
Qharesa tersungkur ke lantai akibat kaki nya di slangkat oleh Xapiera yang sengaja membuat dirinya jatuh. Mungkin Xapiera ingin ngebalas perbuatan Qharesa karna sudah berani membuat Oktaviani malu.
HAHAHAHAHA
Seisi kantin menertawakan Qharesa yang jatuh tanpa ada yang membantu nya.
Qharesa pun bangkit lalu mendekati Xapiera.
"ANJING MAKSUD LO APA HAH?!" bentak Qharesa.
Karalyn dan Kalea yang melihat teman nya akan berantem pun langsung bangkit untuk membantu nya. Tapi tangan nya langsung di cekal oleh dayang dayang Xapiera dengan kuat. Mau memberontak juga tidak bisa karna masing masing dari mereka di cekal oleh tiga orang.
"BERANI LO SMAA GW?!" jawab Xapiera dengan nada tegas.
"Why not?" ucap Qharesa dengan santai.
"ANJING YA LO!" bentak Xapiera yang langsung menjabak rambut Qharesa, Qharesa tidak tinggal diam, ia juga langsung menjambak rambut Xapiera. Dan terjadi lah adu jambak jambakan.
Xapiera menarik rambut Qharesa lebih keras "Gw denger denger sekarang lo berada di genggaman elkairo ya? Kalau gitu bagus dong, biar gw makin gencar bully lo di hadapan dia" bisik Xapiera.
"LEPAS ANJING!" ucap Qharesa dengan kencang.
Xapiera menghempaskan tubuh Qharesa dengan kencang.
Qharesa pun bangkit ingin mengambil minuman nya, tapi untung nya ada aizar yang lewat sambil mementeng minuman. Tanpa babibu bebo Qharesa mengambil nya. Lalu di siram kan ke wajah Xapiera.
Byurr
"Anjirr minuman gw jadi korban" ucap Aizar memelas.
"ANJING YA LO BERANI BANGET LO SIRAM KAKA KELAS LO, SOPAN SANTUN LO DIMANA HAH?! Gertak Xapiera yang tak Terima dirinya di siram.
"Sopan santun? Emang harus orang kek lu di sopanin?" sinis Qharesa.
Karna merasa gak Terima Xapiera mengambil bakso nya lalu di tumpahkan ke punggung milik Qharesa, Qharesa tidak bisa menghindari nya karna itu sangat tiba tiba.
Byurr
"Akkhhh" ringis Qharesa.
Kalea yang tak Terima sahabat nya di siram oleh bakso panas, langsung saja Kalea menginjak kaki dayang Xapiera, begitu pun Karalyn.
Gadis itu berlari dan menatap tajam Kakak kelas nya "ANJING YA LO XAPIERA!" bentak Kelea dengan mendorong pundak Xapiera.
Xapiera tersenyum mengejek "Apa? Gak Terima? Sahabat nya gak Terima gays" ejek Xapiera dengan pura pura takut sambil menatap Kalea.
Karalyn mengepalkan tangan nya dan menatap nyalang Xapiera. Gadis itu langsung memberontak dan langsung saja dia menghajar kakak kelas nya.
Bugh
Bugh
Bugh
Plak
Bugh
Plak
Bugh
"INI BALASANNYA KALAU LO BULLY SAHABAT GW! JADI KAKEL GAK USAH SOK BERKUASA XAPIERA! HARUS NYA LO KASIH CONTOH YANG BAIK, BUKAN MALAH GINI, CIH" bentak Karalyn dengan meludahi samping Xapiera jatuh.
Xapiera memegang perut nya dan menatap karalyn tajam "Lo liat aja, gw bakal bikin perhitungan sama lo bertiga!" ancam Xapiera.
Kalea berkancak pinggang, gadis itu sangat tidak takut dengan ancaman kakak kelasnya "GW TUNGGU PEMBALASAN LO! ***** LAMPU MERAH!" teriak Kalea.
Kedua nya pun langsung membantu Qharesa berdiri dan pergi dari kantin. Mereka pergi ke toilet untuk membersihkan kan tubuh Qharesa dan mengobati luka gadis itu akibat di siram dengan kuah bakso yang panas.
Di toilet Qharesa mencuci punggung nya, untung gadis itu menyimpan seragam cadangan nya di loker.
Karalyn datang dengan membawa seragam dan rok milik sahabat nya.
"Keterlaluan banget itu si ***** lampu merah!" kesal Karalyn.
"Anjirr ***** lampu merah gak tuh" ucap Qharesa.
"Mental patungan si Xapiera, sok berkuasa tapi ngelabrak masih bawa geng" sewot Kalea menyumpah serapahi Xapiera the geng.
"Benci banget ya kalian berdua sama si Xapiera? Hahaha" kekeh Qharesa.
"Gw udah benci banget dari dulu sok banget itu si *****, dari dulu sampe sekarang kerjaan nya nge Bully aja" cerocos Kalea.
"Ketambah sekarang nge bully lo, ya kali gw ama Kalea diem aja liat sahabat gw di bully" lanjut Karalyn.
Qharesa merangkul pundak kedua sahabat nya "Aww aww, terhura aku neng cabat ku perhatian uga ternyata" ucap Qharesa dengan mode alay dan lebay nya.
"Jijik anjirr" ucap keduanya dengan berlagak ingin muntah.
Mereka tertawa bersama dan keluar dari toilet sekolah dan kembali ke kelas mereka karna jam istirahat sebentar lagi akan berakhir.
Saat ingin masuk ke dalam kelas tangan Qharesa langsung di tarik oleh Elkairo secara tiba tiba dan di bawa pergi begitu saja, Kalea dan karalyn tercengang melihat teman nya di bawa pergi. Baru ingin ingin mengejar tangan karalyn di tahan oleh alfarezi dan tangan kalea di tahan oleh Sean.
"Nggak usah di kejar" ujar Alfarezi datar.
Karalyn menghempaskan tangan alfarezi "Temen lo mau bawa sahabat gw kemana? Awas aja kalau berani macem macem ke Qharesa, gw hajar lo semua satu satu!" ancam Karalyn.
Di tempat lain Elkairo membawa Qharesa ke dalam UKS, pria itu menutup pintu UKS dan mengunci ruangan itu membuat Qharesa takut sekarang. Dia takut jika Elkairo akan macem macem dengan dirinya, karna dari tatapan Elkairo mengerikan sekarang.
Qharesa melangkah mundur ketika Elkairo mendekatinya, gadis itu sangat gugup ketika sedang seperti ini. Qharesa terus melangkah mundur hingga dia terpojok dinding, gadis itu mengumpat kesal karna sekarang terpojok.
Kini kedua Nya sangan dekat, hanya tinggal beberapa centi saja jarak antara mereka. Elkairo menatap Qharesa yang sudah ketakutan dan menutup mata, Elkairo menaikan sebelah alis Nya "Ngapain tutup mata lo? Lo berpikir gw mau cium lo?" celetuk Elkairo datar.
Qharesa mendorong dada Elkairo cukup keras, berhasil menggeserkan Elkairo "Y--ya kaga, tapi bisa juga iya, kayak di drakor drakor gitu" ucap Qharesa.
Elkairo kembali menaikan sebelah alis nya "Lo mau kayak di drakor drakor yang lo tonton, hmm?" tanya Elkairo.
"Ya kagak lah! Orang yang boleh cium gw nanti hanya jaemin seorang" ucap Qharesa dengan ketus.
"Serah" jawab Elkairo datar.
Elkairo mengambil sesuatu di atas nakas lalu memberikan nya kepada Qharesa "Pake, obatin luka lo yang ada di punggung" ucap Elkairo.
"Nggak usah, gw bisa obatin ini nanti" tolak Qharesa halus.
Elkairo yang sangat benci dengan kata penolakan pun langsung membawa Qharesa duduk di sofa yang ada di UKS. Pria itu menatap datar gadis yang ada di hadapan nya "Mau lo yang obatin sendiri, atau gw yang obatin? Gw buka seragam sekolah lo sekarang" ancam Elkairo.
Qharesa yang mendengar itu pun terkejut dan langsung bangkit dari duduk nya, dia pergi ke toilet yang ada di UKS. Elkairo tersenyum tipis, padahal dia hanya memberikan ancaman bohong saja, dia tidak akan berani menyentuh perempuan begitu saja. Bisa bisa dia kena amukan sang bunda, kalau berani menyentuh cewe.
••••••
Di dalam kelas Qharesa dkk hanya memperhatikan guru. Mereka sangat bosen mendengar penjelasan guru sejarah yang selalu membahas masa lalu, Qharesa yang sudah kembali ke kelas nya, gadis itu masih sangat kesal dengan Elkairo, perkataan pria itu membuat nya marah.
Untung saja dia tadi memilih untuk menurut daripada Elkairo membuka seragam nya, kan bisa gawat dah nanti di kira yang nggak nggak sama orang. Apalagi mereka juga masih anak pelajar, bisa di cap jelek mereka.
Karalyn mendengus kesal karna pelajaran sejarah "Demen banget sih bahas masa lalu" gerutu Karalyn.
"Dikit lagi bel pulang kok" bisik Qharesa.
Kring kring kring
Dan benar saja bel pulang sudah bunyi. Qharesa tersenyum puas mendengar bel pulang. Tebakan nya sangat benar, karna dia sangat tau jam berapa bel pulang akan berbunyi.
Sang Guru menatap anak anak kelas 11 yang sedang membereskan semua buku mereka "Sampai sini saja pelajaran kita hari ini, sampai ketemu minggu depan, hati hati di jalan" ucap guru sejarah yang langsung keluar dari kelas.
Semua murid langsung berbondong meninggalkan kelas. Qharesa dkk berjalan menuju keluar kelas dengan santai saja, ketiga gadis itu berjalan dikoridor yang sangat rame karna jam pulang sekolah sama semua.
Di ujung koridor Qharesa melihat orang yang sangat ia kenali sedang menatap nya.
Kalea menatap sahabat nya lalu menyenggol lengan Qharesa "Bokap lo tuh" bisik Gadis itu.
Qharesa mengangguk pelan "Iya, hati hati kalian" ucap Qharesa.
"Lo juga" ucap kedua nya.
Qharesa menghampiri daddy nya "Dad kok tumben jemput aku? Terus mobil aku gimana?" tanya Qharesa.
"Mobil kamu nanti di ambil sama suruhan daddy" ucap Daddy nya. Qharesa hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam mobil nya di ikuti daddy nya.
"Loh ada mommy juga?" Mommy nya hanya Mengangguk.
"Kamu buat masalah apa di sekolah Qharesa?" tanya mommy nya mengintimidasi.
"Masalah? Masalah apa? Aku gak buat masalah" jawab Qharesa bingung apa yang di maksud mommy nya.
"Jangan bohong Qharesa! Tadi daddy di panggil ke bk" ujar Daddy nya tegas.
"Tadi katanya guru bk bilang kamu bully Xapiera, benar begitu Qharesa?" lanjut daddy nya.
"Enggak dad sumpah, aku gak bully Xapiera. Malahan tadi Xapiera yang duluan bully aku, ya aku bales lah" ucap Qharesa.
"Apa! Kamu di bully sayang? Ada yang terluka" tanya mommy nya khwatir.
"Enggak mommy, aku gapapa" ucap Qharesa.
"Daddy harus kasih pelajaran sama anak itu! Berani banget dia bully princess nya daddy" ucap daddy nya.
"Udah dad gapapa gak usah, nanti aja kalau udah di luar batas baru di kasih pelajaran" ucap Qharesa.
"Padahal bener loh kata daddy sayang, biar kamu aman" sahut mommy nya.
"Udah mommy gapapa" keduanya pun hanya nurut apa yang dikatakan putri nya.
Selang beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah nya. Dan langsung saja turun lalu masuk ke dalam rumah.
Sampai nya di rumah Qharesa melihat Leo yang tak lain adalah sepupunya.
Masih inget kan sepupu Qharesa? Yang tinggal di rumah nenek nya itu loh.
"Loh kok ada lo?" tanya Qharesa.
"Qharesa!" tegur daddy nya. Qharesa hanya menyengir Gak jelas.
"Yaudah kalian ngobrol aja, mommy sama daddy mau ke atas duluan" ucap mommy nya.
"Iya mom"
Mommy dan daddy nya pun langsung naik ke atas.
\*\*\*\*\*\*
tinggalkan jejak kalian di komentar gayss