
Satya baru saja masuk ke dalam ruangannya di perusahaan. Ia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 08.00.
Beberapa detik kemudian, Raka, sekretaris pribadi Satya mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk," ucap Satya.
Raka pun masuk dan membawa dokumen berisi jadwal Satya untuk hari ini.
"Tuan Muda, jadwal Anda hari ini..."
"Hmm... ada apa saja hari ini?" tanya Satya dengan santainya. Raka pun berdeham dan melanjutkan kalimatnya.
"Nanti jam 09.00, Anda harus menemui klien kita yang berbisnis di bidang pakaian. Jam 13.00, Anda harus menemani para investor untuk makan siang bersama di hotel dekat sini. Jam 15.00, Anda harus menghadiri pers untuk hari natal tahun ini."
"Lalu? Ada apa lagi?" tanya Satya sembari mengangkat kedua alisnya. Ia pun tersadar bahwa hari-hari begitu cepat berlalu dan hari natal akan segera tiba.
"Jam 18.00, Anda akan makan malam bersama dengan Direktur Jonathan dan Direktur Joanna di restoran yang sudah ditentukan oleh Direktur Jessica untuk membahas mengenai pengembangan produk perusahaan," jawab Raka sambil mengernyitkan keningnya.
"Baik, apa aku masih punya jadwal lagi setelah menemani dua sepupuku untuk makan malam?" sahut Satya penasaran.
"Tidak ada, Tuan Muda. Namun, Direktur Jessica berpesan kepada saya supaya Tuan Muda pergi sendiri ke acara makan malam itu tanpa saya," ucap Raka yang tampak khawatir.
"Kalau begitu, aku akan ikuti kemauan bibiku."
"Tapi Anda harus berhati-hati, Tuan Muda. Mengingat kejadian beberapa tahun lalu, Direktur Adiratma berpesan kepada saya untuk terus mengingatkan Anda agar tidak membocorkan apapun kepada Direktur Jessica," kata Raka mengingatkan Tuan Muda-nya itu.
"Tentu saja, aku tidak akan terjebak dengan rencana licik bibiku. Lebih baik kau tetap mengawasiku dari luar restoran supaya kau bisa berjaga-jaga jika terjadi sesuatu," balas Satya sambil tersenyum tipis.
"Baik, Tuan Muda."
"Bisakah aku minta tolong padamu untuk mengirimkan beberapa bodyguard wanita untuk menjaga istriku di rumah? Aku khawatir jika bibiku akan datang ke rumah untuk mencuci otak istriku yang tidak tahu apa-apa," pinta Satya sambil menatap wajah Raka dengan tatapan serius.
"Bisa, Tuan Muda. Saya akan segera menyuruh mereka untuk menjaga Nona Muda di rumah Anda," ujar Raka sembari mengeluarkan ponselnya dari kantung celana kanannya.
"Terima kasih. Kau bekerja dengan baik," puji Satya sambil tersenyum.
"Tidak masalah, Tuan Muda. Semua ini memang sudah tugas saya," sahut Raka sembari tersenyum.
"Bagus. Segera kirim orang untuk menjaga istriku dengan baik," kata Satya sambil menyerahkan sebuah amplop putih yang tebal. Raka segera mengambil amplop itu dengan kedua tangannya sebelum Tuan Muda-nya berubah pikiran.
"Terima kasih banyak, Tuan Muda," ucap Raka sembari tersenyum lebar. Kemudian, ia segera menghubungi beberapa orang untuk menjagaku di rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Permisi, Nona Muda."
Aku mendengar ada suara orang dibalik pintu kamarku. Aku pun segera membukakan pintu kamarku karena penasaran dengan sosok yang memanggilku.
"Nona Muda, kami diperintahkan oleh Tuan Muda untuk menjaga Anda di rumah. Tolong segera katakan pada kami jika kau butuh sesuatu. Kami akan membantumu," ucap salah seorang bodyguard kepadaku.
"Kenapa Satya tiba-tiba menyuruh kalian menjagaku?" tanyaku penasaran.
"Baiklah, siapa namamu?" tanyaku sambil menatap
"Nama saya Karina, Nona Muda."
"Bisakah kalian tunggu saja di depan pintu kamarku? Aku tidak nyaman jika ada orang lain yang masuk ke dalam kamarku," pintaku dengan nada memohon.
"Baik, Nona Muda. Tolong segera beri tahu kami jika Anda memerlukan bantuan," sahut Karina sembari melangkah keluar dari kamarku. Kemudian, Karina menutup pintu kamarku dengan pelan.
"Satya sialan, kenapa dia harus kirim 5 orang bodyguard buat jagain aku di rumah? Memangnya di mata dia aku ini kayak anak kecil yang harus dijagain seharian?" gerutuku sambil meraih ponselku yang ada di atas nakas.
Aku segera membuka aplikasi WA untuk menanyakan alasan Satya mengirim 5 orang bodyguard wanita ke rumah. Namun, tiba-tiba Karina mengetuk pintu dan memanggilku.
"Nona Muda," panggil Karina.
"Ada apa?" tanyaku bingung.
"Direktur Jessica, bibi dari Tuan Muda, ingin bertemu dengan Anda di ruang tamu sekarang," jawab Karina dengan nada tegas.
"Apa-apaan lagi ini?" gumamku sembari membuka pintu kamarku. Aku segera turun ke lantai bawah untuk menemui bibi Satya di ruang tamu.
"Kamu pasti Ananda, istrinya Satya. Kamu cantik walaupun belum dandan. Pantas saja Satya bisa suka sama kamu," puji Jessica sambil tersenyum.
"Pagi, bibi. Bibi mau minum apa?" tanyaku yang ikut tersenyum juga.
"Ga usah, bibi cuma mau ngomong sebentar sama kamu."
Jessica pun duduk di sofa ruang tamu. Ia juga memintaku untuk duduk di sebelah kanannya.
"Ada apa, Bi?" tanyaku penasaran.
"Satya itu bukan laki-laki yang baik. Kamu baru menikah sama dia, tapi kamu tau ga kalau Satya masih cinta sama mantannya?" tanya Jessica dengan terang-terangan.
"Apa maksud Bibi?"
Aku berpura-pura tidak mengerti apa yang barusan diucapkan oleh Jessica, meski aku tahu bahwa memang benar Satya masih terus memikirkan Belinda di waktu luangnya.
"Bibi tau kamu ga bakal langsung percaya sama Bibi. Coba kamu liat sendiri deh," sahut Jessica sembari menyodorkan ponselnya ke arahku.
Aku pun membaca percakapan di antara Belinda dan juga Jessica. Di dalam teks percakapan mereka, Belinda dengan angkuhnya percaya bahwa Satya pasti akan kembali lagi padanya karena kalung berlian yang pernah dibelikan Satya untuknya. Aku tidak membaca semuanya, namun aku lihat bahwa Belinda akan kembali ke Jakarta besok malam.
"Bibi juga kaget waktu tau kalau Satya tetap membelikan kalung berlian untuk Belinda walaupun mereka sudah lama berpisah," ucap Jessica sambil tersenyum licik.
Bersambung......
Halo readers, pertama-tama Author mau bilang terima kasih udah mampir ke novel ini. Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini melalui comment, like, dan tambahkan buku ini ke rak buku kalian ya kalau suka! Thank you ❤
Kedua, jika kalian mau memberikan kritik & saran bisa langsung comment aja bagian mana yang masih perlu author perbaiki lagi.
Terakhir, buat kalian yang tertarik dengan tulisan Author, boleh banget follow IG Author @bellakristyc_ yaa. Di sana Author bakal bagi-bagi tips menulis juga.