hawa di kantin. Ehh atau jangan jangan aizar cemburu?
Qharesa pun tersadar dan segera bangkit "lancang ya lu peluk peluk gw" sahut Qharesa stelah sadar sembari menunjuk wajah elkairo.
"Gak usah tunjuk tunjuk gw!" jawab elkairo dengan tegas.
"Qharesa baru aja kemarin di ingetin jangan deket deket sama dua cowok itu" gumam karalyn
"Habislah" sambung kalea
"Itu si kulkas kenapa gak marah njirr, masa tatapan nya datar gitu" ujar galleo.
"Minimal teriak kek, marah kek" kesel kaisar
"Ck, apaan sih" sungut aizar.
Elkairo pun langsung meninggal kan qharesa yang masih berdiri di situ.
"Main nyelonong aja kaga mau minta maaf gitu ama gw?" gumam Qharesa, yang masih bisa di denger oleh elkairo. Elkairo pun berbalik kemudian menatap lekat manik mata Qharesa.
"Ck, apa lagi" ketus Qharesa.
"Urusan kita belum selesai" ucap Elkairo lalu pergi menuju kursi nya yang ada di pojok. Qharesa hanya mengangkat bahu acuh, kemudian kembali duduk bersama temennya.
"Uhuyy.. Acie acie paketu" goda gibran, yang udah melihat ketua nya itu duduk.
"Kenalin dong el sapa tuh cewek" ucap zalleon yang kerap di panggil leon.
Gibran dan leon memang paling absurd dari yang lain, sebelas dua belas lah sama aizar. Sedangkan alvaro, dan Haider. Cowok paling receh, suka menggoda cewek cewek cantik di sekolah, dan kerjaan nya tebar pesona. Dan yang terakhir anthaleo dan alfarezi, kedua manusia itu adalah yang paling kalem, lebih tepatnya dingin. Tapi, tak sedingin Elkairo.
"Cabut" titah elkairo pada semua temen nya, ia sudah gak mood di kantin. Lalu elkairo pun berdiri dan langsung pergi ke luar.
"Lah terus ini gimana ama makanan nya el" teriak haider, elkairo tak menggubris teriakan haider barusan. Dengan cool nya elkairo tetep berjalan, ke enam temen nya pun langsung menyusul Elkairo ke luar kantin.