
"Huekk."
"Hueek."
Mo qi qi menggelengkan kepalanya melihat Yuehen yang dari tadi muntah di kamar mandi. Sebenarnya ini juga bagian dari rencananya yang ingin membuat Yuehen merasakan tanda-tanda hamil.
Yah, ternyata membawa Yuehen ke salon tidak cukup membuatnya ingin kembali lagi ke tubuhnya yang asli. Yuehen justru semakin bersemangat melihat kulit tubuh Mo qi qi yang semakin licin seperti mutiata. Sudah cukup, Mo qi qi tidak tahan lagi dengan tingkahnya yang terlalu mencintai tubuhnya.
"Oh kamu sangat cantik, bulanpun harus menunduk malu dengan kecantikanmu. "
Ucapan itu menyadarkan Qi qi jika trik ke salon gagal total.
Akhirnya tadi pagi Qi qi mengajak Yuehen untuk ke dokter.
"Sudah waktunya je dokter untuk kontrol kehamilan. "
"Mengapa tidak meminum pil saja? "
"Yang saat ini berada di tubuhku adalah kamu. Dan lihat ini, kau melewatkan beberapa pil. Memangnya kau benar-benar ingin hamil? "
"Ti-tidak. "
"Jadi, agar lebih aman kita harus ke dokter."
Dokter yang dipilih Mo qi qi adalah kenalan Tianmo. Tanpa sepengetahuan Yuehen, Mo qi qi meminta Tianmo memberi suntikan pengendali kehamilan yang membuat seseorang merasakan gejala seperti hamil.
'Jika kau masih tetap tidak mau kembali ke tubuhmu yang asli maka sudah tidak ada cara lagi, ' batin Mo qi qi. Dia begitu putus asa dengan ulah Yuehen yang sangat menyukai tubuhnya.
"Aggghhh. " Jeritan dari dalam menandakan jika Yuehen sudah disuntik.
'Rasakan, ' batin Mo qi qi.
Yuehen keluar dari ruang dokter dengan jengkel. "Mengapa wanita sangat suka disuntik? '' gerutu Yuehen.
"Lebih simple, " jaean Mo qi qi.
"Baiklah."
Sayang sekali Yuehen tidak menyadari jika kepalanya agak pusing. Lalu perutnya agak mual. Dia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
"Qi er, aku merasa tidak enak badan. "
"Itu pengaruh hormon. "
Dan sore harinya, Yuehen muntah-muntah karena pengaruh hormon. Dia merasa lemas dan pusing.
"Ibuuuu, ayaaah. "
Song Yu dan Song You menabrak Yuehen dengan kekuatan penuh. Mereka memang paling suka bermanja dengan ibunya. Memang tidak ada seorangpun yang tau jika Yuehen dan Mo qi qi bertukar tubuh.
"Anak-anak. Kalian kembali. "
"Iya ayah. "
Yuehen masih membelai kepala mereka dengan sayang.
"Bagaimana liburan kalian? "
"Sangat menyenangkan. "
Qingyun muncul di belakang Mo qi qi, dia merangkul pundak Mo qi qi yang berada di tubuh Yuehen dan menariknya.
"Qi qi, aku akan membawa Yuehen minum. Bye. "
Mo qi qi yang terkejut hanya menuruti Qingyun. Mungkin merasakan bagaimana lelahnya mengurus anak-anak akan membuat Yuehen berpikir normal.
Yuehen memucat melihat anak-anaknya yang berlarian kesana kemari.
"Anak-anak ayo kita mandi dulu... "
"Ibu harus menangkap kami dulu kya kya hahaha. "
Yuehen memijit kepalanya. Belum lagi perutnya yang mual, kepalanya yang pusing kini dia harus mengurus anak-anak. Andai saja Yu dan Yue menurut pasti semuanya lebih mudah. Tetapi anaknya ini sangat suka bercanda dengan Qi qi sebelum mandi dan menolak dipegang pelayan selain ibunya.
"Astaga...apa yang harus aku lakukan. Tubuhku sungguh tidak nyaman. "
"Ibu tangkap kami kya kya... "
"Ibu kalau tidak menangkap kami maka aku akan tidur bersama ayah dan ibu. "
'Ini buruk, ' guman Yuehen. Dia memang sangat tidak suka jika mereka tidur ditengah-tengah Qi qi dan dirinya.
"Iya, aku akan menangkap kalian. "
.
.
.
Di club malam, Qingyun dan Qi qi minum dan makan malam dengan gembira. Mo qi qi hampir lupa bagaimana rasanya bersenang-senang setelah sekian lama. Ini semua karena perannya sebagai ibu rumah tangga yang menyita waktunya.
"Ayo minum... "
"Benar hahaha. Kakak kau memang yang terbaik. Aky bersyukur diajak kesini olehmu. "
"Tentu saja. "
"Eh kau bahagia hidup bersama adikku kan? "
"Tentu saja. Dia cantik cantik dan cantik. "
Tanpa mereka duga, Lin yue datang mendekati Qi qi yang berada di tubuh Yuehen. Wanita berumur tiga puluh tahun itu menatap pria di depannya dengan kerinduan.
"Hen gege. "
"Siapa kau!? " Mo qi qi memekik. Matanya menyipit dan menyadari jika gadis ini adalah Lin yue.
"Oh kau Yue. "
"Sudah sekian lama, apa kau masih belum memaafkanku? "
"Aku sudah memaafkanmu. Tapi menjauhlah dariku okey. "
Lin yue tersenyum manis. Dia kemudian pura-pura jatuh menimpa Qi qi.
"Maaf. "
"Yah pergilah. "
Qingyun menggelengkan kepalanya melihat Lin yue yang menyedihkan. Rupanya gadis itu masih berharap padamu meski sudah menikah.
"Aku tidak peduli. "
Merekapun minum sampai malam. Mengabaikan Yuehen yang frustrasi setengah mati karena berusaha merayu putra putranya untuk tidur.
tbc