
Mommy dan daddy nya Qharesa pun naik ke atas duluan untuk bersih bersih.
"Kok lo ada di sini?" tanya Qharesa setelah mendudukkan bokong nya ke kursi di samping Kenzi.
Gays yang di part sebelum nya itu namanya bukan Leo ya, tapi Kenzi. Typo itu
"Ya pengen aja, males di rumah sendiri" jawab Kenzi.
"Emang nenek kemana?"
"Keluat kota, katanya ada urusan kantor di sana" ujar Kenzi , Qharesa hanya ber oh ria.
"Ehh berarti lo nginep dong disini?" ucap Qharesa.
"Ya iyalah"
Ting
Qharesa mendapatkan sebuah notifikasi dari instagram milik nya.
\**Na Jaemin membagikan real baru*\*
Itulah notifikasi dari instagram nya, dan langsung saja dia melihat instagram nya.
"Aakkhhh" setelah melihat postingan Jaemin, Qharesa reflek teriak.
"Woyy anjing kenapa lo teriak teriak, kaget anjirr" gerutu Kenzi, yang langsung melempar ponsel nya.
"Bang liat bang, pacar gw update instagram" ucap Qharesa menggebu gebu, sambil memperlihatkan HP nya.
"Aelahh, bikin gw kaget aja lu, bisa gak sih lu kgak usah teriak gitu kalau ayang lu itu update. Gara gara lo HP gw jadi jatuh kan" kesel Kenzi.
"Yee sorry kan kgak tau hehehe, tapi sayang nya gw kaga bisa gak teriak kalau ayang gw update" ucap Qharesa, Leo hanya memutar bola matanya.
"Ehh bentar bentar barusan lo mengakui bahwa Jaemin ayang gw?"
"Kaga yee.. . Reflek gw" ucap Kenzi.
"Alahh bilang aja iya apa susah nya sih?" tanya Qharesa.
"Ya karna--" ucapan Kenzi terpotong Oleh mommy nya Qharesa yang tiba tiba datang.
"Udah udah berantem nya, ayok makan malam dulu" relai mommy nya.
"Qhar, kamu mau mandi dulu apa makan dulu?" lanjut mommy nya dengan menatap Qharesa.
"Mandi aja deh mom, lagian makanan nya juga belum ada kan?" tanya Qharesa.
"Iya belum, mommy kan mau masak dulu" ujar Mommy nya.
"Yaudah kalau gitu aku mandi dulu ya mom" ucap Qharesa yang langsung pergi ke kamarnya.
Setelah mandi Qharesa kembali turun untuk makan malam.
Sesampainya di meja makan Qharesa langsung duduk menunggu makanan yang belum siap semua.
Selesai makan malam Qharesa kembali ke kamarnya, begitu pun dengan kenzi.
Sesampai nya di kamar Qharesa langsung merebahkan tubuhnya ke kasur lalu membuka instagram nya untuk melihat kembali poto Jaemin.
"Kok bisa ya ada orang secakep dia?" tanya nya pada diri sendiri.
"Gw kapan ya bisa ketemu dia?"
"Ntar ahh kalau ultah gw mau minta kado sama mommy dan daddy untuk undang Jaemin"
"Tapi kan ultah gw masih lama, baru aja kemarin gw ultah pas balik kesini" ucapnya dengan memelas.
"Kok gw gabut ya? Harus ngapain nih kira kira" tanya nya lagi pada diri sendiri.
Di dalam bangun tua Elkairo dkk berkumpul di markas dari tadi siang. Setelah mengantarkan Kalea dan Karalyn pulang, lalu mereka memilih ke markas dan membuat strategi kembali untuk misi ini. Ketujuh pria itu saling diam dan sibuk dengan urusan masing masing. Leon membuka ponsel nya lalu mengerutkan kening nya karna melihat gosip dan postingan akun instagram milik sekolah.
Leon menatap teman teman nya "Si Qharesa di bully lagi ya? Kok gw baru tau?" ucap Leon.
Gibran dan alvaro melirik ke arah pria itu "Lah emang iya?"
"Iya, barusan gw juga liat" ujar Fian, lalu mengarahkan ponsel nya kepada kedua temen nya. Sedangkan Elkairo, Anthaleo dan alfarezi sudah tau, makanya tadi Elkairo membawa Qharesa ke ruang UKS dan telat masuk ke dalam kelas.
"Siapa yang nyebar postingan itu?" tanya Anthaleo heran, masa ia orang di bully malah di poto dan vidioin. Bukanya di bantu malah di diemin gitu aja loh.
Leon menaikan bahu nya "Gak tau gw" sahut leon.
Elkairo berdehem pelan, pria itu menatap temen temen nya "Lacak orang yang sudah poto dan vidioin Qharesa ketika di bully dan bawa Xapiera sama dayang nya ke gudang besok. Kita kasih perhitungan ke mereka" ucap Elkairo dingin.
Mereka menatap ke arah elkairo "Mau lo apain tuh anak?" tanya Alfarezi.
"Hanya membalas perbuatan mereka terhadap princess kita" jawab Elkairo santai.
Mereka ber tujuh mengeluarkan smirk nya. Jika sudah seperti ini pasti akan sangat asik dan menyenangkan bagi ke tujuh psikopat ini, apalah untuk Leon dan gibran tentunya. Mereka akan punya permainan yang sangat menyenangkan banget.
"Udah lama gak main darah" ucap Leon.
"Seperti nya akan seru besok" ucap gibran.
"Sekian lama akhirnya pisau lipat gw ada gunanya juga" ucap alfarezi.
"Udah gatel banget nih tangan" ucap Fian.
"Gak sabar pengen nyayat orang" ucap Alvaro.
"Cambuk gw kosong tuh" ucap Anthaleo dengan menunjukan cambukan nya di dalam lemari kaca.
Elkairo menaikan sebelah alis nya "Gak usah pake benda tajam, cukup memberikan peringatan pertama saja. Jika tidak puas juga, maka samurai gold gw yang turun tangan!" celetuk Elkairo.
Glek
Keenam pria itu menelan ludah mereka dengan kasar. Siapapun yang mendengar samurai gold milik ketua Blackvernos maka mereka akan langsung terlemas. Elkairo hanya akan menggunakan samurainya jika orang itu pantas di bunuh secara special oleh Elkairo.
Gibran merinding mendengar senjata kesayangan Elkairo "Denger lo sebut samurai aja gw udah merinding njirr" ujar gibran.
"Ada kata kata terakhir tuan bara?" ucap Elkairo dengan dingin.
Bara yang sudah tiba bisa melakukan perlawanan hanya pasrah "B--bunuh saya s-sekarang akhh" rintih bara saat Anthaleo menancapkan pisau di kaki bara.
Elkairo tersenyum devil "Permintaan diterima" Elkairo mengambil samurai gold kesayangan nya.
"Hari ini lo sangat beruntung, karna apa? Karna lu bisa merasakan samurai gold milik gw" lanjut Elkairo.
Blashh
Elkairo menebas kepala bara sampai terlepas dari tubuh pria itu. Tidak sampai di situ, Elkairo juga memotong semua bagian tubuh bara.
Kini semua anggota tubuh bara sudah tidak tersusun.
Gibran dan Leon bergidik ngeri jika mengingat semuanya. Bahkan untuk berurusan dengan Elkairo saja mereka tidak ada yang berani, apalagi harus berhadapan dengan samurai gold milik pria itu juga?
Mending mereka menyerah kan diri saja daripada harus mati secara tragis di tangan anak keluarga Sanzio. Baru anaknya, gimana dengan ayahnya? Vano, pemimpin yang sudah di kenal dengan kekejaman dan ketegasan pria itu yang ikut turun ke Elkairo.
Elkairo bangkit dari duduknya yang membuat ke enam temen nya menatap pria itu dengan bingung "Gw cabut dulu, ada urusan" para sahabat nya hanya mengangguk saja, toh mereka juga akan pulang sebentar lagi.
•••••
Di tempat lain Qharesa yang sudah selesai menghalu pun keluar dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu. Daddy dan mommy nya sedang keluar, dia hanya berdua dengan abang sepupunya yang ada di kamarnya.
Qharesa berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, gadis itu menuangkan air ke dalam gelasny lalu meminumnya. Setelah minum Qharesa berjalan keluar rumah, dia mau mencari angin malam sambil duduk di teras rumah nya.
Baru saja buka pintu dia sudah di kejutkan oleh seorang pria yang berdiri di depan rumah nya "Lo?" ucap Qharesa yang melihat Elkairo ada di depan rumah nya.
Elkairo menaikan sebelah alisnya "Kenapa?" Qharesa menatap sekitar rumah nya, takut ada tetangga yang melihat dan berpikir aneh tentang dirinya nanti.
"Lo ngapain disini? Pulang sana" usir Qharesa.
"Emang gak boleh gw ke rumah pacar sendiri?" tanya Elkairo datar.
Qharesa membuang nafas nya kasar "Tapi ini udah malam loh kak, enggak enak kalau di liat sama tetangga" jawab Qharesa.
Elkairo melihat jam yang melingkar di tangannya "Baru jam delapan, tetangga lo alay" kata Elkairo yang langsung duduk di kursi kosong di teras.
Qharesa duduk di sebelah pria itu "Ok, jadi tujuan kamu dateng ke rumah gw apa? Kenapa gak ngomong dulu" ucap Qharesa yang sedikit kesal dengan Elkairo.
"Harus banget gw bilang mau kerumah pacar sendiri?"
Qharesa menghela nafas nya dengan kasar, dia pasrah dengan pria yang ada di samping nya ini. Sangat membuat nya kesal dan emosi sekarang "Ngapain sih lo manggil pacar pacar, pacar juga bukan. Gw itu pacar nya Jaemin, ngerti?!" ucap Qharesa dengan penuh penekanan
"Heh bisa gak sih lo juga jangan bilang bilang lo pacar Jaemin? Karna ya emang kenyataan nya bukan" jawab Elkairo dengan sedikit ngegas, ada rasa api cemburu di hati nya.
"Huft.. Yaudah kalau gak percaya sih, terus lo dapat alamat rumah gw dari siapa?" pasrah Qharesa.
"Bawel lo, nih mending lo makan sekarang daripada ngoceh gak jelas" ujar Elkairo dengan memberikan sebuah paperbag.
"Gw udah makan, dan gw gak mau makan itu kalau lo belum jawab apa tuju--" Elkairo menaruh jari telunjuk nya di bibir Qharesa "Bisa berhenti ngoceh?" Qharesa mengangguk pelan.
Elkairo tersenyum tipis melihat gadis yang ada di samping nya menurut "Gw cuman mau ketemu lo, dan soal alamat gw tanya ke temen lo, si ratu julid" ucap Elkairo.
Qharesa mengagguk paham "Oh, kalo gini enak" Elkairo memutar bola matanya malas, dia sedang males ngomong malah di pancing emosi dengan gadis yang ada di samping dirinya.
Elkairo menatap Qharesa dan makanan yang di bawa nya secara bergantian, dia memberi kode kepada gadis itu untuk makan sekarang.
"Gw kan udah bilang gw udah makan astaga kak" ucap Qharesa malas.
Elkairo mengeluarkan smirk nya "Yakin lo ga mau? Ini cemilan loh" tawar Elkairo, Qharesa hanya diam saja tidak mengambil makanan dari tangan Elkairo.
Karna kesabaran Elkairo hanya setipis tisu di bagi tujuh, ia pun langsung saja menyerah kan paperbag nya ke tangan Qharesa "Udah lo liat dulu" ucap Elkairo.
Akhirnya Qharesa pun membuka paperbag dari Elkairo dan betapa terkejut nya dia saat melihat apa isi paperbag itu.
"Yakk! Kenapa lo gak bilang dari tadi kalau isi nya Tos tos" ucap Qharesa dengan girang.
Elkairo sudah menduga nya pasti Gadis yang ada di samping nya itu bakal menyalahkan dirinya lagi.
"Huaa senang Bangett di beliin tos tos mana ini yang ada PC nya lagi" ucap Qharesa dengan sangat senang sampe senyum senyum gak jelas.
"Dek lo dima-- Eh ini siapa?" ucap Kenzi yang baru saja keluar dari dalam rumah dan melihat ada Elkairo yang duduk di samping adik sepupunya.
Elkairo bangkit dari duduknya lalu mengulurkan tangan nya "Elkairo pacarnya Qharesa" ucap pria itu yang membuat Qharesa tersedak ludah nya sendiri.
'Kapan jadiannya dah' batin Qharesa.
Kenzi mengangguk pelan "Kenzi sepupunya Qharesa" Elkairo hanya berdeham pelan "By the way, dek kok lo gak bilang kalau punya pacar?" sambung kenzi.
Elkairo yang mendengar itu mempunyai ide jahil "Loh sayang, kamu gak kasih tau kalau kita pacaran? Wahh parah, berarti kamu nggak anggap aku dong" kata Elkairo dengan raut sedih.
Kenzi menatap kearah adik sepupunya yang terdiam "Nggak boleh gitu dek, masa pacar sendiri gak di anggap? Gw gak masalah kok kalo lo pacaran, jadi jangan di tutup tutupin ya" ucap Kenzi.
Qharesa hanya tersenyum tipis dan mengangguk saja "Iya" Kenzi pun memilih untuk masuk ke dalam rumah dan membiarkan remaja pacaran itu berdua.
Elkairo mencolek dagu Qharesa "Tuh sayang dengerin, harus anggap gw pacar lo" kata Elkairo.
"Hiris Inggip gii picir li. Kapan kamu nembak aku?Emang aku setuju kamu jadiin aku milik kamu?" kesal Qharesa kepada Elkairo.
Elkairo bangkit dari duduk nya lalu mendekati gadis itu "Gw gak perlu persetujuan lo untuk setuju ataupun tidak. Karna gw gak suka dengan kata penolakan, jadi lo turutin dan ikutin saja, gw jamin, lo bakal bahagia sama gw" bisik Elkairo.
Qharesa mendorong tubuh Elkairo menjauh dari tubuh nya "Terserah"
Meresa sangat gemas Elkairo mengacak acak rambut Qharesa hingga jadi berantakan.
Cup
Elkairo mencium kening Qharesa lembut yang membuat gadis itu terdiam mematung di tempat "Gw balik, good night pacar" Elkairo pun pergi dari hadapan Qharesa menuju motor nya yang ada di depan rumah Qharesa.
Qharesa masih terdiam mematung hingga motor Elkairo melesat dari halaman rumah gadis itu "Gw mimpi gak sih? Pertama kali ada cowok yang berani cium kening gw" gumam Qharesa.
Gadis itu memegang dadanya, detak jantung Qharesa sangat tidak stabil sekarang. Berdetak sangat kencang karna ulah Elkairo sekarang "AAAA TUH COWOK BIKIN GW TREMOR" jerit Qharesa.
~~~~~~~