FIGURAN

FIGURAN
Holyday Part 3



Permainan wahana pun di mulai, Akira bersama ketiga remaja lainnya sedang mengantri menunggu giliran untuk menaiki water slide. Kini giliran Erika yang bersebelahan dengan Ratara di dua pipa seluncuran yang agak berdekatan itu.


"Loh bukannya gua bakal bareng Akira ya?" Tanya Erika yang baru duduk di garis start itu.


"Loe nggak mau naik bareng gua?" Tanya Ratara dengan nada rendah dan cool.


"Huh? Bukannya gitu... yaudah deh!" Erika si paling gimana aja boleh.


Begitulah kedua remaja itu menikmati wahana pertama di Water Park. Kini sisa dua remaja lagi, di mana Ryan dengan semangat menuju baguannya. Namun Akira tampak ragu.


"Loe kenapa?" Tanya Ryan yang menoleh ke arah gadis itu.


"Tinggi juga ya ternyata!" Sahut Akira yang memiringkan kepalanya untuk melihat ke bawah.


"Loe takut? Sejak kapan loe takut ketinggian?" Ejek Ryan dengan senyum tipis.


Akira menatap dengan sinis lalu menjawab, "mohon maaf! Bukannya saudara yang dulunya takut ketinggian?" Kedua tangan gadis itu menunjuk ke arah pemuda tampan itu lalu menaiki seluncuran bagiannya.


"Itu dulu! Sekarang mah beda! Gua nggak takut apapun!" Sambung Ryan.


"Iya iya pak ketua!" Akira menganggukkan kepalanya dengan ekspresi ledekan.


"Okeh kalo gitu, kita bakal turun bareng-bareng dalam hitungan ketiga, siapa yang teriakannya paling kenceng harus ditraktir sama yang kalah!" Ucap Ryan menantang.


"Okey! Gua akan menang!" Akira tampak bersemangat dan fokus.


"1...2...3..."


"Aaaaaaaaaaauuuuuyuuuuuhuuuuuuu..."


"Uwaaaaaaaaaaaaaaaah woooooooooooohuuuuuuuuu!"


Teriakan puas kedua oknum yang menikmati permainan mereka. Dan di waktu bersamaan mereka terlempar ke dalam kolam besar lalu sama-sama tertawa lepas saat bangkit ke permukaan air.


"Erik! Menurut loe siapa yang suaranya paling keras tadi pas meluncur di seluncuran? Gua atau Aki?" Tanya Ryan pada Erika yang masih di kolam yang sama juga. Pemuda itu sangat bersemangat begitupun Akira yang menunggu jawaban teman sebangkunya.


"Suara Aki?" Jawab Erika tak yakin.


"Okey! Loe lihat kan? Gua menang! Loe harus traktir gua makan siang!" Ucap Akira sambil tersenyum lepas dan menunjuk ke arah Ryan.


"Okey okey nona, tapi Aki-Aki!" Sahut Ryan dengan ekspresi pura-pura kecewa lalu tersenyum.


"Janji tu ya! Janji dulu!" Akira mengangkat jari kelingking nya untuk melakukan ritual janji jari kelingking.


Ryan pun langsung mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari gadis itu sembari berkata, "loe pikir gua apa? Cowo sejati itu gak bakal ingkar janji!"


Di sisi lain ada yang cemburu dengan interaksiAkira dan Ryan.


"Kenapa nggak gua aja sih yang di posisi Aki? Gua juga pengen janji-janjian sama Ryan!" Batin Erika.


Dan Ratara yang selalu jadi penonton.


"Kalian janji apaan sih? Gua ikutan dong!" Tanya Erika dengan ekspresi ceria.


"Loe mau ikutan? Kalo gitu ayo naik lagi! Loe dan Aki, siapa yang teriakannya paling kencang, dapat hadiah dari gua!" Ucap Ryan.


"Hadiahnya apaan nih untuk ronde ini?" Tanya Akira.


"Apa aja! Terserah gua!" Sahut Ryan santai lalu melanjutkan kalimatnya, "gimana setuju? Buat seru-seruan aja! Biar gua yang jadi jurinya"


"Oke deh! Ayo Aki!" Ucap Erika bersemangat.


Kedua gadis itu dengan semangat kembali mengantri untuk bertanding sekaligus bermain.


"Huh? Maksud loe apa?" Tanya Ryan.


"Loe dengan mudah deket sama dua cewe itu dan buat mereka tertarik sama loe semudah itu!" Sahut Ratara.


"Huh? Emang mereka tertarik sama gua? Nggak kali! Lagian ... mereka bukan cewe murahan yang bisa dideketin cowo sembarangan!" Sahut Ryan lalu tersenyum kecil.


"Lagian untuk deketin satu orang dari mereka aja butuh waktu beberapa tahun! Loe tau kenapa? Karena mereka special!" Sambung Ryan.


"Maksud loe Akira?" Tanya Ratara.


"Untuk dapatin yang special, loe harus bisa menemukan nilai tak terhingga-nya, sama seperti soal matematika yang loe pecahin tiap ujian, bagi sebagian orang mudah, dan sebagian lainnya sulit! Semua orang memiliki cara yang berbeda untuk memahami-nya! Ya Nggak?" Sahut Ryan dengan penjelasan dibalut teka-teki.


Back to Aki dan Erik, kedua gadis itu sudah siap di garis start dan meluncur bersamaan sambil berteriak dan tertawa bahagia. Ryan melirik kedua gadis itu sambil tersenyum.


"Tara loe juga bantuin gua denger siapa yang suaranya lebih besar, gua nggak mau dianggap pilih kasih!" Ucap Ryan.


"Okeh!" Sahut Ratara lalu melihat ke arah kedua gadis yang meluncur dengan bahagia itu.


Begitu sampai di permukaan air, penentuan pemenang pun langsung di umumkan.


"Sebenarnya ada juri tambahan, Tara dan gua akan diskusi dulu dan umumin pemenangnya sebentar lagi!" Ucap Ryan lalu merangkul Tara dan berunding sambil berbisik.


"Okeh, gua akan umumin siapa yang menang dan gua juga bakal nambahin hadiah untuk pemenangnya!" Ucap Ratara usai berunding.


"Mantap tuh!" Sahut Erika dengan semangat. Dan Akira diam sejuta bahasa jika menyangkut Ratara, gadis itu lelah beurusan dengan pemuda itu.


"Pemenang nya... Erika!" Seru Ratara sambil tersenyum.


"Selamat Erika!" Ucap Ryan dengan senyjm manisnya.


"Okeeey! Gua menang! Berarti dua kado nih ya?" Erika memastikan dengan semangat.


Kedua pemuda itu mengangguk dengan senyum merekah di wajah mereka, begitupun Akira yang juga membetikan ucapan selamat dan ikut bahagia.


"Bener tebakan gua! Tuh cowo nambahin hadiah karena buat Erika! Tapi.. kenapa tadi dia nolongin gua ya? Harga apalagi yang harus gua bayar untuk pertolongan itu? Gua bahkan lebih seneng ketabrak dan kesakitan dibanding utang budi nggak jelas gini!" Batin Akira, namun wajahnya tersenyum untuk Erika.


Wahana selanjutnya menunggu, dan semua remaja yang berlibur itu ikut mencobanya hingga tibalah waktu makan siang. Seperti arahan sang ketua, mereka berkumpul tanpa harus dipanggil atau dicari, kekompakan kelas yang sempurna. Makanan mereka sudah tertera sesuai pesanan masing-masing dan satu persatu mulai menyentuh dan makan.


Usai makan, merekapun kembali bermain. Hingga sesuai dengan jam yang telah dijanjikan untuk pulang. Pada saat jam pulang tiba, semua berganti pakaian dengan tertib. Hingga saat naik ke bus, namun kali ini posisi duduk tak lagi diatur dan bebas duduk dengan siapapun.


Erika duduk bersama Akira dan tentu Akira di dekat jedela. Di dalam bus, semua orang sibuk kembali bercerita keseruan mereka. Sementara beberapa terlihat lelah dan mengantuk. Anehnya Akira si yang biasanya tukang tidur, masih terjaga dan mendengarkan cerita Erika.


Begitulah gambaran liburan para siswa SMA yang penuh keseruan dan tentunya dengan segala kecemburuan lika-liku cinta monyet dan momen kebersamaan yang akan menjadi kenangan saat mereka dewasa.


Apa cerita SMA versi kamu?


.


.


.


Tbc


Note:


Hallo Readers! Maafkan jika banyak banget Typo atau kesalahan pengetikan ya. Jika ada waktu mengecek kembali, akan author perbaiki. Author lagi ada sedikit masalah jadi kurang fokus🙏.


Terimakasih banyak atas dukungan kalian! Jangan lupa ninggalin komen dan tekan tombol like nya💜