Eternity Love

Eternity Love
Satya Cemburu



"Oh, ya udah terserah kamu aja. Aku mau balik ke rumah dulu." Aku langsung bangkit berdiri dan membalikkan tubuhku ke arah pintu ruangan Satya.


Satya langsung menarik lengan kiriku sehingga aku jatuh di atas pangkuannya. Satya menatapku dengan tatapan serius sambil berbisik, "Jangan coba lari dari aku, Sayang."


Aku berpikir Satya mungkin melakukan ini karena ia tidak pernah memeluk seorang wanita setelah sekian lama. Jadi aku membiarkan Satya memeluk pinggangku selama beberapa menit.


"Sayang, lain kali kalau kamu mau ketemu sama pria lain, inget kabarin dulu ke aku ya?" tanya Satya dengan wajah penuh harap.


"Iya, Sayang," jawabku sambil mengangguk dan tersenyum.


"Terus sedeket apapun kamu sama pria lain, jangan bagi satu makanan buat dua orang," ucap Satya dengan nada penuh penekanan.


"Iya, kamu udah jelas-jelas cemburu tapi masih ga mau ngaku." Aku tersenyum melihat Satya cemburu untuk pertama kalinya.


"Aku ga cemburu kok, aku cuma-"


"Cuma apa?" tanyaku sambil mengelus kepala Satya dengan lembut.


"Ga, ga ada apa-apa," sahut Satya gugup. Seluruh wajahnya memerah karena malu.


"Jadi kamu beneran ga cemburu?" tanyaku sambil tersenyum senang.


"Engga." Satya mengalihkan wajahnya ke arah lain. Ia mendadak menjadi salah tingkah di depanku.


"Kalau gitu, aku izin nelpon Sean dulu ya sebentar." Aku pun mengeluarkan ponselku dari dalam tas selempangku.


"Kamu mau ngapain nelpon Sean?" tanya Satya yang langsung menatap tajam ke arahku.


"Ya... ngobrol sebentar. Aku sama dia udah lama ga ketemu. Terakhir 8 tahun lalu," ucapku menjelaskan.


"Ya udah, tapi nyalain speakernya ya," sahut Satya sambil menghela napas panjang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Juan, tolong cari tahu hubungan antara Satya dan Ananda," pinta Sean dengan wajah serius.


"Baik, sebentar." Juan pun keluar dari ruangan Sean. Tidak lama kemudian, ia masuk lagi sambil membawa dokumen berisi hubungan antara Satya dan Ananda.


Kedua mata Juan membelalak karena ia tidak menyangka bahwa aku sudah menikah duluan. Kemudian, ia menatap wajah Sean sambil menghela napas panjang.


"Sean, kamu masih suka sama Ananda?" tanya Juan, pengawal pribadi Sean sekaligus sahabatku dan Sean sejak SMA.


"Iya, masih." Sean mengangguk pelan sembari meminum teh yang ditaruh di atas mejanya oleh Juan barusan.


"Astaga, Bro. Kamu udah suka sama Ananda selama 8 tahun, tapi dia sekarang malah udah nikah sama Satya."


"Ananda menikah bukan karena dia cinta sama Satya. Aku yakin itu," ucap Sean dengan tegas.


"Jadi, kamu mau rebut istri orang?" tanya Juan kaget.


"Kalau Ananda memang ga cinta sama Satya dan mau sama aku, kenapa engga? Mereka baru masuk ke masa awal pernikahan di saat semuanya masih indah. Nanti juga mereka bisa cerai," jawab Sean dengan santai.


"Sean, aku ngerti perasaan kamu ke Ananda. Tapi ini udah 8 tahun dan Ananda masih anggep kamu itu sahabatnya, bukan pria yang dia cintai. Memangnya kamu ga bisa cari cewe lain?" tanya Juan tidak mengerti.


"Ga akan ada lagi wanita yang sebaik Ananda. Di dalam hatiku, dia tidak bisa digantikan," jawab Sean dengan dua tangannya yang terkepal di samping pinggangnya.


"Terserah kamu aja," sahut Juan sambil menggelengkan kepala.


Ternyata Dela sudah menguping pembicaraan Sean dan Juan. Hatinya begitu sakit mendengar bahwa bosnya saat ini masih mencintai wanita lain, bukan dirinya.


Tidak lama kemudian, ponsel Sean berbunyi. Sean langsung tersenyum senang sambil menatap Juan yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


Juan yang melihat bosnya tersenyum langsung bertanya, "Ananda yang telpon?"


Ananda, awas aja kamu, gerutu Dela dalam hati. Ia pun segera pergi dari tempatnya berdiri saat ini.


"Halo, Ananda. Ada apa?" tanya Sean dengan ramah.


"Halo, Sean. Aku nelpon kamu karena aku mau ngobrol sama kamu. Tadi kita ga sempet ngobrol karena aku harus makan siang sama suami aku."


"Kamu belum jawab pertanyaan aku yang tadi." Sean langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Hah? Pertanyaan yang mana?" sahutku pura-pura lupa.


"Menurut kamu, Satya itu orang yang kayak gimana?" tanya Sean sambil mengangkat kedua alisnya.


Aku pun mengernyitkan keningku dan bertanya, "Kenapa kita malah ngomongin Satya?"


"Aku pengen tau suami kamu itu orang yang kayak gimana. Dia 'kan juga partner bisnis aku," jawab Sean beralasan.


"Dia orang yang baik hati," sahutku pelan.


"Itu doang?" sahut Sean tidak percaya.


"Pokoknya Satya itu suami yang baik banget. Dia mungkin kelihatan tegas, tapi sebenarnya hatinya sangat lembut. Dia juga baik kepadaku dan keluargaku," ucapku dengan antusias.


"Jadi kalau aku orang yang kayak gimana di mata kamu?" tanya Sean penasaran.


"Kamu juga orang yang baik banget. Kamu selalu bantu aku di sekolah sama di tempat les dulu," jawabku dengan nada antusias.


"Itu aja?" sahut Sean sambil tertawa.


"Engga sih, pokoknya kamu itu sahabat yang berarti buat aku," jawabku dengan tulus.


"Makasih ya, Ananda," ucap Sean dengan lembut.


"Iya, sama-sama. Aku tutup dulu ya teleponnya." Aku pun mematikan panggilan telepon itu.


"Kamu sungguh merasa aku seperti itu?" tanya Satya sambil menatap ke arahku.


"Apa?" Aku kaget melihat ekspresi wajahnya yang aneh saat ini. Satya tersenyum, tetapi kedua matanya terus menatap tajam ke arahku.


"Aku suami yang baik hati," ucap Satya sambil mendekap tubuhku dengan erat dari belakang.


Aku tidak mampu mengatakan apapun saat ini. Seluruh tubuhku langsung membeku begitu saja. Aku pun membalikkan tubuhku dan membalas pelukannya.


"Iya, menurut aku kamu memang baik karena kamu mau bantuin keluarga aku buat bayar tagihan rumah sakit Rey," sahutku sambil tersenyum lega.


"Oh, ya, kabar Rey gimana sekarang?" tanya Satya penasaran.


"Dia udah sembuh, tapi dokter bilang harus istirahat yang cukup sama makan makanan yang bergizi."


Satya tersenyum sambil bertanya, "Kita kunjungin Rey sore ini, gimana?"


"Boleh," jawabku sambil mengangguk pelan.


"Oke," ucap Satya sambil tersenyum senang.


Bersambung......


Halo readers, pertama-tama Author mau bilang terima kasih udah mampir ke novel ini. Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini melalui comment, like, dan tambahkan buku ini ke rak buku kalian ya kalau suka! Thank you ❤


Kedua, jika kalian mau memberikan kritik & saran bisa langsung comment aja bagian mana yang masih perlu author perbaiki lagi.


Terakhir, buat kalian yang tertarik dengan tulisan Author, boleh banget follow IG Author @bellakristyc_ yaa. Di sana Author bakal bagi-bagi tips menulis juga.