
"Awsh" lirih Qharesa.
Qharesa memegang jidat nya yang terasa sakit dan mencoba mengumpulkan nyawanya.
Setelah dirasa nyawa nya telah kembali terkumpul, dirinya langsung duduk dan menatap sekitar kamar nya.
"Gw jatuh dari kasur" tanya Qharesa pada dirinya sendiri.
Saat melihat tubuh nya sudah berada di bawah kasur, tumben tumbenan dirinya bisa terjatuh. Mimpi apa dia semalam?
Ngomong ngomong tentang mimpi dirinya kembali terdiam sembari mengingat ingat.
Qharesa gadis mungil itu tersenyum senyum sendiri di dalam kamar nya. Tiba tiba saja melihat langit langit kamarnya menjadi kegiatan pagi ini dengan mata bulat nya memandang langit langit kamarnya yang berwarna biru ke putih putihan dengan lampu berhiasan kristal menggantung, bibinya tak henti tersenyum. Jelas sekali pusat perhatian sebenarnya nya bukan lah langit langit kamar. Qharesa sedang mengingat ingat sesuatu.
Hah?
Sampai akhirnya dirinya sadar dan telah mengingat semalam mimpi apa.
Mimpi indah untuk nya kah?
"AAAA DEMI APAA GW MIMPI JADI IDOL DAN SEKALIGUS PACAR NYA JAEMIN LAGI AAARRGGHH" teriak Qharesa heboh saat sadar akan mimpinya.
Dengan heboh pun dirinya lompat lompat di kasur.
"Aa jinjja demi apa coba? Gw bisa mimpi jadi pacar nya jaemin" ujarnya
Qharesa masih tak henti henti nya tersenyum sambil memegang album jaemin.
"Oke tenang, tarik nafas buang"
"Sekarang mending mandi deh Sa biar seger terus pergi ke sekolah" ujar Qharesa.
Pada akhir nya, Qharesa bergegas ke kamar mandi terus bersiap siap untuk pergi sekolah, dan selama di kamar mandi dia masih saja senyum senyum sendiri.
Tenang gess ternyata kejadian di atas hanya sebuah mimpi, hehehe.
£
Qharesa telah siap dengan seragam nya kini dirinya sedang di dalam mobil, Qharesa mengendarai mobil dengan sangat cepat, karna dia takut telat.
"\*\*\*\*! Malah macet lagi" gerutu Qharesa tapi senyum di bibirnya tak luntur luntur.
"Nah kan telat gw" gumam Qharesa, Lalu keluar dari dalam mobil.
Klek
"Pak bukain dong gerbang nya! " pinta Qharesa pada pak satpam yang baru saja menggembok gerbang sekolah.
"Gak bisa neng, nanti saya kena omel kalo buka gerbang lagi"
"Sekali ini aja pak" mohon Qharesa.
"Gak bisa!" bentak nya yang membuat Qharesa terlonjak kaget.
Tapi, karna Mood Qharesa lagi bagus jadi dia tidak marah ama satpam itu hanya sedikit umpatan.
"Pasti sekolah ini punya pintu belakang, gw harus kesana sekarang!"
"Pak titip mobil ya" Qharesa pun langsung berlari menuju pintu belakang, hingga tampaklah sebuah tembok yang menjulang tinggi.
"Gila! Tinggi banget" lirih Maura meneguk saliva nya.
Bersamaan dengan itu, tanpa sengaja mata Qharesa melihat tong sampah yang sepertinya tong tersebut sering di gunakan beberapa murid untuk kabur atau masuk ke dalam sekolah ini.
Tanpa basa basi ia pun segera menaiki tong sampah tersebut dan berusaha untuk memanjat tembok, dan setelah mencoba beberapa kali akhirnya ia pun Sampai di atas.
"Yess! Gw bisa" girang Qharesa yang tiba tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian tembok tersebut.
"Aarrgghhh!" teriak Qharesa sembari memejamkan matanya.
BRUGHH
Matanya pun kembali terbuka ketika ia merasakan sakit di tubuh nya.
"Anjirr sakit bangett cok" ucap Qharesa dengan ringisan nya, lalu iapaun pun berdiri dan berjalan ke dalam kelas. Tapi tiba tiba dia mendengar suara Seseorang dari belakang tubuhnya tepat di samping telinganya.
"Telat?"
Deg.
£