FIGURAN

FIGURAN
Pertandingan untuk Ryan



Ratara dengan setelan training kece keluar dari rumahnya. Pemuda itu memulai pemanasan dengan mengangkat kedua tangannya lalu memutar-mutarkan kakinya. Ia mulai berlari kecil dan menyusuri jalan lingkungan rumahnya yang agak sepi.


Beberapa menit setelah menyusuri jalanan itu, ia menemukan Erika yang duduk di depan rumah itu bersama Akira. Langkah pemuda itu terhenti karena rasa penasaran.


"Ini rumah siapa? Rumah Erika? Atau Akira?" Batin pemuda tampan itu yang kemudian menemukan pohon besar untuk bersembunyi.


Di sisi lain, Erika dengan sengaja mengganggu sahabatnya pagi ini dengan tujuan tertentu. Kini kedua gadis itu duduk di dua kursi depan rumah Akira.


"Aki loe ikut ya liburan bareng anak kelas! Please gua pengen kita main air bareng! Seru loh!" Ucap Erika dengan wajah memelas yang terlihat imut nan cantik.


"Tapi gua rencananya nggak ikut!" Akira menegaskan katanya.


"Loe kan bisa sisihin dikit uang di amplop yang loe temuin di laci loe! Uang itu milik loe kok! Gua udah pastiin juga! Ikut aja ya! Ya! Please loe ikut ya!" Sambung Erika.


"Kok loe tau? Sebenarnya gua mau balikin duitnya ke pemiliknya, cuman bener yang Ryan bilang, gua memang berhak terima duit itu atas jasa berharga gua!" Sahut Akira saat melirik jam tangan hadiah yang pernah ia kasih pada Erika atas nama Ratara.


"Makanya dari itu, nikmatin duit itu dan ikut jalan bareng gua! Sekalian loe ajak Ryan juga ya! Buat dia ikut juga!" Si cantik Erika kembali memelas.


"Lah! Kenapa nggak loe ajak sendiri? Tapi dia kan ketua kelas kita, aneh nggak kalo dia nggak ikut?" Akira tampak bingung.


"Itulah makanya! Tapi.. gua nggak berani chat dia duluan!" Ucap Erika pelan.


Di sisi lain, Ratara yang menguping semakin mendekatkan telinganya agar terdengar.


"Loe kan bisa jadiin topik liburan sebagai alasan buat nge-chat dia! Kesempatan buat loe juga kan?" Saran Akira.


"Sebenarnya gua udah pernah chat dan ajak dia! Tapi katanya dia nggak bisa ikutan liburan kali ini! Coba loe yang ngomong sama dia deh, siapa tau dia berubah pikiran."


"Emang bisa gitu?" Tanya Akira.


Erika membalas dengan anggukan imut lalu berkata, "loe coba tanya ya! Bentar lagi dia bakal datang ke sini juga!"


"Loh ngapain dia ke sini?" Tanya Akira agak tak percaya.


Plaks, "Argh!" Beberapa semut yang diinjak Ratara dari bawah pohon menggigit kakinya hingga ia mendesis. Tanpa sadar, Ratara keluar dari persembunyian-nya dan membuat kedua gadis itu menemukan dirinya keluar dari belakang pohon itu.


Empat bola mata itu tak percaya dengan penglihatan mereka. Dan Ratara yang baru menyadari perhatian dua gadis itu kembali bersikap cool, padahal tadinya masih mengeluhkan semut yang menggigitnya.


"Tara? Loe ngapain di situ? Loe keluar dari mana sih?" Tanya Erika.


"Gua.." pemuda itu melirik ke arah tatap sinis Akira yang sangat berbeda dengan tatap polos Erika. "Gua jogging dari rumah gua, eh sampe sini malah lihat loe di sini!" Pemuda itu mencoba menebarkan pesonanya dengan tersenyum hangat ke arah Erika.


"Loe nguping kan?" Tanya Erika dengan nada jutek.


"Engg.. Enggak lah! Ngapain? Loe pikir gua apa?" Sahut Ratara agak terbata.


Seorang pemuda lainnya pun tiba, iyap Ryan si paling pengertian. Entah bagaimana kini semua orang malah berkumpul di halaman kecil rumah Akira.


"Hai Aki, Erik!" Sapa Ryan dengan senyum hangatnya. "Hai Tara juga! Kok loe bisa di sini?" Tanya Ryan.


"Emang gua nggak boleh di sini?" Oknum yang ditanya malah berbalik bertanya.


"Kalian nggak boleh ngumpul di sini! Ke lapangan aja, sekalian olahraga!" Ucap Akira lalu mengunci pintu rumahnya yang kosong itu dan ke barisan pertama meninggalkan rumahnya.


"Tara, loe naik bareng gua!" Ucap Ryan.


Begitulah Akhirnya keempat remaja itu meninggalkan rumah Akira dengan dua motor menuju lapangan terdekat.


Di lapangan, Akira hanya duduk saja di pinggir saat ketiga remaja lainnya asik memainkan permainan badminton. Di mana Ryan dan Erika melawan Ratara.


"Loe santai aja! Gua lagi males juga hari ini!" Sahut Akira dengan lesu.


Ryan berhasil mencetak poin, lalu menuju pinggir lapangan dan duduk di samping Akira. Erika melirik dan membaca keadaan saat itu.


"Erik! Loe lanjut dulu! Gua istirahat bentar!" Ucap Ryan lalu Erika meng-iya-kan.


Erika mengirim pesan telepati ke bestienya untuk mengajak Ryan ikut liburan kelas dengan mengedip-ngedipkan matanya pada Akira.


"Loe ikutan liburan bareng anak kelas kan?" Tanya Akira pada Ryan.


"Nggak!" Sahut pemuda itu santai.


Erika yang ikut mendengarkan sontak mengalihkan pandangannya pada Ryan. Bola yang melambung tak sengaja mengenai kepala gadis itu.


"Ak auw!" Desah Erika lalu mengeluskan kepalanya.


"Loe nggak apa kan? Pertanyaan dari kedua pemuda yang tampak khawatir dan menghampiri gadis itu untuk memeriksa.


"Iya aman kok! Sakit bentar doang hehe!" Sahut Erika.


Akira pun sudah bangkit dari duduknya.


"Lagian kenapa loe nggak ikutan liburan sih? Nggak seru tau, ketua kami nggak ada!" Sambung Erika.


"Iya Ryan ikut aja!" Sambung Akira sembari menganggukkan pelan kepalanya.


"Loe juga Aki! Nyuruh orang ikutan emang loe ikut juga?" Sahut Ryan.


"Aki ikut kok! Makanya loe juga ikut biar kelas kita komplit, lengkap semua! Tara juga ikut kan?" Sahut Erika dengan antusias.


Ratara hanya mengangguk saat namanya disebut. Walau sebenarnya dengan tujuan yang berbeda dengan kedua gadis itu. Ratara hanya ikut untuk Erika.


"Yaudah! Kalo kalian berhasil ngalahin gua di satu set permainan ini, gua bakal ikutin kata kalian!" Tantang Ryan.


"Oke baiklah!" Sahut kedua gadis itu saling menatap lalu mengambil posisi masing-masing.


Akira merebut raket dari tangan Tara dengan berkata, "sorry! Ini punya gua!" Lalu menuju posisi belakang. Dan pemuda itu hanya menggunakan ekor matanya melirik.


"Tara! Tolong jadi wasit bentar ya! Gua sama Aki harus menang nih! Ini soal harga diri!" Ucap Erika yang membuat pemuda itu menurut dan pergi ke pinggir lapangan.


"Okey kedua tim siap? Tim Erika akan jadi pemain pertama! Game Start!" Aba-aba dari sang wasit yang sebenarnya terlihat enggan melakukannya.


"Circle pertemanan mereka, walau gua udah di dalamnya kenapa terasa tak bisa menyatu?" Batin Ratara sembari mengawasi bola yang berterbangan kesana-kemari.


"Poin pertama untuk Ryan! .. Erika! perketat penjagaan dan serangannya!" Ucap Ratara.


Siapa yang akan memenangkan pertandingannya?


.


.


.


Tbc