
Pagi cerah di hari kamis, para panitia acara sekaligus anggota OSIS sangat sibuk mengatur setting untuk Acara puncak penutupan. Mereka mengarahkan MC untuk mengumumkan kesiapan acara agar para peserta juga penonton merapat ke tenda acara.
Pembukaan acara untuk penyerahan hadiah dan pengumuman pemenang di mulai. Kemudian satu persatu lomba dan nama peserta yang memenangi lomba di panggil yang di mulai dari cabang olahraga.
Tak terkecuali, nama Akira pun terpanggil saat bagiannya. Gadis yang tak sengaja menjadi pemenang hanya karena sebagai atlet pengganti. Akira yang berdiri di kumpulan para atlet pun naik ke atas panggung untuk menerima mendali-nya.
Selanjutnya tim tennis, dan kemudian di lanjutkan oleh tim basket yang menerima mendali kemenangan mereka. Usai turun dari panggung, Ratara yang merupakan tim pemenang basket melirik Ryan rekan se-timnya menuju ke arah Akira dan melakukan ceremoni bersama.
"Selamat ya Aki!" Ucap Ryan pada gadis itu.
"Loe juga selamat ya Ryan hehe!" Sahut gadis itu lalu keduanya terkekeh tanpa alasan, masing-masing merasa geli dengan ucapan selamat itu.
Seolah merasa cemburu akan kedekatan Akira dan Ryan, Ratara memasang wajah datar di tengah rasa bahagia itu.
Setelah beberapa pengumuman lain, tibalah waktunya untuk pengumuman cabang hiburan. Erika dan teman-temannya tampak gugup.
"Penilaiannya oleh juri, yaitu guru-guru seni kita dan juga jumlah dukungan penonton, yaitu penilaian reaksi penonton saat menyaksikan penampilan para peserta!" Ucap MC dengan nada yang lembut tapi tegas.
"Baiklah di mulai dari katerogi solo! Pemenangnya ..."
Begitulah pengumuman pemenang di mulai. Walau gugup dan sempat kehilangan kepercayaan diri, Band Erika bersama teman-temannya berhasil menjadi pemenang utama sesuai prediksi Akira yang sempat berbisik pada Ryan.
Sekelompok remaja itu berteriak bahagia dan dengan semangat naik ke atas panggung. Di sisi lain ada dua orang sahabat yang bertepuk tangan bangga dan seorang gebetan yang supportive.
Begitu turun dari panggung, begitu banyak yang menyambut gadis itu untuk mengucapkan selamat. Dan seperti biasa Akira begitupun Ryan yang menjadi orang terakhir.
"Penampilan special untuk acara penutupan ini akan di meriahkan oleh para pemenang kita! Erika, Ryan Dan Tara!" Semarak MC membuat semua orang antusias, mendengar nama mereka saja membuat penasaran apalagi penampilannya.
Walau tampilnya dadakan, ketiga remaja itu sempat berlatih singkat selama 2 hari, panitia yang memilih mereka langsung dengan alasan, satu orang dari perwakilan OSIS dan panitia, satu orang dari perwakilan atlet dan sisanya perwakilan dari cabang hiburan. Hingga tersusunlah paket lengkap itu dengan bakat mereka masing-masing. Begitulah Kira-kira yang dijelaskan MC sebelum melantangkan nama ketiga remaja itu.
Penampilan di siapkan, Ryan mengambil gitarnya yang sudah terpasang dengan kabel. Erika dan Ratara sebagai penyanyi duet mengambil mic mereka dan begitulah penampilan special itu dimulai.
Beberapa dari penonton mengambil hp masing-masing untuk merekam, tak terkecuali Akira yang memang sudah dipesan oleh Erika sebelumnya. Penampilan dengan alunan irama gitar dibalut suara merdu mendapat banyak perhatian, ditambah lagu sejuta umat yang dibawakan membuat banyak yang ikut bernyanyi. Begitupun sambutan meriah diterima saat penampilannya berakhir.
Para tokoh utama dalam kehidupan yang tak perlu melakukan banyak hal untuk mendapat perhatian, mereka bahkan dapat terpilih hanya karena semesta merestui mereka. Bakat yang langsung terlihat hanya dari memandang wajahnya saja. Terkadang semesta pilih kasih dalam menentukan kisah seseorang.
Akhirnya Akira ikut berkumpul bersama ketiga siswa populer itu.
"Kita foto yuk! Buat kenang-kenangan!" Ucap Erika.
"Bener juga! Hayuk!" Sahut Ratara dengan tampak cool-nya.
"Sini gua fotoin!" Sambung Ryan yang meminta hp Erika.
"Jangan! Loe harus ikutan foto juga!" Ucap Erika yang mengambil kesempatan agar bisa berfoto dengan Ryan.
"Yaudah biar gua yang fotoin aja! Mana hp loe?" Ucap Akira lalu meraih hp Erika dan,
"Cekrek! Cekrek! Cekrek!" Satu kenangan terdokumentasi.
"Dita! Tolong fotoin kami dong!" Erika memanggil salah satu anggotan band-nya.
"Okey! Okey!" Gadis yang dipanggil itu langsung menghampiri mereka.
"Kira, kasih hpnya sama Dita!" Ucap erika lagi.
"Aki, sini! Loe juga ikut foto dong!" Ucap Erika lagi.
"Nggak apa nggak usah aja!" Sahut Erika sejenak menatap risih Ratara yang kemarin menuduhnya sembarangan.
"Ayo loe ikut aja!" Ryan menarik Akira dan membuat Akira berdiri di sampingnya. Posisi posenya yaitu Ratara, Erika, Ryan dan Akira yang terakhir.
...
Hari sabtu, para siswa itu kembali mengunjungi sekolah sebelum liburan. Tentu saja untuk mengambil Raport semester ganjil ini.
Kehidupan kelas yang riuh sebelum guru masuk memang menjadi tradisi, di mana siswa di dalamnya sibuk menebak peringkat temannya. Yang menjunjung tinggi rekan sekelas namun dalam hati kecil berharap dirinya lebih tinggi dari mereka. Siapa nih yang pernah gini?
"Ryan pasti peringkat satu lagi nih!" Ucap Ayna pada Erika.
"Iya loe bener sih! Gua heran kapan dia belajarnya ya? Perasaan dia sibuk banget banyak kegiatan!" Sahut Erika lalu langsung menoleh ke arah Akira menunggu jawaban.
Akira tak sengaja melirik Erika yang melempar tatap penuh harap menunggu jawaban.
"Kenapa loe liatin gua gitu?" Tanya Akira bingung.
"Jawab dulu! Kapan Ryan punya waktu belajar? Apa dia nggak capek?" Tanya Erika lagi.
"Mana gua tau! Tanya orangnya langsung sana!" Sahut Akira lagi.
"Kan loe deket sama Ryan!" Ucap Erika, namun Akira tampak terkejut dan panik. Akira takut Erika akan berpikir dirinya sengaja mendekati Ryan untuk mendapatkan perhatian Ryan yang sebenarnya hal itu keinginan Erika.
"Nggak lah! Mana ada sedekat itu! We just friend!" Akira menegaskan.
"Iyalah! Nggak mungkin juga Ryan mau deket-deket banget sama Akira, untuk apa? Ryan cuman baik untuk memenuhi tugasnya sebagai ketua kelas! Ya nggak?" Sahut Ayna agak berbisik supaya tidak di dengar oknum yang bersangkutan.
"Ryan nggak seburuk itu tau! Dia 180 derajat lebih baik dari kalian semua!" Batin Akira yang dalam hatinya mengoreksi dan tampilan luar senyum tipis.
...
Tak lama kemudian, guru wali kelas memasuki ruangan dan mengumumkan peringkat lima besar, selebihnya dapat mengecek pada raport masing-masing. Sesuai prediksi, Ryan peringkat pertama, Erika peringkat kedua, Dani peringkat ketiga dan seterusnya.
Akira memang jarang masuk lima besar, ia puas hanya dengan masuk salah satu dari 10 besar.
"Ratara loe peringkat berapa?" Tanya salah satu siswa di sana, namun seketika kelas senyap dan penasaran akan tingkat kecerdasan murid baru itu.
Ratara hanya terdiam dan ragu menjawab saat perhatian semua orang tertuju padanya.
Ratara peringkat berapa ya kira-kira?
.
.
.
Tbc