
Malam telah tiba.
Pak Manager sedang membaca laporan dari bawahannya. Tiba-tiba seseorang memukul kepalanya hingga pria itu pingsan. Aji yang melakukannya. Aji dan Zee menyeret tubuh itu ke ruangan kosong dan menguncinya.
Kedua orang itu kembali ke ruangan Aji. Zee mendorong Aji ke sofa. Gadis itu menindihnya dan merobek pakaian pria gempal di bawahnya. Aji memeluk Zee dan mencium leher gadis itu.
Pria yang pantas menjadi ayahnya itu dibiarkan mencumbu lehernya.
*** Flashback ***
Yesinta memohon ampun saat Aji memaksanya bertekuk di depannya dan melakukan hal tidak senonoh.
Aji mengerang nikmat, sementara Zee berlari kemar mandi dan muntah sambil terbatuk-batuk. Aji menyusulnya dan menjambak rambutnya agar kembali ke ruangannya.
Pria paruh baya itu mendorong Zee ke mejanya dan dia melucuti pakaian gadis itu. Kemudian dia memperkosanya di atas meja.
*** End Flashback ***
Zee menyembunyikan jarum-jarum kecil di sela cincinnya. Gadis itu menusukkan semua jarum itu ke punggung Aji. Pria itu berteriak kesakitan. Zee mengambil gelas dan memasukkannya ke mulut Aji. Gadis itu mengikat kedua tangan Aji ke belakang.
"Ah, menjijikan." Zee mengambil tisu dan mengelap lehernya yang basah karena air liur Aji.
"Bagaimana rasanya mengoral gelas?" Kata Zee.
Tiba-tiba gelasnya pecah di mulut Aji. Zee juga terkejut. Mulut pria itu berlumuran darah. Dia berteriak meminta tolong walau tidak jelas apa yang dia ucapkan.
Zee menutup telinganya. "Berisik sekali, apa kau pernah menghiraukan permohonan Yesinta? Tidak, kan? Kau hanya mementingkan napsu binatangmu. Sekarang kau juga harus memuaskan aku. Puaskan napsu haus darah yang menyiksaku!"
Zee mengangkat linggis merahnya.
"Aaarrrggghhhh!!!!"
Sementara itu, Pak Manager sudah sadar. Kepalanya terasa sakit. Pak Manager terkejut menyadari tubuhnya terikat di kursi. Di depannya ada Zee yang sedang menatap tajam padanya.
"Si-siapa kau?!"
Zee tersenyum. "Kita belum pernah bertemu, ya?"
Gadis itu mengambil buku tebal berisikan foto para karyawan dari meja. Dia menunjukkan foto Yesinta pada Pak Manager.
"Apa yang kau lakukan pada gadis ini?" Tanya Zee.
Pak Manager mengalihkan pandangannya. "Aku tidak ingat padanya. Ada banyak karyawan yang bekerja di sini. Kau pikir aku mengingat setiap orangnya?"
Zee menampar wajah Pak Manager dengan buku tebal itu.
"Aaa!!!"
"Masih belum ingat?!" Bentak Zee. Dia kembali memukul kepalanya.
"Aaa!!! Hentikan!"
"Apa kau amnesia?!" Zee akan memukulnya lagi, tapi Pak Manager buka suara, "Hentikan! Iya, iya, aku ingat!"
Zee mendecih sambil melemparkan bukunya ke lantai membuat Pak Manager tersentak kaget.
"Apa yang kau lakukan padanya?!" Bentak Zee.
Pak Manager mulai bercerita.
*** Flashback ***
Aji menceritakan tentang dirinya yang memperkosa Yesinta pada Pak Manager.
"Dia sangat cantik, tubuhnya indah, vaginanya juga masih sangat rapat," ujar Aji.
Pak Manager memanggil Yesinta ke ruangannya. Di sana dia memperkosa Yesinta. Bahkan selama 3 hari Yesinta dikurung di ruangan itu untuk memuaskan hasratnya tanpa diberi makan. Yesinta hanya minum air putih selama dikurung.
"Pak, tolong lepaskan saya. Saya harus mengurus ibu saya yang sakit," pinta Yesinta memelas.
"Kau harus tetap di sini melayaniku."
"Pak, saya janji akan kembali menemui Bapak, tapi saya mohon saya mau pulang hari ini saja."
Pak Manager menarik lengan Yesinta. "Aku bilang, kau harus di sini, paham?!!!"
Yesinta didorong ke lantai dan diposisikan menungging. Pak Manager tersenyum mesum sambil membuka resleting celananya.
*** End Flashback ***
Zee menggeleng dengan air mata berlinang. "Apa kau tahu? Dia gadis muda yang berusia 14 tahun waktu itu dan kau dengan tega merusaknya?"
Pak Manager menyangkal ucapan Zee, "Aku tidak merusaknya. Dia memang sudah tidak perawan."
Ucapan Pak Manager membuat emosi Zee semakin tersulut. Gadis itu membawa linggis merahnya. "Aku tidak berniat membunuhmu, kau memang sudah waktunya mati, binatang."
"Aaaaarrrhhhh!!!"
Keesokan harinya, para karyawan heran dengan manager baru mereka, yaitu seorang gadis cantik yang tidak mereka kenali.
Zee tersenyum.
*** Flashback ***
Zee mengetik surat penggantian posisi Manager. Dia menggunakan sidik jari Aji dan sidik jari Pak Manager yang mana keduanya sudah mati untuk melengkapi persyaratan persetujuan pergantian Manager.
Zee bahkan bisa meniru tanda tangan mereka berdua. Semalaman Zee mencari informasi mengenai Bos besar, tapi dia tidak kunjung menemukan jawaban. Yang tertulis di dokumen hanya Bos besar seolah-olah pria misterius itu tidak memiliki nama.
*** End Flashback ***
Zee tersenyum sinis. Jika Bos besar tidak bisa kucari, maka dia yang akan datang sendiri padaku. Gadis itu mengumumkan sesuatu pada para karyawannya.
"Semuanya... mulai saat ini... pabrik kita akan memberikan gaji seminggu sekali bagi karyawan. Kalian sudah bekerja keras selama puluhan tahun bersama kami. Aku, Yerisca Zega menjamin kalian semua."
Semua karyawan bertepuk tangan.
Yuda dan Wildan tampaknya mencurigai Zee.
"Memangnya Pak Manager dan Pak Aji kemana?" Tanya Wildan.
Yuda mengedikkan bahunya. "Sepertinya ada yang tidak beres. Bagaimana bisa orang asing itu tiba-tiba muncul dan menduduki posisi Manager."
"Aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Rasanya aku pernah bertemu dengannya, tapi kapan?" Gumam Wildan.
Pandangan Zee teralihkan pada Yuda dan Wildan. Selanjutnya giliran kalian. Tunggu saja.
🍁🍁🍁
20.51 | 02 Januari 2021
By Ucu Irna Marhamah