Eternity Love

Eternity Love
Karaoke Bersama



"Koko Satya," panggil Clare sembari berjalan ke arah kamar Satya. Satya segera menyelesaikan ciumannya, lalu ia menarik bibirnya dari bibirku.


"Ko, aku izin pake ruang karaoke sama temen-temen ya!" seru Clare meminta izin.


"Iya, pake aja, Clare," sahut Satya dari dalam pintu kamar.


"Yey, makasih, Ko."


Clare pun segera berlari menuju ke ruang karaoke di rumah Satya. Ia juga mengajak beberapa temannya dari tempat les piano untuk karaoke bersama-sama.


"Kamu mau ngapain? Ada Clare di sini," ucapku cemas.


"Dia 'kan lagi di ruang karaoke sekarang," sahut Satya sembari menempelkan keningnya ke keningku. Ia pun kembali mencium bibirku.


Namun, Clare langsung masuk ke dalam kamar Satya dan mengambil buku les pianonya yang tertinggal di kamar itu.


"Koko, maaf aku lupa ambil buku les piano aku di-"


Clare sangat terkejut melihat pemandangan di depannya saat ini. Ia bahkan tidak melanjutkan kalimatnya. Satya masih mencium bibirku, sedangkan aku membelalakkan kedua mataku karena terkejut. Aku segera mendorong tubuh Satya agar ia tidak menciumku di depan Clare.


"Maaf udah ganggu kalian berdua," kata Clare yang langsung melangkah keluar dari kamar Satya.


"Kenapa?" tanya Satya sambil tersenyum nakal.


"Aku malu." Aku segera menundukkan kepalaku. Aku bahkan tidak berani menatap kedua mata Satya.


"Ngapain malu, Sayang? Kita 'kan udah nikah," ucap Satya sambil memegang kedua pipiku dengan lembut.


"Koko sama Ci Ananda mau ikutan karaoke ga?" tanya Clare sembari membuka pintu kamar Satya.


"Ga usah, Clare," jawab Satya sambil tersenyum masam. Clare benar-benar mengganggu momen saat ini.


"Tapi lebih rame lebih seru, Ko," ucap Clare dengan nada memelas.


"Tapi Koko udah lama ga nyanyi, Clare," balas Satya datar.


"Gapapa, Ko. Ayo ikut karaoke," ajak Clare sembari menarik lengan kanan Satya.


Satya masih diam di tempatnya dan tidak ingin bergerak. Akhirnya, Clare menyerah dan memilih untuk menarik lengan kananku untuk mengikutinya ke ruang karaoke.


"Cici nyanyi satu lagu dulu, yuk." Clare segera memberikan sebuah microphone kepadaku.


"Aku ga jago nyanyi, Clare," sahutku cemas.


"Gapapa kok, Ci. Cici nyanyiin satu lagu yang Cici suka aja," ucap Clare sambil tersenyum senang.


"Oke, Clare."


Aku pun mencari lagu yang kusukai yaitu 'Someone You Loved' dari Lewis Capaldi. Setelah itu, aku mulai bernyanyi dengan percaya diri meski suaraku lumayan cempreng. Sementara itu, Clare dan kedua temannya memainkan alat musik tamborin. Tidak lama kemudian, Satya pun masuk ke dalam ruang karaoke dengan langkah perlahan-lahan. Begitu Satya masuk dan melihatku bernyanyi, ia hendak duduk di kursi, namun aku sengaja menarik tubuhnya agar ia berdiri di sebelahku.


"Kenapa?" bisik Satya ke telingaku.


"Temenin aku di sini," ucapku lirih. Satya pun terus berdiri di sebelahku sampai lagunya selesai.


"Ko Satya nyanyi juga dong," pinta Clare sambil tersenyum.


"Oke. Lagu yang biasa ya, Clare," kata Satya sambil menatap wajah Clare. Kemudian, ia beralih menatap kedua mataku.


"Siap, Ko."


Clare pun memutarkan lagu 'Comethru' dari Jeremy Zucker. Satya mulai bernyanyi dengan suaranya yang berat, tapi merdu saat didengarkan oleh telinga. Aku pun tanpa sadar menatap wajah Satya terus menerus karena kagum akan suaranya.


"Cie... Romantis banget deh kalian berdua," kata teman Clare yang berambut panjang berwarna hitam lurus, Zefanya, setelah Satya selesai bernyanyi.


"Sini aku fotoin kalian berdua," sahut teman Clare yang berambut pendek seperti dora, Samantha.


"Ayo ganti gayanya yang lebih mesra," kata Zefanya sambil tersenyum senang.  Kemudian, Satya mencium pipi kananku sambil memegang tangan kananku.


"Nah, gitu dong gayanya bagus. Liat sini ya. 1,2,3." Samantha pun mengembalikkan ponsel itu ke tangan Satya.


"Bagus banget fotonya. Makasih ya," kata Satya sambil tersenyum senang.


"Makasih ya udah fotoin aku sama Satya," ucapku sambil tersenyum kepada Samantha.


"Sama-sama," jawab Samantha yang juga tersenyum senang ke arahku dan Satya.


"Clare, Koko nyanyiin satu lagu lagi ya,"


"Boleh, Ko. Koko nyanyi aja, mau lagu apa?" sahut Clare dengan antusias.


Ia senang melihat Satya ingin menyanyi lagi setelah sekian lama Kokonya itu menolak untuk menyanyikan sebuah lagu.


"Lagunya Lauv yang judulnya 'I Like Me Better', Clare," jawab Satya sambil menatap wajahku.


Satya pun menyanyikan lagu itu dengan suara merdunya. Namun, ia terus menatap wajahku selama menyanyikan lagu tersebut. Ia bahkan tidak membaca lirik lagu tersebut dan memilih untuk menatapku sambil tersenyum sesekali. Menurutku, senyumannya yang kali ini adalah senyuman Satya yang paling tulus dan menghangatkan dari semua senyuman yang pernah terukir di wajah seorang Satya Adiratma.


''Ananda, I like me better when I'm with you," ucap Satya sesudah ia selesai menyanyikan lagu itu.


Ia mengatakannya di depan Clare dan kedua temannya tanpa ragu-ragu. Aku begitu terkejut mendengar kalimat itu, tapi aku lebih terkejut dengan reaksi Clare, Samantha, dan Zefanya yang langsung menepuk tangan mereka dengan sangat antusias.


"Wah, Koko jangan bucin dong di sini. Aku masih jomblo nih, Ko," ucap Zefanya sambil tersenyum lebar.


"Makanya cari pacar dong, Zef," balas Samantha sambil menepuk pelan pundak temannya itu.


"Diem lu, Tha. Lu sendiri juga baru diputusin sama pacar lu bulan lalu," kata Zefanya kesal.


"Tapi gua terharu banget liat Koko Satya malah menyatakan cinta di depan kita," sahut Samantha sambil tersenyum senang.


"Iya, bener banget," jawab Zefanya yang sangat antusias.


"Clare, kenapa lu diem aja?" tanya Zefanya bingung. Clare pun menurunkan ponsel yang masih diangkatnya ke depan wajahnya dari tadi.


"Sabar dong, gua tuh dari tadi lagi videoin mereka berdua," kata Clare setelah ia selesai merekam videoku berdua dengan Satya.


"Buat apa kamu videoin aku sama Satya, Clare?" tanyaku heran.


"Buat kenang-kenangan kalian berdualah, Ci. Videonya udah aku kirim ya ke WhatsApp Ko Satya,"


"Makasih, Clare. Aku sama Ananda mau istirahat dulu di kamar. Kalian lanjutin aja karaokenya. Bye," ucap Satya sembari melambaikan tangan kanannya kepada ketiga siswi SMA yang masih duduk di sofa. Sementara itu, Satya menuntun tangan kananku dengan tangan kirinya untuk segera meninggalkan ruangan karaoke.


"Sayang, kalimat yang tadi aku bilang di ruang karaoke itu beneran," ucap Satya begitu kami memasuki kamarnya.


"Oh, oke," sahutku sambil mengangguk pelan. Aku tidak tahu harus mengatakan apa kepada Satya karena aku sendiri masih tidak bisa memercayai kejadian yang barusan terjadi di dalam ruang karaoke.


"Kalau kamu gimana?" tanya Satya penasaran.


Aku menatapnya dengan wajah kebingungan. "Apa maksud kamu?"


"Kamu lebih suka sendirian atau sama aku?" sahut Satya sambil tersenyum senang.


Bersambung......


Halo readers, pertama-tama Author mau bilang terima kasih udah mampir ke novel ini. Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini melalui comment, like, dan tambahkan buku ini ke rak buku kalian ya kalau suka! Thank you ❤


Kedua, jika kalian mau memberikan kritik & saran bisa langsung comment aja bagian mana yang masih perlu author perbaiki lagi.


Terakhir, buat kalian yang tertarik dengan tulisan Author, boleh banget follow IG Author @bellakristyc_ yaa. Di sana Author bakal bagi-bagi tips menulis juga.