Feeling In Love

Feeling In Love
Episode 0 - Prolog



Episode 0 - Prolog


Kring…kring…


‘’ berinsik ‘’ resahnya sambil mematikan alarm ‘’ sial udah


jam 6, harus segera ke sekolah ‘’ segera dia pergi ke kamar mandi


Setelah selesai bersiap-siap  beranjak turun untuk sarapan.


Sebenarnya dia malas untuk turun  dan melihat orang yang tidak dia sukai siapa


lagi kalau bukan ibu , dan adik-adiknya


‘’Selamat pagi kak mita’’ sapa devina dan dion


‘’ sini nak duduk, kita sarapan dulu’’ bujuk ibunya


Mita tidak menjawab apa-apa dia hanya menatap dengan tatapan


tajam dan dia segera mengambil sepotong roti dan beranjak pergi meningalkan mereka yang ada di meja makan


‘’ mita kamu tidak sarapan?’’


‘’ emangnya penting mita sarapan atau tidak papa? Bukankah


yang penting istri dan anak-anakmu itu udah makan?!” jawabnya ketus sembil


melanjutkan langkahnya


Pramita sangat tidak suka dengan ayahnya atau keluarganya,


karena ayahnya tiba-tiba membawa seorang wanita yang tidak lain adalah ibu


tirinya saat 1 bulan ibunya pergi meningalkan rumah. Apalagi wanita tersebut


datang dengan anak kecil dan tengah hamil besar. “ mita dia akan menjadi ibumu


dan ini adikmu’’ herman ayahnya mita. Mita hanya terdiam mematung, apa lagi yang akan di lakukan


anak berusiah 4 tahun tersebut hanya itu yang bisa dia lakukan.


Sesampainya disekolah…


Mama kenapa gak ajak


mita pergi dari rumah itu, ma mita kangen. Guman mita dalam hati


‘’ pagi-pagi dah melamun aja luh mit’’ sapa jihan


Mita hanya menoleh sembrani tersenyum tipis


‘’ kenapa? Bertengkar lagi sama ortu luh? Taya jihan


Mita hanya mengauk kepalanya sambil tersenyum.


Saat ini mita duduk di kelas 3 SMA, dia adalah cewek yang


penyendiri dan jarang tersenyum hanya jihan teman satu-satunya kenapa bisa


begi? Yah karena mita tidak suka berteman dengan  orang-orang munafik yang hanya mengiginkan


uangnya saja


Setelah pulang dari sekolah, mita tidak langsung kerumah


gadis SMA itu malah pergi mengelilingi kota sendirian dengan mobilnya,


pulang jika udah sore


‘’Malas bangat balik lagi ke rumah itu’’ gumannya ketus


Sesampai dirumah dia akan langsung kekamarnya  tetapi saat dia mulai melangkah  Tiba-tiba ayanya memanggil


Plakk..plakk


Satu tamparan mendaran dipipi mita, hal itu membuat dia


kaget terus bingung


‘’papa kenapa sih main tampar aja?’’ Tanya mita sambil


megang pipinya


‘’ kamu tau apa kesalahan kamu?!’’ herman dengan nada


tingginya


Mita hanya menatap bingung dan penuh akan amarah


‘’ gara-gara kamu, devina hamper aja mati. Papa udah sms


kamu untuk pulang sama devina tapi kamu malah keluyuran kayak gini’’ frans


Devina adalah adik tiri mita yang sekarang duduk di kelas 1 SMA, dia bersekolah di tempat yang sama dengan mita. ada lagi Dion yang berbeda 5 tahun dengannya.


‘’ kenapa gak mati aja sekalian’’ ketus mita


Mendengar jawaban mita, herman jadi emosi dan mengankat kedua


tangannya  ‘’ mita, kamu’’ tetapi sebelum


tangannya mendarat di pipi mita tangannya dihentikan oleh andriani istrinya


lebih tepatnya ibu tiri mita ‘’ pah sudah, ini bukan salah mita’’


‘’ gak usah sok baik, ayoo tampar aja pah?!’’ ketus mita


dengan emosi sambil menyodorkan pipinya


‘’Mulai hari ini fasilitas yang ayah berikan sama kamu ayah


cabut, ini sebgai hukuman buat anak yang bandel kayak kamu!!!’’ kata herman


dengan emosi


‘’ silahkan ambil semuanya yah , mita gak butuh dan mita


juga mau bilang selamat tinggal, mita pergi dari rumah ini!!’’ jawab mita sambil


melangkah menuju keluar dari rumah tersebut


'' silahkan kamu pergi dan jangan balik lagi kerumah ini" herman dengan suara tingginya


'' pah gimana kalau mita benar-benar tidak balik lagi pah?'' andirani khawatir


'' tenang aja mah, pasti kalau uangnya udah tidak ada dia balik lagi'' jawab herman dengan percaya diri


 


To be continued…