Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 25



Di tempat lain Elkairo dan teman teman nya tengah berkumpul di dalam kamar Elkairo. Alfarezi menatap para sahabat nya, dia belum lama datang "Gw ada petunjuk untuk menyelesaikan misi ini, hanya saja gw butuh satu orang lagi untuk membantu kita" celetuk Alfarezi.


Elkairo dan yang lain mendengar celetukan Alfarezi pun langsung merubah posisi mereka jadi duduk. Katujuh pria itu membuat lingkaran dan Alfarezi mulai menjelaskan caranya supaya misi mereka cepat selesai.


Fian menatap ke arah temannya "Ini resiko nya tinggi loh, lo yakin bakal berhasil?" ucap Fian yang sedikit kurang yakin dengan rencana teman nya.


"Yakin, tapi kita jalanin misi nya nggak disini. Di luat daerah, yang dimana tempat orang itu tinggal dan menyekap para gadis yang hilang tanpa jejak" Ujar Alfarezi.


"Luar jakarta maksud lo?" tanya anthaleo.


Alfarezi berdehem pelan, dia sudah memikirkan mateng mateng rencana nya. Dan hanya cara ini supaya misi mereka cepat bebas.


Elkairo mengangguk setuju "Oke, lusa kita berangkat. Gw bakal ijinin kalian, dan untuk satu orang itu akan gw yang urus" yang lain hanya menurut saja apa perkataan ketua mereka.


"Gw harap nggak akan ada kendala, dan semoga kita semua nggak akan ada yang terluka" ucap Gibran.


"Berdoa aja bro" ucap Leon.


"Tau, cuman gw berharap aja salah satu dari kita nggak akan ada yang terluka. Terlebih lagi Elkairo, gw inget dia selalu terluka kalo menjalankan misi" kata Gibran.


Elkairo tersenyum tipis "Yaelah, paling gw kenapa sih? Kena tembak doang atau nggak kena tusukan" ujar Elkairo.


Anthaleo menonyor kepala Elkairo "Nggak usah belagu lo. Lo nya ngerasa gapapa, kita kita yang khawatir sama lo" celetuk Anthaleo.


"Lo pada aja yang alay" kata Elkairo.


Anthaleo dan kelima temen nya saling melemparkan tatapan, ke enam pria itu saling memukul Elkairo dengan bantal yang ada di atas ranjang.


"AYO SERANG ELKAIRO KAWAN KAWAN!" teriak alvaro dengan lantang.


Mereka pun langsung menyerang Elkairo dengan bantal. Dan terjadi lah aksi perang bantal, ketujuh pria itu saling memukul dengan bantal yang di pegang masing masing. Elkairo terkejut karna mendapatkan serangan mendadak, pria itu bangkit dan menyerang balik teman teman nya.


Di balik pintu vano menyaksikan ketujuh anak remaja tengah berperang bantal "Dasar bocah" gumam Vano.


Tapi dia senang, jika anak nya dan para sahabat Elkairo selalu akur dan kompak seperti ini. Walaupun kelakuan mereka terkadang seperti anak kecil dan minus Akhlak.


£


Kini ketujuh pria remaja tengah berkumpul di sebuah warung, mereka memilih untuk bolos sekolah karna malas dengan mata pelajaran hari ini. Seorang pria hanya diam saja, dia terus memikirkan seorang gadis yang membuat nya galau banget sekarang. Tujuh pria itu Elkairo, Anthaleo, Alfarezi, Leon, Gibran, Alvaro, dan Fian. Dan orang yang sedang galau adalah Elkairo, dia bingung harus bagaimana sekarang, jika nanti dia pergi menjalankan misi bagaimana dengan gadis nya? Siapa yang akan melindungi gadis nya itu.


Anthaleo melirik ke arah Elkairo yang hanya dian saja "Lo mikirin gimana Qharesa nanti?"


Elkairo berdehem pelan "Menurut kalian gimana? Apa kita ajak Qharesa, karalyn dan kalea ikut dalam misi ini? Kan kemarin Alfarezi bilang kalo bukan hanya kita yang menjalankan misi, nanti akan ada beberapa anggota yang lain ikut" ucap Elkairo.


"Kalo kata gw sih jangan, ini bahaya loh, Qharesa dkk juga perempuan, walaupun disana ada perempuan juga. Cuman mereka berdua nggak ada pengalaman apapun tentang misi ini" kata Leon.


"Nah bener, mending jangan deh" timpal Gibran.


Anthaleo menepuk pundak sahabat "Anak buah lo kan banyak, kenapa mereka nggak lo suruh aja buat pantau Qharesa, karalyn dan kalea ketika kita jalanin misi" ucap Anthaleo.


"Gw belum bisa lepas Qharesa, tau sendiri dia bakal di bully kalo nggak ada kita. Ya walaupun Qharesa suka ngelawan, tapi tetep aja" ucap Elkairo.


Alfarezi menatap datar Elkairo "Harusnya lo bisa kasih kepercayaan ke anak buah lo, gw yakin selama nggak ada kita juga Karalyn dan kalea bakal ngelindungi sahabat nya. Qharesa juga udah besar kali, dia bisa jaga diri dan banyak yang ngelindungi dia" celetuk Alfarezi.


"WOYY ELKAIRO, AYO TAWURAN!" ucapan Elkairo terpotong dengan teriakan seseorang yang mengajak pria itu untuk tawuran.


Tiba tiba seorang pria datang dengan membawa anggota nya yang begitu banyak. Elkairo bangkit dari duduk nya dan di ikuti dengan teman teman nya "Bacot, gw lagi males buat ribut sama lo" ucap Elkairo.


"Yahh cupu" ledek nya.


Elkairo memutarkan bola mata nya malas "Daripada lo banyak bacot mending kasih gw saran" kata Elkairo pada musuh bebuyutan nya.


Bagas menaikan sebelah alis nya "Saran apaan?" tanya Bagas.


Elkairo mulai menjelaskan pikiran yang mengganggu nya dan bagas hanya mendengar kan penjelasan dari pria itu. Sedangkan para anggota mereka berdua tercengang melihat kedua nya yang secara tiba tiba jadi akur, padahal sebelum nya bagas mengajak musuh nya tawuran, bukan nya malah jadi seperti ini.


Setelah Elkairo menceritakan semua nya Bagas mengangguk paham "Ya kalo misi ini penting buat lo jalanin aja dulu, soal tuh cewek ya pasti bakal aman" ucap Bagas.


"Gw nggak tenang aja buat ninggalin dia" ujar Elkairo.


Bagas merangkul pundak Elkairo "Yaudah gini aja, gw sebagai musuh yang baik hati dan tidak sombong bantu lo nih. Selama lo gak ada tuh tiga cewek gw bakal jagain tanpa lecet sedikit pun, gimana?"


Elkairo menatap musuh nya dengan tidak percaya "Kurang yakin gw sama lo, yang ada cewek gw di embat lagi" ucap Elkairo.


Bagas menonyor kepala Elkairo "Yeuhh goblok, di bantuin nggak mau. Lagian gak ada untungnya buat gw rebut cewek lo, mantepan juga cewek gw kemana mana" kata Bagas.


"Lah, mau adu pawang lo?"


"Ayo siapa takut"


"Adu kepintaran gimana? Cewek gw punya IQ yang tinggi, dia sering juara satu di kelas or pararel, dan dia juga sering menang Olimpiade, gimana? Cewek lo pinter apa?" ucap Elkairo.


Bagas yang mendengar itu langsung diam, pacarnya sudah pasti akan kalah "Ya kalau soal otak cewe gw kalah sama cewe lo. Tapi kalau soal body mah gak usah di tanya, cewek gw pemenangnya" ucap bagas menunjukkan poto seorang gadis yang berbody gitar spayol.


Elkairo memutarkan bola matanya malas, dia sama sekali tidak tertarik untuk melihat itu. Karna tipe Elkairo memiliki otak yang cerdas, Dan saat tau jika Qharesa tipe nya banget pun langsung mendekati gadis itu. Bagi Elkairo, lebih baik dia biasa saja tapi memiliki otak cerdas.


Dan Elkairo mendapatkan kedua nya, cantik dan pintar. Dia sangat bersyukur bisa mendapatkan gadis seperti Qharesa, dan pasti nya dia tidak akan menyia nyiakan gadis itu.


Alvaro dan Fian menatap poto cewek yang di perlihatkan oleh Bagas "Cewek lo suka olahraga ya? Bagus bener body nya" ucap Fian.


"Iya dia sering olahraga"


"Buat gw aja sini cewek lo, kita bagi tiga gimana? Lo, gw, fian" ucap Alvaro.


"Bagi bagi dong gw juga mau" celetuk Gibran.


"Wehh gw juga" sahut Leon.


Bagas menggeplak kepala mereka satu persatu "Enak aja lo, gw dapetin dia susah payah malah mau lo embat" ketus Bagas.


Elkairo, Anthaleo, dan juga Alfarezi hanya diam saja, mereka menyimak saja pembicaraan teman-teman mereka.


•••••••••


Komen dong gays biar semangat up nya