
Di kantin Qharesa dkk tengah makan, ketiga gadis itu sangat kelaparan akibat di perpustakaan sangat lama dan membuat mereka kelaparan seperti orang tidak makan selama satu tahun lamanya.
Yang tadinya kantin sepi sekarang menjadi riuh akibat kedatangan para anggota Blackvernos dengan ketua mereka.
'Aaaa Elkairo'
'Gilaa mereka cakep banget'
'Gada obat woyy mereka'
'Gak cape apa ganteng mulu?'
'Anthaleo i Love you'
'Ya ampun yon yon'
'Cakep smua anjirr'
'Kok mereka ke meja nya Qharesa?'
'Ehh iya anjirr'
'Kenapa gak di sini aja'
'Qharesa anak 11'
'Hooh sama si Kalea dan karalyn'
'Idih pasti tuh anak centil'
'Caper kek nya si Qharesa'
'Hahahahaha'
Qharesa yang mendengar itu semua hanya diam. Seolah dirinya tak tahu apa apa tapi tau semua karna dia mempunyai telinga untuk mendengar setiap orang bicara, walaupun dalam berbisik dia akan mendengar.
Karalyn menatap tajam Ketujuh most wanted itu yang main duduk di tempat mereka begitu saja, berbeda dengan Kalea yang malah salting gak jelas.
"Masih banyak kali meja yang kosong" sindir Karalyn.
"Terus? Kalau kita mau di sini kenapa?" tanya gibran.
Ck, Qharesa berdecak kesal dengan kelakuan geng Elkairo "Kalain sengaja duduk disini, biar kita di serang sama fans fans lu yang alay itu? Cih" sinis Qharesa.
Lalu gadis itu mengeluarkan uang 50k dari aku nya "Titip bayar"
Dia pun bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Elkairo "Kemana?" tanya Elkairo datar.
"Kelas" jawab Qharesa yang tak kalah dingin.
Elkairo menatap gadis itu dengan datar. "Duduk!" perintah Elkairo.
Qharesa menggelengkan kepalanya. "Nggak!" tolak gadis itu.
"Duduk Qharesa!" tegas Elkairo dengan sorot mata yang tajam.
Karna Qharesa udah cape debat dengan Elkairo akhirnya di mengalah, Qharesa trpaksa duduk ke tempat nya.
Elkairo bangkit dan menatap seisi kelas.
"Teruntuk lo semua yang ada disini! Dengerin ini baik baik!"
"Jangan ada yang berani menyentuh Qharesa, karalyn maupun kalea! Apalagi sampe bully mereka! Ketiga gadis ini adalah princess di Blackvernos!" lanjut Elkairo dengan tegas dan penuh penekanan di setiap katanya.
Anthaleo menatap kantin "MAU SEKALI PUN LO SEMUA ANAK TERPANDANG, JIKA BERANI MENYENTUH QHARESA, KARALYN DAN KALEA MAKA URUSAN KALIAN SAMA KAMI BERTUJUH" timpal Anthaleo dengan nada tinggi.
"Mulai hari ini, Qharesa, karalyn dan kalea ada dalam genggaman kami! Jadi hati hati mulai sekarang" celetuk Alfarezi.
Sedangkan tiga perempuan yang di maksud Elkairo the geng mematung, ketiga gadis itu mencerna setiap ucapan mereka bertujuh.
Ketiga gadis itu saling bertatapan "Lo paham?" tanya karalyn.
"Ga" jawab Qharesa dan kalea bersamaan.
Tangan Elkairo memengelus lembut rambut Qharesa "Lo milik gw, paham?" Qharesa menggeleng kan kepalanya, karna tidak mengerti ucapan Elkairo tadi.
"Intinya lo ikutin aja! MULAI SEKARANG, QHARESA CARDELLA ALEXIUS MILIK GW! SIAPAPUN YANG BERANI MENYENTUH DIA MAKA URUSAN LO SAMA GW DAN SAMURAI GOLD GW! Ucap Elkairo lantang.
Seisi kantin terkejut mendengar ucapan Elkairo, jika sudah begini meraka tidak akan ada yang berani mendekati Qharesa, karalyn dan kalea sekarang. Karna kedua gadis itu di dalam lindungan tujuh psikopat, dimana ketika membuat masalah dengan mereka makan akan bernasib tragis dan tidak akan lama lagi di dunia.
Elkairo melirik Qharesa yang masih diam saja "Jangan nolak! Gw gak nerima penolakan! Karna gw paling benci degan kata penolakan!" ucap Elkairo. Qharesa hanya mengangguk pelan.
••••••
Kini Elkairo dkk berada di markas mereka dengan jendral yang sudah datang. Ketujuh pria itu langsung pergi ke markas setelah mengantarkan Qharesa, Karalyn dan Kalea. Karna sudah berjanji untuk melindungi ketiga gadis itu, Elkairo dkk tidak akan mengingkari janji nya.
Jendral pun datang dengan style kantornya. Pria itu duduk di kursi kebesaran nya. "Apa yang sudah kalian dapat?" tanya jendral tanpa ada nya basi basi.
"Ternyata dia tidak sendiri menjalankan aksinya. Kemungkinan dia mempunyai geng tapi hanya beberapa yang ikut turun tangan dalam hal ini" jawab Anthaleo.
Jendral mengangguk pelan "Lanjut"
"Sekolah di bagian selatan ternyata ada satu ruangan, tapi tidak sembarangan orang masuk kesana" ucap gibran.
Jendral menatap pria itu "Lalu apa hubungan nya dengan misi ini?" tanya jendral.
"Saya melihat ada pria misterius keluar dari ruangan itu. Tapi saat saya mencoba membuka malah terkunci" jelas Gibran.
Jendral mengangguk pelan dan merogoh ponsel nya "Vino, beli sekolah SMA Neo Dream High School sekarang juga! Atas nama Elkairo Alastar Sanzio" jelas jendral.
Mau tau kenapa pake nama Elkairo? Karna Elkairo adalah anak dari jendral. Tapi mereka selalu bersikap formal jika dalam misi.
"Lanjut"
"Tadi saat kita mau intro tapi Elkairo membebaskan mereka" kata Alfarezi dengan melirik ke arah sahabat nya.
Jendral menatap Elkairo " Kenapa kamu membebaskan nya?" tanya nya.
Elkairo mengeluarkan smir nya lalu mengangkat sebelah alis nya "Kata siapa aku membebaskan mereka? Kata Elkairo yang membuat semua bingung apa yang di maksud Elkairo itu?
Elkairo menepuk tangan nya sebanyak tiga kali, pandangan mereka terhadap tiga anak sekolah yang di seret dengan kasar oleh bodyguard Elkairo. Ketiga anak itu si hempaskan ke lantai dengan kasar. Elkairo bangkit dari duduk nya lalu berjongkok di hadapan ketiga pria itu dengan sorot mata yang tajam dan menusuk
Jendral yang mengerti sekarang dengan apa yang ada di dalam pikiran putranya. Pria itu berdiri dari kursi kebesaran nya lalu mendekati Elkairo dan ketiga pria yang sudah ketakutan karna di bawa ke markas Blackvernos.
Gibran dan teman teman nya saling melemparkan tatapan mereka.
"Apa tujuan kalian di parkiran tadi?" tanya Elkairo dingin.
Ketiga pria itu tidak ada yang menjawab pertanyaan Elkairo tadi, mereka hanya diam tidak membuka mulut.
Elkairo tersenyum sinis "Oh, gak mau jawab? Oke. Berarti lo semua minta samurai gold gw yang akan bicara ya?" kata Elkairo yang membuat ketiga pria itu ketakutan.
"Kalian jawab pertanyaan Elkairo atau saya biarkan dia membunuh kalian bertiga di sini" celetuk jendral.
Ketiga pria itu melemparkan tatapan dan mengangguk pelan. Daripada mereka harus mati secara tragis dan mati di tangan Elkairo, mending mereka berkata jujur walaupun setelah nya akan mendapat masalah besar.
"Kita cuman di suruh cari informasi setiap siswi, udah gitu aja" celetuk nya.
Elkairo menatap manik mata itu. Ada yang janggal, seperti nya ada yang mereka tutupin lagi. Elkairo menarik kerah seragam salah satu dari ketiga orang itu "lo pikir gw bodoh? MENDING LO JUJUR SEBELUM KESABARAN GW HABIS!" sentak Elkairo.
"K--kita sudah jawab sejujurnya" gugup pria itu.
Bugh
Satu tendangan mendarat di perut pria itu yang di dapatkan dari Elkairo "Lo jangan main main sama gw! JAWAB JUJUR BANGSAT!" murka Elkairo yang tak suka di bohongi.
Jendral menahan Elkairo "Biar saya yang turun tangan. Bawa mereka ke markas utama dan bawa ke penjara! Mengerti?" kata jendral kepada para bodyguard yang masih ada di sana.
"Baik. Tuan"
Tatapan Elkairo masin tajam, rasanya dia ingin mencekek ketiga pria tadi karna tidak menjawab jujur. Jendral menepuk pundak Elkairo "Sebisa mungkin tahan emosi, meraka tidak akan membuka mulut kalo kamu begitu" Elkairo hanya berdehem pelan.
\*\*\*\*