
Satya merasa ada yang janggal dengan interaksi antara aku dan Raisa saat kami bertemu di bandara tadi sore. Oleh karena itu, ia menyuruhku untuk istirahat. Kemudian, ia segera menuju ke ruang kerjanya untuk menelepon ketua hacker yang bekerja di perusahaannya.
"Halo, Ndi."
"Halo, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Andi dengan nada antusias. Sejujurnya, Andi datang setiap hari ke perusahaan Satya, tapi ia hanya bekerja ketika ada data yang harus ia retas.
"Saya boleh minta tolong kamu buat selidikin latar belakang keluarga Ananda Saputra?" sahut Satya meminta tolong.
"Siap, Pak. Saya akan kirim ke email Bapak secepatnya."
"Baik. Terima kasih ya, Ndi." Satya pun mengakhiri panggilan telepon itu. Di saat itulah, aku masuk ke dalam ruang kerjanya.
Saat aku kembali ke kamar tidur, Satya membuka dokumen yang dikirimkan oleh Andi di laptopnya. Dokumen itu berisi lengkap tentang data-data keluargaku. Namun, Satya tidak meminta data-dataku karena ia sudah memintanya ke Andi sebelum ia memutuskan untuk menikah denganku.
"Raisa sudah menikah dua kali?" gumam Satya sembari membaca dokumen milik Ibuku dengan teliti.
"Jadi, adik laki-laki Ananda baru berusia 8 tahun. Ananda sudah berusia hampir 25 tahun. Berarti Ananda adalah anak tirinya?" tanya Satya kaget. Ia pun menutup dokumen itu dan mematikan laptopnya. Kemudian, Satya pergi menuju ke kamar tidur.
"Sayang, kamu udah tidur?" tanya Satya ketika melihatku sudah berbaring dengan kedua mata tertutup di atas kasur.
"Semuanya pasti berat buat kamu, Sayang. Ibumu, keluargamu, serta perasaanmu berada di sini bersamaku."
Satya membelai kedua pipiku dan mengelus rambutku. Ia menatapku dalam-dalam dan merapikan anak rambutku yang berantakan ke belakang telingaku. Lalu, Satya memelukku dengan erat sampai ia sendiri tertidur lelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, aku mau berangkat ke kantor dulu. Kamu istirahat di rumah aja, ya. Ga perlu anterin makan siang buat aku karena aku bakal rapat terus sama klien hari ini," kata Satya saat aku sedang memakaikan dasi di kerah kemeja putihnya.
"Oke. Ngomong-ngomong, nanti siang jam 1 Ibuku suruh aku dateng ke rumah sakit tempat adikku dirawat. Boleh ga aku pergi ke sana?" tanyaku meminta izin.
"Kamu pergi ke sana naik apa?" sahutnya bingung.
"Aku bisa pergi naik taksi kok."
"Ya udah, tapi hati-hati ya."
"Iya, kamu juga hati-hati," balasku sambil melambaikan tangan kananku kepada Satya yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa minta aku dateng ke sini, Ma?" tanyaku sambil menatap wajah adik laki-lakiku, Rey, yang sedang berbaring tak berdaya di atas kasur rumah sakit.
"Kondisi adik kamu tambah parah. Dokter bilang adikmu harus dioperasi lagi secepatnya. Tapi kita ga ada biaya buat operasiin tumor yang tumbuh di otak Rey."
"Jadi, Mama mau gimana?" balasku sambil menghela napas dalam-dalam, menahan emosi.
"Mama mau kamu yang bantu biaya pengobatan adik kamu, gimanapun caranya."
"Ma, aku cuma seorang penulis novel online. Aku juga ga punya uang sebanyak itu buat bayarin tagihan rumah sakit," sahutku datar.
"Kalau gitu, kamu minta ke Suami kamu yang kaya raya itu," kata Raisa
"Apa? Mana mungkin-"
"Pokoknya Mama ga mau tau. Hari jumat minggu ini adik kamu udah harus dioperasi."
"Tapi ini udah hari Rabu, Ma" seruku dengan wajah memerah dan rahang mengeras.
"Makanya minta sama Satya sana. Pokoknya lusa kamu harus balik lagi ke sini buat bayarin biaya operasi adik kamu," cetus Raisa dengan nada tinggi.
"Berapa biayanya?" tanyaku pasrah.
"100 juta. Transfer ke rekening Mama ya." Wajah Ibuku langsung sumringah, sedangkan aku memandangnya dengan tatapan kesal.
Aku pun segera meninggalkan kamar rumah sakit yang terasa begitu sesak buatku dan pulang ke rumah. Aku langsung berbaring di atas kasur sambil menangis begitu aku sampai di kamar tidur. Lalu, aku menatap jam dinding dengan tatapan kosong.
"Kenapa kamu melamun dari tadi?" tanya Satya penasaran.
"Hah? Oh, kamu udah pulang."
"Kamu ngelamunin apa sampe ga sadar kalau aku udah pulang?" sahut Satya sambil menggelengkan kepalanya.
"Begini... tadi pas aku ke rumah sakit, kondisi adik aku semakin parah. Ada tumor tumbuh di otaknya. Dan dia harus dioperasi secepatnya, terakhir hari jumat minggu ini."
"Oh, ok. Semoga adik kamu cepet sembuh."
"Tapi Mamaku ga punya uang buat bayar biaya operasi adikku, jadi..."
Aku menghela napas panjang sembari menatap kedua mata Satya yang sedang menungguku untuk berbicara lagi.
"Jadi, boleh ga aku pinjam uang 100 juta buat bayarin biaya operasinya? Aku pasti ganti kok," kataku lirih.
"Hmm, ok."
"Kamu mau pinjamin aku?" tanyaku penasaran.
"Iya, aku harus transfer ke mana uangnya?"
"Ke sini." Aku memberikan secarik kertas bertuliskan nomor rekening Raisa kepadanya. Satya menerimanya dan mengangguk pelan begitu membacanya.
"Kamu mau ganti uangnya kapan?" tanya Satya dengan nada mengintimidasi.
"Sayang, aku cuma penulis novel online. Pendapatanku setiap bulannya cuma 4 juta."
"Ok. Kamu ga perlu ganti uangnya, tapi kamu harus turutin semua perkataanku." Satya menatapku dengan tatapan liciknya.
"Ok. Makasih ya, Sayang," sahutku sambil tersenyum.
"Hmm."
"Oh, ya. Kamu sama adik kamu deket?" tanya Satya penasaran.
"Iya. Walaupun dia bukan adik kandung aku, tapi dia sayang sama aku."
"Oh begitu," kata Satya sambil mengangguk.
"Kalau hubungan kamu sama Mama kamu?"
"Baik." Satya langsung mengamati ekspresi wajahku yang berubah menjadi murung ketika mendengar pertanyaan tentang Raisa.
"Kamu ga dipaksa buat bayarin semua biaya operasi adik kamu?" sahut Satya sambil menatapku dengan tajam.
"Engga kok," jawabku sambil tersenyum.
"Aku udah transfer uangnya ya."
"Makasih, Sayang," kataku sambil tersenyum.
"Makasih doang?" sahut Satya dengan tatapan tidak terima. Aku berinisiatif untuk mencium pipi kanannya untuk kali ini saja. Dan Satya langsung salah tingkah. Wajahnya memerah karena malu dan ia tidak bisa berhenti tersenyum.
Bersambung......
Halo readers, pertama-tama Author mau bilang terima kasih udah mampir ke novel ini. Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini melalui comment, like, dan tambahkan buku ini ke rak buku kalian ya kalau suka! Thank you ❤
Kedua, jika kalian mau memberikan kritik & saran bisa langsung comment aja bagian mana yang masih perlu author perbaiki lagi.
Terakhir, buat kalian yang tertarik dengan tulisan Author, boleh banget follow IG Author @bellakristyc_ yaa. Di sana Author bakal bagi-bagi tips menulis juga.