Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 24



Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan bagi Qharesa. Kenapa? Masa iya tiba tiba ada ulangan bahasa Jepang, mana Qharesa belum belajar. Bukan Karna males, tapi emang guru nya aja yang selalu ngajak berantem, ulangan kok dadakan udah kaya tahu bulat aja, Pikir gadis itu.


Pengen bolos tapi tuh guru killer banget. Qharesa menatap kertas hvs yang ada di atas meja dengan bingung, kagak ngerti bahasa nya dan soal yang ada di dalam kertas ujian itu. Kalau soal bahasa Jepang Qharesa nyerah, kalau bahasa Korea boleh aja karna bisa di sebut Qharesa sangat pasih bahasa Korea.


"Ssstt kar" panggil Qharesa dengan berbisik.


Karalyn berdehem pelan lalu melirik ke arah sahabat nya "Apa?" tanya Karalyn.


"Nomer 20 apaan?"


"Ngasal gapapa ye? Lo tau kan gw lemah di bahasa Jepang" jawab Karalyn pelan.


Qharesa mengangguk pelan pertanda tidak apa apa "Sans"


Karalyn menggeser kertas ulangan mengarah ke sahabat nya "Tuh contek aja" ucap Karalyn.


Seorang guru memperhatikan dua gadis itu yang sedang mengobrol "KARALYN, QHARESA! KENAPA KALIAN RIBUT HAH?! KALIAN NYONTEK YA?!" teriak bu Alfa.


Karalyn dan Qharesa tersentak kaget, bahkan kalea pun tersentak kaget karna sahabat nya di teriakin bu Alfa.


Karalyn dan Qharesa hanya tersenyum tanpa dosa dan saling melemparkan tatapan, Karalyn menggelengkan kepala nya "Ibu nggak boleh fitnah bu, kita ngobrol karna tadi Qharesa minjem tipe-x bu" bohong Karalyn yang mencari alasan agar tidak di curigai oleh guru nya itu.


Bu Alfa menatap keduanya dengan sangat intest "Benar begitu, Qharesa?" Qharesa pun langsung mengangguk dengan cepat "Yaudah, jangan sampe jawaban kalian sama! Awas aja kalo sama, ibu kurangin nilai kalian berdua!" lanjut bu Alfa.


Kalea mengerut kan kening nya mendengar ucapan gurunya itu "Loh, kok gitu? Kan soal nya sama jadi jawaban nya sama lah bu. Kalau jawaban nya sama semua berarti salah ibu, kenapa bikin soal nya sama?" ucap Kalea santai, bibir nya sudah gatel dari tadi ingin menjulidi guru nya itu.


Skakmat


Bu Alfa terdiam mendengar ucapan Kalea yang membuat dia kalah stak sama murid nya. Qharesa dan karalyn pun mati matian menahan tawa di belakang kalea.


Seisi kelas sudah tidak kaget jika Kalea akan debat dengan para guru, Kalea di kenal sebagai cewek paling julid dan jago debat, bahkan karalyn pun kalah dengan gadis itu.


Kalea tidak akan melihat gender dan umur, karna gadis itu akan sangat ceplas ceplos jika sudah kesal atau kehilangan kesabaran dirinya.


"Terserah kamu lah" di liat liat bu Alfa sudah depresi.


Setelah selesai ulangan Qharesa dkk pun langsung mengumpulkan ulangan kita lalu keluar dari kelas dan menunggu di depan kelas sampe jam istirahat datang.


Skip istirahat


Bel istirahat pun sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu. Qharesa dkk keluar dari dalam kelas mereka. Di depan kelas mereka kaget melihat Elkairo dkk yang sudah bersender di tembok dengan muka cool mereka, tapi tidak dengan gibran dan leon yang sedang nge ghibah ala emak emak. Ada juga alvaro dan fian yang sibuk menggoda adik kelas mereka.


"Ngapain lo semua disini?" tanya Kalea.


Gibran menatap kearah Kalea "Sensi banget sih lo, kita jemput lo pada aja biar bareng ke kantin" sahut gibran.


"Lah, emang kita minta di jemput sama kalian apa? Perasaan nggak deh" ucap Kalea santai.


Gibran mendengus kesal "Yaudah kita jemput Qharesa sama Karalyn aja, sono lo jauh jauh" ketus gibran.


Kalea melotot lalu berkacak pinggang "Heh kok gitu? Maksud lo apa hah?!" ucap Kalea dengan menggunakan nada tegas.


"Berisik" ketus Anthaleo.


Alfarezi menggelengkan kepalanya "Bacot banget lo berdua, noh liat Qharesa sama Elkairo udah ke kantin duluan, si karalyn juga itu sama si Leon" ucap Alfarezi dengan menunjuk kelima remaja yang sudah ke kantin duluan meninggalkan mereka semua.


"QHARESA, KARALYN TUNGGU GW WOYY!" teriak Kalea yang langsung lari menyusul sahabat nya.


Kelima pria itu menutup telinga mereka "Selain julid, ni anak juga toa banget ye. Herman gw emaknya ngidam apaan sih? Bisa sampe punya anak modelan Kalea" ucap Gibran heran.


Mereka pun langsung menyusul yang lain ke kantin.


Di kantin Qharesa duduk di samping Elkairo. Tidak lama Kalea datang dan langsung memukul pelan pundak kedua sahabat nya "Kok kalian ninggalin gw sih?"kesal Kalea.


Para sahabat Elkairo pun datang bersama. Kantin menjadi riuh melihat kedatangan mereka semua. Alvaro dan fian tidak lupa untuk menebarkan pesona mereka, bahkan kiss bye kepada para penggemar mereka yang ada di kantin.


"Siapa yang pesen?" tanya Leon.


"Gibran sama Kalea" jawab Qharesa dan alfarezi secara bersama.


"Yaudah, woy toa ikut gw" ajak Gibran.


Kalea terbelalak mendengar ucapan Gibran "MAKSUD LO APA MANGGIL GW TOA HAH?! DASAR KADAL BERACUN!" pekik Kalea.


"Bangsat lo manggil gw kadal beracun? Ngajak ribut lo?" ujar Gibran yang tak kalah ketus.


Kalea mengulung lengan seragam nya "Ayo kita ribut" ucap Kalea.


"BACOT" bentak Qharesa dan Elkairo bersama.


Kalea dan Gibran langsung terdiam mendengar bentakan dua orang itu. Bukan hanya mereka, tapi seisi kantin juga terdiam dan langsung menjadi sepi. Padahal tadi rame, ketika mendengar bentakan dari Qharesa dan Elkairo seketika sepi kaya hati yang baca.


"Mampus udah ngamuk" gumam Karalyn.


Elkairo menatap tajam Gibran dan Kalea "Kalo lo mau debat sana di lapangan! Jangan disini, orang mau makan bukan mau dengerin bacotan lo berdua!" tegas Elkairo dengan penuh penekanan.


"Udah sana pesen makanan" celetuk Anthaleo datar.


"Gw gak usah, ada urusan mendadak"ucap Alfarezi yang membuat mereka menatap pria itu.


Anthaleo menaikan sebelah alisnya " Mau kemana lo?" tanya Anthaleo.


"A--anu gw harus balik, iya balik. Mama gw ajak ke rumah oma hari ini" jawab Alfarezi gugup.


Leon mengerutkan kening nya "Bukan nya oma lo udah mati ya?" kata Leon.


Alfarezi semakin gugup mendengar perkataan teman nya "Mmm itu ya, gw ada kumpul keluarga biasa kok" ucap Alfarezi.


"Oh yaudah, salam ya buat yang lain" ucap Leon.


Pria itu mengangguk pelan dan langsung pergi dari kantin.


Elkairo menatap kepergian Alfarezi dengan dalam, ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Alfarezi. Tapi elkairo langsung menepis semua isi pikiran negatif nya, dia tidak mau memikirkan hal negatif tentang sahabat nya sendiri.


Kalea dan Gibran pun pergi memesan makanan untuk mereka.


Qharesa hanya diam tanpa membuka suara, dirinya merasa canggung duduk di tengah tengah para anggota Blackvernos, Ia pun membuka HP nya dan melihat tik tok mengalihkan atensi nya agar tidak canggung canggung amat.


"Edan ya ni orang? Main shiper shipper cowok gw, udah jelas jelas lebih cantik gw daripada si winter. Itu kalau jaemin udah fublish kalau gw cewek nya mampus lu pada, bakal jadi hari terpatah sedunia sih" geram Qharesa tak habis fikir dengan tiktozen.


"Udah Qhar udah gw tau kok, kalau lo emang lebih cantik dari pada si winter. Udah gapapa biarin aja itu tiktozen yang shipper shipper cowok kita sebenarnya gak diajak" ucap Karalyn.


Para anggota Blackvernos menganga mendengar ucapan kedua gadis itu. Beberapa orang yang mendengar ucapan Qharesa dan Karalyn pun menoleh ke arah gadis itu.


"Astaga Qhar itu di tempat umum" bisik Karalyn.


Qharesa terlonjak kaget dan langsung menatap sekeliling kantin, dia meringis pelan saat melihat tatapan orang orang yang tertuju padanya. Dia hanya tersenyum tanpa dosa.


Tidak lama Kalea datang dan di ikuti oleh Gibran di belakang. Mereka duduk dan memeberikan pesanan makanan kepada para sahabat mereka yang sudah menunggu di meja tempat mereka berkumpul.


Mereka pun makan dengan tenang tidak ada keributan keributan di kantin termasuk keributan yang di sebabkan oleh Kalea dan Gibran.


£


Sorry gess baru up lagi... maafin yaa