
"Cantikan kamu malam ini, Sayang," kata Satya sambil tersenyum tulus.
Aku langsung terdiam seperti patung setelah mendengar gombalan dari Satya.
Tanpa basa basi, Satya mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia langsung mengambil kesempatan untuk ******* bibir merahku yang tipis dengan begitu agresif. Namun, aku tidak bisa mengimbangi dan membalas ciuman darinya. Ia sempat menghentikan ciuman itu saat aku kesulitan untuk bernapas.
"Kamu ga bisa ciuman, ya?" tanya Satya dengan ekspresi menyebalkannya yang seolah meledekku.
"Ga bisa," dengusku kesal.
"Biar aku ajarin," jawab Satya sambil tersenyum.
Satya pun kembali melancarkan ciumannya. Ia menggigit bibir bawahku supaya aku mau membuka mulutku. Setelah itu, ia menjulurkan lidahnya ke rongga mulutku. Kemudian, Satya memegang tengkukku dengan tangan kirinya dan memeluk pinggangku dengan tangan kanannya selama kami berciuman.
Setelah beberapa saat, Satya menyudahi ciuman panas itu. Lalu, ia menaruh ponselnya di lantai serta memasang timer 10 detik untuk mengambil beberapa foto kami berdua di balkon itu.
"Sini, deketan."
Satya menarik tubuhku dan memeluk pinggangku agar kami terlihat mesra di foto-foto. Bahkan, ia juga menggendongku layaknya seorang Suami yang mencintai Istrinya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Sayang, tolong keringin rambut aku dong," pinta Satya dari dalam kamar mandi.
"Di situ kan ada hair dryer!" seruku kesal.
"Tapi aku biasanya keringin rambut basah pake handuk," kata Satya sambil tersenyum licik. Ia sengaja ingin menggodaku.
Aku pun masuk ke dalam kamar mandi dan melihat tubuhnya yang hanya dililit oleh handuk di bawah pinggangnya.
Seketika itu juga, aku segera mengalihkan pandanganku ke arah lain. Namun, Satya memegang tangan kananku dengan tangan kirinya dan meletakkannya di dadanya.
"Ga usah malu-malu, Sayang. Tubuh ini punya kamu sekarang," kata Satya sambil tersenyum.
Aku bisa merasakan detak jantungnya saat ini berdegup kencang, namun jantungku berdegup jauh lebih kencang daripada jantungnya saat ini.
"Sayang, kamu mau mandi sekarang? Aku keluar dulu, ya." kata Satya sembari melangkah keluar dari kamar mandi.
Dia bisa tau diri juga ternyata, kataku dalam hati.
Begitu aku melangkah keluar dari kamar mandi, Satya yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya langsung menggendongku dan menempelkan tubuhku ke tembok. Ia memandangi setiap inci wajahku dan mulai menciumku seperti yang ia lakukan tadi di balkon kamar.
Setelah beberapa lama kami berciuman, Satya membawaku ke atas kasur. Ia melepaskan handuk yang melilit di kepalaku sehingga rambut panjangku yang berwarna hitam tergerai. Selain itu, ia melepaskan handuk yang dililit di pinggangnya. Aku langsung menutup kedua mataku.
"Kamu mau apa?" tanyaku cemas.
"Ini malam pertama buat kita, Sayang. Tentu saja kita harus melakukan hubungan Suami Istri," sahut Satya sambil merapikan anak rambutku yang berantakan ke belakang telingaku.
Kemudian, kedua tangannya ingin segera melepas kancing piyamaku. Namun, aku terus meronta-ronta sehingga ia akhirnya merobek bajuku. Aku langsung menangis karena baju yang disobek Satya adalah baju kesukaanku.
“Satya, please stop. Kamu mau ngapain?” tanyaku sembari menutupi dadaku yang hanya memakai bra dengan kedua tanganku.
“I just want to fulfill my job as your husband, babe.” (Aku cuma mau penuhin tanggung jawab aku sebagai suami kamu, Sayang).
Satya mulai nakal dan mengangkat kedua tanganku ke atas dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menyelusup ke punggungku dan ia berhasil melepaskan bra yang kupakai di dadaku. Lalu, ia membuang bra itu ke lantai.
“Tapi kamu juga tau kalau pernikahan ini cuma pernikahan kontrak. Jadi buat apa kamu harus ngelakuin ini ke aku?” sahutku sambil menangis sejadi-jadinya.
”Kamu beneran ga mau ngelakuin semuanya sama aku?” tanya Satya yang langsung sadar dan menghentikan tindakannya. Ia menunggu respon dari sang Istri yang masih membisu. Akhirnya, Satya mundur dari posisinya saat ini dan segera berbaring ke arah lain untuk tidur.
"Bukan itu maksud aku, Satya," jawabku lirih.
"Jadi apa maksud kamu?" balas Satya sambil menatap ke arahku.
"Aku cuma belum siap dan belum yakin," kataku lirih.
"Ok, aku bakal tunggu sampe kamu siap dan yakin," sahut Satya sambil mengangguk pelan.
"Tapi-"
"Sayang, aku tau semuanya. Kamu mau menikah sama aku cuma karena aku punya uang, 'kan?" sergah Satya sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Bukan, Satya. Aku ga mau uang kamu," jawabku panik.
"Tapi itu kenyataannya!" teriak Satya dengan amarahnya yang sudah mencapai puncak.
"Apa? Kapan aku pernah minta uang dari kamu?" sahutku bingung.
"Buktinya kamu ga mau ngelakuin ini sama aku. Terus apa gunanya kita menikah?" tanya Satya sambil menatap tajam kedua mataku.
"Kamu yang culik aku-"
"Iya, semua salah aku karena terlalu baik sama kamu. Padahal aku bisa singkirin kamu, tapi aku malah lebih memilih kasih kamu tinggal bareng sama aku," timpal Satya sambil menarik napas panjang-panjang.
"Satya, maaf," balasku sambil menundukkan kepala.
"Ga perlu minta maaf, tidur sekarang. Besok kita masih harus jalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang terkenal."
"Tapi aku-"
"Tidur sekarang atau aku usir kamu keluar dari sini!" bentak Satya dengan sorot matanya yang tajam seperti ingin menerkamku.
"Satya, ayo kita lakuin itu," ajakku sambil memegang lengan kanannya.
"Kamu ga takut sama aku?" sahut Satya penasaran.
"Kamu udah robek baju aku. Kamu juga udah buang bra aku. Aku udah ga takut lagi sama kamu, jadi ayo kita lakuin itu," kataku sambil tersenyum untuk menenangkan amarahnya.
"Ok, Sayang."
Satya kembali ke posisi awal. Ia berada di atas tubuhku dan membuka celanaku. Satya mengamati setiap inci tubuhku dan mulai bermain di area-area yang sensitif di tubuhku. Dan ia akhirnya melepaskan lapisan kain terakhir di tubuhku sehingga kami berdua bisa melakukan penyatuan pada malam ini.
"Ahhhh," des*hku lirih. Seluruh tubuhku berkeringat dan aku menangis setelah melakukan penyatuan dengan Satya.
"Sayang, makasih ya buat malam ini. Mulai sekarang, aku bakal jagain kamu sebagai Istriku," kata Satya sambil tersenyum. Kemudian, Satya mencium keningku dan ia berbaring di samping kananku.
Bersambung……
Halo readers, pertama-tama Author mau bilang terima kasih udah mampir ke novel ini. Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini melalui comment, like, dan tambahkan buku ini ke rak buku kalian ya kalau suka! Thank you ❤
Kedua, jika kalian mau memberikan kritik & saran bisa langsung comment aja bagian mana yang masih perlu author perbaiki lagi.
Terakhir, buat kalian yang tertarik dengan tulisan Author, boleh banget follow IG Author @bellakristyc_ yaa. Di sana Author bakal bagi-bagi tips menulis juga.