
Keesokan harinya jam 20.45 temen temen Qharesa berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing.
Setelah mengantar teman teman nya sampe teras rumah Qharesa pun kembali ke kamar nya.
Di tempat lain Elkairo baru saja sampe di rumah nya. Pria itu duduk di ruang tamu karna kecapean, dia menatap sekitar Mansion nya yang sangat sepi sekali. Biasa nya akan ada sang bunda yang menunggu dia pulang ke Mansion, tapi sekarang bunda dan ayah nya? Tidak terlihat sama sekali.
Elkairo bangkit dari duduk nya lalu pergi ke kamar nya dengan menaiki anak tangga satu persatu, pria itu teringat satu hal yang membuat nya marah pada diri nya sendiri sekarang.
Di dalam kamar Elkairo langsung mengambil ponselnya dan mencari kontak seorang gadis yang dikirim kan oleh leon.
"Tuh anak udah tidur belum ya?" gumam Elkairo yang sedang menatap sebuah kontak di layar ponselnya.
Elkairo menggelengkan kepala nya lalu menelpon gadis itu. Berdering, hanya saja belum di angkat dari sebrang sana yang membuat Elkairo kesal.
Tidak lama sambungan telpon nyatersambung dengan gadis di sebrang sana.
"Hallo ini siapa ya?" tanya seorang gadis dari sebrang sana.
Elkairo tersenyum tipis kala mendengar suara gadis itu "Nomer pacar sendiri gak di kenalin masa" kata Elkairo.
"Kak Elkairo? Pacar pacar mata mu pacar" ngegas Qharesa.
Elkairo berdeham pelan "Ya emang kita pacaran kan?" ucap Elkairo.
"Gw gak ngerasa pacaran sama lo tuh" ucap Qharesa.
Elkairo mengerutkan kening nya "Lo lupa apa yang gw bilang di kantin kemarin? Lo milik gw, dan gw nggak Terima penolakan dalam bentuk apapun!" tegas Elkairo.
"Terserah"
Sambungan telepon pun terputus secara sepihak, Elkairo terkekeh pelan saat tau jika gadis itu pasti kesal dengan dirinya sekarang. Padahal Elkairo sudah bilang, jika dia tidak akan menerima penolakan dan Qharesa menjadi miliknya.
Elkairo merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia merasa lelah dan mengantuk sekarang.
£
Qharesa keluar dari rumah nya dengan buru buru, gadis itu langsung berjalan menuju halte. Karna pagi ini dia ingin mencoba gimana rasanya naik angkutan umum.
Ia menunggu angkutan umum sampe sepuluh menit tapi belum ada yang datang satupun sampe sekarang. Qharesa menatap jam di tangan nya karna sebentar lagi akan masuk "Sial, bisa telat gw" gumam Qharesa.
Tiiinnn
Bunyi sebuah klakson motor, tujuh motor sport berhenti di depan halte yang membuat para menunggu angkot dan bus ketakutan karna melihat lambang jaket yang di gunakan oleh ke tujuh orang itu.
Kening Qharesa mengerut melihat karalyn dan kalea uang duduk anteng di atas motor.
"Naik cepetan" ucap seseorang di balik helm full face nya.
Qharesa yang merasa nggak asing dengan suara itu pun mengangguk pelan dan naik ke atas motor salah satu dari mereka. Mereka ada blackvernos, Qharesa tau karna jaket yang di pake oleh mereka.
Gadis itu memegang pundak Elkairo sebagai pegangannya. Tapi pria itu menarik tangan Qharesa melingkar di perut nya yang membuat gadis itu terkejut dan mematung "Biar nggak jatuh" kata Elkairo dari balik helm full pace nyayanh masih bisa di denger oleh Qharesa.
Qharesa terdiam mendengar ucapan pria itu, entah kenapa dia menjadi gugup jika di deket Elkairo seperti ini. Dia pasti akan selalu salah tingkah.
Elkairo langsung menjalankan motornya dengan di ikuti yang lain dari belakang yang membiarkan ketua mereka di depan.
Kalea yang satu motor degan Anthaleo, gadis itu hanya pasrah karna di paksa satu motor dengan pria itu
Padahal kalea maunya sama alfarezi tadi, tapi dengan cepat Anthaleo menarik tangan kalea untuk ikut dengan nya. Alhasil Karalyn dengan alfarezi, tentunya dapat ijin dari kalea.
Kota jakarta yang ramai dan padat pun membuat tujuh motor sport menambah kecepatan dan menyalip beberapa pengendara lain agar mereka tidak terlambat kesekolah.
Qharesa yang takut karna Elkairo membawa motor dengan kecepatan tinggi pun mengeratkan pelukan nya karna ketakutan.
"Woyy jangan ngebut gw takut" ucap Qharesa yang sedikit berteriak.
Elkairo tidak mengubris perkataan gadis itu. Pria itu semakin menambahkan kecepatan motor nya karna sebentar lagi bel berbunyi.
Qharesa mengeratkan pelukan nya, dibalik full face Elkairo tersenyum tipis ketika Qharesa memeluknya sangat erat dari belakang.
Tujuh motor sport hitam berlambang Blackvernos memasuki kawasan SMA Neo Dream High School yang membuat perhatian para warga sekolah mentap ke arah mereka.
Banyak bisik bisik tentang Qharesa dkk karna berangkat dengan para anggota Blackvernos.
Para kaum hawa menatap sinis mereka bertiga, terutama pada Qharesa yang berangkat bareng Elkairo yang notabenya dia adalah leader dari geng Blackvernos dan anak pemilik sekolah serta anak tunggal kaya raya dari keluarga Sanzio.
Qharesa dkk turun dari motor dengan muka datar mereka. Di susul dengan para anggota Blackvernos yang berdiri di antara ketiga gadis itu.
Mereka berjalan di Koridor sekolah dengan santai.
Elkairo merangkul pundak Qharesa dan berjalan di depan dengan para sahabat mereka yang berjalan di belakang nya. Seakan akan para sahabat mereka sebuah bodyguard yang sedang melindungi raja dan ratu, serta pangeran dan princess.
Di dalam hati Qharesa mengumpati Elkairo yang lancang merangkulnya, karna kelakuan Elkairo yang merangkul nya membuat dia di tatap dengan tajam, padahal yang boleh merangkul dirinya hanya lah Jaemin. Emang, halu nya udah overdosis.
"Apaansih lo rangkul rangkul gw, yang boleh rangkul gw itu hanya jaemin!" bisik Qharesa dengan tegas, Elkairo hanya berdecak kesal.
"Lu pada iri kan liat Qharesa bisa jalan sama Elkairo?" sindir Karalyn, dengan menatap mereka Sinis.
"Makanya cantik kalau mau jalan bareng Elkairo" julid kalea.
'Mereka beneran pacaran?'
'What?!'
'Sumpah Elkairo sama Qharesa taken?'
'Gila sih, bakal heboh nih'
'Kita ngapain sih ngomongin mereka? Mending bahas tentang kondisi sekolah'
'Nah iya, sekarang udah menambah lagi loh yang hilang'
'Kok gw jadi takut ya guys'
£
Elkairo menaiki motor sport nya dan langsung menancap gas motor nya dengan kecepatan tinggi di ikuti dengan ketiga temannya di belakang pria itu.
"El, mereka pergi ke arah bogor. Lo jegat mereka sebelum masuk ke dalam tol" ucap Anthaleo dengan memberitahu tentang earphone mereka yang khusus untuk menjalankan misi.
"Oke, pantau terus"
Brummm
Keempat motor sport hitam melintas di jalan raya dengan kecepatan tinggi yang mengejar sebuah bus yang melintas dengan cepat. Elkairo dkk menambah kecepatan mereka agar tidak kehilangan jejak mereka yang katanya akan masuk ke dalam tol.
Leon menatap ke arah bus yang tidak jauh dari mereka sekarang "EL ITU BUS NYA" teriak leon.
"Kejar, jegat mereka" sahut Elkairo dengan suara yang sedikit meninggi.
Mereka langsung mengejar bus tersebut dan menyamakan posisi mereka. Alfarezi dan alvaro pun lansung menyalip motor sahabat mereka dan mencoba untuk menjegat bus tersebut.
Elkairo menatap kearah kemudi bus yang kini posisi mereka bersampingan "BERHENTI!"
"BERHENTI ATAU GW TEMBAK BAN BUS LO!" lanjut elkairo yang mengarahkan sebuah pistol yang selalu dia bawa kemana mana untuk berjaga jaga jika ada keadaan darurat.
Bus itu pun berhenti di pinggir jalan. Elkairo dan yang lain pun memberhentikan motor nya di hadapan bus itu yang kini sudah berhenti di pinggir jalan. Mereka menatap bus dan langsung masuk ke dalam lalu memeriksa seisi bus yang sudah mulai ketakutan karna perjalanan mereka di halangi oleh anggota Blackvernos.
"A--ada apa ini?" tanya sang supir gugup.
"MANA KETUA LO?!" bentak elkairo tajam.
Sang supir menatap elkairo yang sudah ketakutan dengan tatapan yang di layangkan oleh Elkairo "M--maksud nya?" gugup pria itu.
Elkairo menatap seisi bus yang ada para penumpang dengan ketakutan melihat kedatangan Elkairo dan para sahabat nya. Yang tiba tiba saja memberhentikan perjalanan mereka menuju kota bogor.
Leon menghampiri Elkairo "Sepertinya dia sudah kabur duluan" celetuk Leon yang tidak melihat adanya orang yang mereka cari atau target mereka.
Brakk
Elkairo menendang salah satu kursi bus degan kencang "Sialan" umpat Elkairo kesal karna kehilangan target mereka yang berhasil lolos sekarang.
Keempat pri itu langsung turun dari dalam bus tanpa mengucapkan apa apa.
Dan tidak lama bus tersebut kembali berjalan, Elkairo menatap kepergian bus tersebut dengan tidak percaya. Dia kehilangan jejak pria itu lagi, ini sudah di hitung ke dua kalinya mereka gagal mencari jejak sekarang.
"Bener bus nya?" tanya Elkairo kepada Anthaleo lewat earphone.
"Bener El, tapi mungkin dia sudah kabur duluan?" jawab Anthaleo dari rumah pohon.
"Bisa jadi sih, tadi juga rata rata laki laki kan?Perempuan cuman 10 orang dan itupun orang tua semua" celetuk alvaro.
Elkairo berdehem pelan "Cabut" kata Elkairo yang sudah badmood sekaligus kesal karna kehilangan jejak kembali.
Mereka mengangguk pelan dan langsung memilih untuk ke sekolah. Elkairo naik ke atas motornya dan di ikuti oleh para sahabat nya yang mulai meninggalkan tepi jalan, satu persatu kembali menuju sekolah.
Elkairo berjalan di koridor yang sepi dengan ketiga temen nya, pria itu sangat malas untuk masuk ke dalam kelas sekarang. Di ujung koridor mereka ber empat bertemu dengan Qharesa yang membawa tumpukan buku tulis di tangan gadis itu, Elkairo yang melihat buku itu langsung menghampiri Qharesa dan membantu dia dengan di ikuti temen temen nya.
Qharesa terkejut dengan kedatangan Elkairo dan teman temen nya yang tiba tiba mengambil alih setumpuk buku yang dirinya bawa.
"Lo?" ucap Qharesa.
"Kelas?" Qharesa mengerutkan keningnya, dia bingung dan tidak mengerti apa yang di ucapkan Elkairo.
"Maksudnya nya? Kalau ngomong jangan singkat singkat kek" ketus Qharesa.
Elkairl menghela nafas kasar "Ini mau dibawa ke kelas atau enggak?"
Qharesa yang baru paham menggeleng kan kepalanya pelan "Enggak, itu mau di bawa ke ruang guru terus di taro di meja bu kia" ucap Qharesa.
Elkairo yang mendengar itu langsung mengambil alih semua buku buku yang di pegang para sahabat nya lalu pergi begitu saja. Qharesa tercengang dengan kelakuan Elkairo, gadih itu mendengus kesal yang membuat alvaro dan yang lain terkekeh.
Alvaro menepuk pundak Qharesa "Lo harus sabar sabar ngadepin dia ya, Elkairo emang gitu orangnya. Tapi dia baik kok, mungkin lo sama dia belum kenal lebih dalem lagi" celetuk alvaro.
Yang lain mengangguk setuju dengan celetukan Alvaro. "Elkairo emang gitu, suka ngeselin" timpal Qharesa.
"Yaudah kak, gw susuk Kak elkairo dulu ya. Makasih atas informasi nya, gw bakal sabar sabar kok ngadepin temen kalian" ucap Qharesa yang langsung pergi dari hadapan ketiga pria itu.
Mereka menatap kepergian adik kelas mereka "Semoga aja dia kaga gila deh ngadepin sikap Elkairo, apalagi sikap boros dan tengil nya tuh anak" kata Leon.
"Lo lupa? Qharesa kan udah gila tuh kalau liat poto bias nya" celetuk Alfarezi.
"Wahh, parah lo ngatai bu bos gila" ucap Alvaro, Alfarezi hanya mengangkat bahu nya acuh.
"Mereka beneran pacaran?" tanya Anthaleo yang sejak tadi diam.
Ketiga pria itu menaikan bahu nya, mereka juga gak tau. Apa Elkairo dan Qharesa sekarang pacaran atau tidak. Tapi yang jelas dan mereka ingat sangat jelas jika leader mereka sudah bilang dengan penuh penegasan jiga Qharesa adalah milik Pria itu.
"Semoga mereka beneran pacaran deh, kalau di liat liat mereka cocok loh" celetuk gibran.
"Iya cocok, yang satu pecinta kpop, yang satu lagi anti kpop" ucap fian.
Mereka terkekeh pelan mendengar ucapan fian. Tidak salah, apa yang di ucapkan pria itu sangat benar.
Setelah menaruh buku tulis di ruang guru, Elkairo dan Qharesa keluar dari ruangan. Elkairo melirik ke arah Qharesa yang menatap ke arah nya juga "Kenapa" tanya Elkairo.
"Anuu, lo keringatan" ucap Qharesa.
Elkairo menyekat keringat nya yang di kening "Oh" Qharesa mengeluarkan sapu tangan milik nya dan mengelap kening Elkairo yang di banjiri keringat, Elkairo terdiam dengan perlakuan Qharesa.
Detak jantung kedua nya berdetak, Elkairo memalingkan wajahnya nya, dia salting. Ini adalah pertama kali nya ada perempuan yang berani mengelap kening dia, selain sangat bunda. "Makasih" celetuk Elkairo pelan.
"Sama sama. Jangan geer lo karna gw nyeka keringat lo, itu tanda Terima kasih aja lo udah bawain buku tulis yang gw bawa" ucap Qharesa yang langsung pergi menuju kelasnya.
Elkairo tidak peduli dengan ucapan Qharesa barusan, yang penting dia dapat perhatian dari Qharesa. Ya walaupun niat nya gitu.