Halu Yang Tak Sia Sia

Halu Yang Tak Sia Sia
Part 23



Qharesa bangkit dari duduk nya lalu mengambil paperbag dan tos tos yang di bawakan Elkairo tadi. Ia masuk ke dalam rumah nya Qharesa membuka pintu rumah utama nya. Kenzi menatap Adik sepupunya, pria itu tengah bersender di tembok dengan memperhatikan adik sepupunya yang senyum terus.


"Cie.. Yang habis di apelin pacar, gimana jantung?aman gak?" ledek kenzi.


Qharesa tersenyum malu, pipi gadis itu merah merona sekarang "Apaan sih, nggak usah kepo deh" ucap Qharesa. Kenzi terkekeh pelan, pria itu mendekati adik sepupunya.


"Gw nggak ngelarang lo pacaran kok, asal nggak melebihi batas ya?" Qharesa mengangguk pelan.


"Lo kok nggak pernah ngapel cewek? Jomblo ya?" ledek Qharesa.


Kenzi melotot mendengar ucapan adik sepupunya. Yang meledeki dirinya "Wahh ngeledek gw lo? Sini lo" ucap Kenzi yang ingin menangkap adik nya.


Dengan sigap Qharesa menghindar, gadis itu menjulur kan lidah nya lalu menaiki anak tangga satu persatu dengan cepat.


Kenzi yang gak mau kalah pun mengejar adik nya itu. Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara adik kaka tersebut, Qharesa terus menghindar dari abang nya itu.


Qharesa tertawa terbahak bahak karna ulah lelaki itu. Ia mengangkat tangan nya pertanda dia mengaku kalah "Geli woyy, cukup. Oke, gw ngaku kalah deh, pliss udah" Kenzi berhenti menggelitik adik nya, pria itu menatap adiknya.


"Tapi bohong" Qharesa pun masuk ke dalam kamarnya dengan cepat.


Di tempat lain Elkairo baru sampe di rumahnya, pri itu masuk ke dalam rumah nya dan melihat kedua orang tuanya yang masih duduk di ruang keluarga sambil nonton TV. Elkairo menghampiri orang tua nya dan duduk di salah satu sofa yang kosong.


Vano menatap putranya yang baru saja pulang "Ehh anak dugong baru pulang" Pria itu menjeda ucapan nya "Darimana? Tumben jam segini baru pulang" tanya sang ayah.


"Ke rumah pacar" jawab Elkairo.


Seketika ruang keluarga menjadi hening sekarang karna mendengar jawaban Elkairo barusan. Kedua orang tua pria itu menatap ke arah anak mereka dengan tidak percaya. Apa tadi? Ke rumah pacar? Emang dia punya pacar? Pikir kedua orang tuanya.


Ayah dan bunda nya saling melempar kan tatapan lalu tertawa bersama yang membuat Elkairo mengerutkan kening nya bingung. Apa ada yang salah dengan ucapan nya tadi?


"Pacar? Nggak usah halu deh anak dugong. Mana ada yang mau sama bayi gede kaya lo, cewek juga mikir dua kali buat deket sama lo" ledek ayah.


Elkairo mendengus kesal, ayah nya selalu saja meledek dirinya. Dan pria itu sama sekali tidak berkaca, padahal dia juga sama sama bayi gede. Dikira Elkairo tidak tahu apa? Kalo ayah nya akan bertingkah seperti anak kecil di depan bunda nya.


Bunda Chika menggelengkan kepalanya "Kamu beneran punya pacar sayang?" Elkairo mengangguk pelan lalu berpindah duduk.


Dia duduk di tengah tengah antara orang tuanya, Vano menatap anak nya dengan datar karna anaknya mengganggu waktu dirinya dengan istri tercinta.


Elkairo membuka Whatsapp nya lalu mengklik poto profil Qharesa "Liat bund, cantik kan, pacar Elkairo ini" ucap Elkairo.


Bunda chika mengangguk pelan melihat foto seorang gadis yang di tunjukan Putranya "Cantik, dan kalo di lihat lihat dia baik anak nya" Elkairo tersenyum, Itu artinya sang bunda mengizinkan dia pacaran dengan Qharesa.


"Matanya Qharesa katarak, kok mau sama modelan Elkairo" kata ayah.


Elkairo yang mendengar ucapan ayahnya pun kesal. "Namanya cantik kaya orang nya"


"Kapan kapan bawa kesini ya? Biar bunda akrab juga sama pacar kamu" sambung wanita itu.


Elkairo mengangguk pelan, Pria itu menatap ayah nya dengan senyum mengejek.


£


Tujuh motor sport hitam memasuki kawasan sekolah Neo Dream High School, ke tujuh motor itu berhenti di parkiran khusus sekolah. Motor itu milik Elkairo dan ke enam sahabat nya menarik perhatian warga sekolah. Banyak kaum hawa yang berpekik kegirangan melihat most wanted datang.


Elkairo datang dengan di tambah tiga gadis yang duduk di atas jok motor Elkairo, Anthaleo dan Alfarezi.


Qharesa dkk di jemput oleh ke tujuh pria itu di rumah mereka masing masing. Awal nya Qharesa kaget melihat Elkairo dkk sudah ada di depan gerbang rumah nya. Tadinya dia ingin berangkat bareng abang sepupunya, tapi melihat dia di jemput Elkairo pun memilih berangkat bareng pria itu.


Qharesa dkk turun dari atas motor dengan muka datar mereka. Elkairo dkk berdiri di samping Qharesa, Karalyn dan Kalea. Ke tujuh pria itu bersiap untuk melindungi tiga princess mereka, dan mereka yakin tidak akan ada yang berani mengganggu ketiga nya jika ada Blackvernos.


Elkairo merangkul pundak Qharesa dan menatap gadis itu sekilas "Jangan takut"


"Dihh siapa yang takut"


Mereka berjalan melewati koridor yang sangat ramai. Tidak ada yang berani membuka suara untuk menghujat Qharesa dkk seperti kemarin, bahkan untuk menatap saja mereka tidak berani karna ada tujuh psikopat yang ada di samping ketiga gadis itu.


"Duhh disini pada mental yupi yee" ucap alvaro dengan sedikit keras.


"Wihh kenapa tuch?" tanya Fian dengan pura pura tidak tau.


"KEMARIN NGEHUJAT, SEKARANG KAGAK HAHAHA!"


"JELAS KAGAK ORANG BERANI NYA NGGAK ADA ELKAIRO DKK" sindir Alfarezi.


Banyak yang terdiam mendengar sindiran dari mereka.


"Ngelabrak kok barengan, itu mau ngelabrak atau mau arisan neng? Apa nggak kuat ya mentalnya? Kasian sih" sarkas Elkairo.


Anthaleo menatap semuanya yang ada di koridor "Beraninya cuman nggak ada kita, lo semua pengecut banget berani nya keroyokan. Nanti di keroyok balik nangis" timpal Anthaleo.


Mereka pun meninggal kan koridor sekolah menuju kelas Qharesa dkk. Ketiga gadis itu hanya diam dan memperhatikan kelakuan anggota Blackvernos yang terus mengeluarkan sindiran pedas untuk warga sekolah.


Saat sudah sampai di depan pintu kelas Qharesa dkk, mereka menatap ketiga gadis itu "Lo bertiga belajar yang bener ye, biar pinter kek kita nih" ucap Gibran dengan nada sombong.


"Bener tuh, biar kagak jadi bego" ujar Leon.


"Sorry, tapi gw emang pinter" ucap Qharesa dengan mengibaskan rambutnya yang panjang.


Mereka menonyor kepala Qharesa dengan pelan "Iya tau lo pinter, udah kagak usah sombong ye, gw yang dapat nilai 60 aja udah bangga" ucap Karalyn.


Qharesa terkekeh pelan "Bercanda" kekeh gadis itu.


Anthaleo menaikan sebelah alis nya "Udah masuk sana, nanti kita jemput pas istirahat" ucap Anthaleo.


Ketujuh pria itu menggangguk cepat "Harus dong" ucap Alvaro.


Kalea memutar bola matanya malas "Terserah"


Elkairo menahan tangan Qharesa, pria itu tersenyum tipis lalu merapihkan rambut gadis itu yang sedikit berantakan "Belajar yang bener" Qharesa mengangguk pelan lalu masuk kedalam kelasnya bersama dengan karalyn dan kalea.


Skip gudang


Kini Xapiera dkk sudah ada di gudang sekolah setelah Alfarezi dan fian menculik mereka dari kelas ketiga gadis itu. Dan itu semua atas perintah dari Elkairo Leader mereka yang memiliki kedudukan paling tinggi dari pada mereka.


Xapiera dkk memberontak karna di ikat di kursi oleh Alvaro "LEPASIN GW BANGSAT" teriak Xapiera.


Elkairo berjalan menghampiri Xapiera, ia mencengkram kuat dagu gadis itu "Jangan mimpi Xapiera" ucap Elkairo pelan.


"MAU APA LO HAH?! LEPAS NGGAK! "


Elkairo terkekeh pelan, ia menarik rambut Xapiera dengan kencang "Mau gw? Balas perbuatan lo kemarin terhadap princess gw" bisik Elkairo.


"Lo udah bully Qharesa kan? Sekarang giliran kita yang bully lo pada" timpal Alfarezi.


"Cih, urusan sama kalian apa? Gw yang bully kenapa lo semua nggak Terima?" Sinis Xapiera.


Sedangkan kedua dayang Xapiera sudah di uruskan oleh Alvaro, fian, gibran dan leon yang kini sedang di kerjain habis habisan oleh ke empat pria itu.


Plakk


Anthaleo menampar pipi Xapiera "Urusan kami? Karna Qharesa, karalyn dan kalea berada di dalam genggaman kami! Siapa pun yang berani nyentuh mereka apalagi lo maka jangan harap hidup nya akan tenang!" tegas Anthaleo dengan penuh penekanan.


Xapiera tertawa kencang yang membuat mereka bingung dengan gadis itu.


"Sakit nih anak" celetuk Alfarezi.


Gadis itu menatap mereka "TERUS LO PIKIR GW TAKUT?! HAHAHA NGGAK SAMA SEKALI!" teriak Xapiera lantang.


Elkairo mengeluarkan smirk nya "Oh gitu? Mungkin lo udah ngebet ya dapat gelar almarhum" kata Elkairo.


"Oh"


Elkairo menatap Anthaleo yang berdiri di samping nya "Ambil semua barang yang gw minta tadi" ucap Elkairo.


Anthaleo mengambil semua barang yang di suruh temen nya.


Byurr


Elkairo menyiram muka Xapiera dengan se ember air got yang sangat bau dan yang mereka ambil dari got depan sekolah.


"ANJING BAU" pekik Xapiera yang merasa air got itu masuk ke dalam mulutnya.


"Tolol, udah jelas bau orang air got" ucap Alfarezi.


Xapiera menatap Elkairo tajam "SIALAN LO EL!" Teriak Xapiera.


"Apa? Mau marah? Sini" ucap Elkairo dengan menuangkan semangkok sambal cabai ke atas rambut gadis itu.


Sambal itu mengenai mata Xapiera yang membuat gadis itu berpekik kencang "PERIH ANJING" pekik Xapiera.


Mereka tertawa keras melihat Xapiera "Perih ya? Sini gw bantu ilangin" ujar Anthaleo.


Byur


Anthaleo menyiram punggung Xapiera dengan semangkok bakso yang panas "AAAA MAMA!" jerit Xapiera.


"Mampus lo, emang enak, siapa suruh bully princess kami" ucap Alfarezi dengan mencoret coret muka Xapiera dengan spidol permanen.


"Seperti gelandangan" gumam Elkairo.


Pria itu menatap ke arah dayang Xapiera yang sudah pingsan akibat ulah ke empat temen nya.


Ke empat pria itu melakukan apapun yang di lakukan Elkairo, bedanya mereka menyiram dayang Xapiera dengan air es yang sangat dingin yang penuh es batu.


"Lepasin mereka" kata Elkairo yang melihat ketiga gadis itu sudah pingsan.


Setelah melepaskan Xapiera dkk, mereka pun keluar dari gudang dan meninggal kan ketiga gadis itu di dalam gudang yang akan di urus Oleh bodyguard Elkairo nanti. Elkairo dkk memilih untuk ke kelas saja, mereka bertujuh tidak mau ketahuan guru bk dan berakhir di hukum lagi.


Saat di pertigaan mereka melihat seorang pria yang sedang menyeret dua gadis.


"WOY MAU NGAPAIN LO!" teriak Anthaleo lantang.


Pria itu terkaget dan langsung menaruh kedua gadis itu di lantai dan melarikan diri dari Elkairo dkk.


Elkairo dkk berlari "Kalian kejar dia, biar gw sama gibran yang urus tuh cewe" ucap Elkairo.


Mereka mengangguk pelan, elkairo dan gibran menghampiri dua gadis yang tergeletak di lantai.


Gibran menepuk pelan pipi mereka "Wehh bangun" ujar Gibran dengan menepuk pelan pipi nya.


"Mereka pingsan, bawa aja ke UKS" ucap Elkairo. Mereka pun menggendong kedua gadis itu ala bridal style menuju UKS sekolah.


••••••••