
Kaki jenjang Mo qi qi membawanya masuk--ia berjalan dengan riang ke mansion Song. Hari ini dia sudah memberi pelajaran pada gadis yang menyebabkan bencana keluarganya dahulu. Mo qi qi sendiri sebenarnya tidak menyangka jika ternyata Yuehen menjalin hubungan dengan Linyue karena kesalahpahaman. Seandainya Linyue tidak mengaku jika dia yang menyelamatkan Yuehen, sudah pasti dirinya yang akan mendampingi Yuehen dan ia tidak perlu berperan menjadi gadis jahat.
"Ini menyebalkan. "
Mo qi qi segera menuju ke kamarnya. Sudah waktunya ia mengerjakan tugas kuliahnya. Dia sadar jika tidak boleh mengabaikan tugasnya demi masalah percintaan terus menerus. Lagi pula sang teratai putih telah mendapatkan hukumannya.
Hanya satu orang yang ia khawatirkan saat ini yaitu Tianmo. Entah apa yang sebenarnya ingin pria itu sampaikan, apakah ini berkaitan dengan mantan kekasih dan anaknya?
Tianmo...
Pria yang baik dan mempesona, semua makhluk serasa ikut tersenyum karena tertular oleh senyumnya yang hangat. Ia memancarkan kehangatan bagi siapapun yang berada di dekatnya.
Sangat berbeda dengan Yuehen yang dingin dan memikat. Dia seolah memiliki aura Asyura yang menjerumuskan orang hingga rela berbuat dosa karena daya tariknya.
Sekarang ini Mo qi qi tidak ingin menghadapi dilema antara Yuehen atau Tianmo. Lebih baik lari dari masalah sejenak dengan membenamkan diri dengan tugas kuliah.
Tok tok tok.
Yuehen masuk ke kamar. Berapa kalipun Qi qi melihatnya, pria ini masih memancarkan ketampanan yang membuat wanita gila. Dia memang tipe yang membuat gadis penasaran. Dan memberikan perasaan bangga sampai mati jika berhasil menaklukkan pria ini.
"Apa ada sesuatu yang penting? " tanya Qi qi.
Dia memperhatikan wajah Yuehen yang tersenyum malas juga kilat jahil di matanya. Petunjuk yang membuat punggung Mo qi qi seolah disiram air es.
"Ini, " Yuehen menyodorkan kupon operasi silikon gratis yang Mo qi qi hadiahkan untuk menyindirnya.
Mengapa ia memberikan kupon ini padaku?
"Lalu, mengapa kau memberikan kupon ini padaku? " tanya Qi qi.
"Aku ingin kau bertanggung jawab atas hadiah yang kau berikan padaku? "
"Tanggung jawab seperti apa? Ayolah tuan muda Song yang terhormat, bisakah anda tidak bermain teka teki pada yang rendah ini? " ucap Mo qi qi sakartik.
Yuehen melenggang maju ke arah Mo qi qi yang duduk di kursi belajar.
"Aku ingin kau yang menentukan bagian mana yang harus aku operasi, aku merasa jika tubuhku sempurna, wajahku juga tampan. Oleh karena itu aku merasa tidak perlu operasi. " Yuehen berbisik di telinga Mo qi qi, "Sayangnya kau melihat ada kekurangan di tubuhku yang perlu di operasi jadi aku serahkan ini padamu untuk diputuskan. "
'Memang benar dia tampan dan panas, tetapi bisakan dia tetap rendah hati? ' batin Mo qi qi.
"Seperti yang kau bilang, tidak ada yang perlu di operasi. "
"Jadi kau membohongiku? "
"Tentu saja tidak, waktu itu akukan menganggapmu pria sepuluh detik. Siapa yang menyangka jika kau bisa bertahan selama --"
Qi qi menepuk jidadnya, ia hampir keceplosan mengakui kinerja Yuehen yang tidak mengecewakan.
"Pria sepuluh detik? "
"I-iya... Eh tidak, iya... " Menyebalkan. Berhentilah membuka satu persatu pakaianmu Yuehen! Aku tidak bisa berkonsentrasi.
"Apa yang akan kau lakukan?! " teriak Mo qi qi.
"M-mengapa kau membuka bajumu satu persatu? " tanya Mo qi qi, warna merah mulai menjalar di wajahnya.
"Mari kita buktikan lagi, apakah aku hanya bertahan hanya sepuluh detik? "goda Yuehen. Dia sangat menikmati ekspresi salah tingkah Mo qi qi.
'Sangat imut! '
"Tidak perlu, tidak!"
Plek.
Kyaaa!
Mo qi qi kembali terkena serangan shok mendadak saat Yuehen melepaskan celana panjangnya. Darah kembali mengalir di hidungnya karena tegang.
"Hahaha dasar mesum. Kau kira aku tidak pakai celana pendek? " Yuehen tertawa mengejek Mo qi qi yang berpikir mesum.
Yuehen segera meninggalkan kamar Qi qi sebelum gadis itu sadar dari shok dan menghajarnya.
"Yuehen! ""
Mo qi qi sangat marah hingga seperti Banteng yang mengamuk. Dia mengejar Yuehen yang berlari keluar rumah. Sedangkan Yuehen merasa senang karena pancingannya berhasil. Sambil tertawa dia berlari mengelilingi mansion.
"Qi qi mesum... Qi qi mesum. "
"Awas kau sepuluh detik! "
"Tetapi kau berharap melihat sepuluh detik itukan? "
"Dalam mimpimu! "
Mereka masih kejar-kejaran seperti anak kecil. Suasana mansion yang biasanya sepi kini dihiasi suara tawa Yuehen dan teriakan Mo qi qi. Mereka berdua tidak berhenti sampai Yuehen masuk ke dalam kolam renang.
Byur...
"Bagaimana sekarang? " tantang Yuehen. "Apa kau sangat penasaran padaku hingga nekat mendekat padaku meskipun aku sedang berenang? " ucap Yuehen sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak kusangka kau begitu penasaran pada sepuluh detikku. "
"Kau, kau... " Mo qi qi terlalu marah hingga tidak bisa berkata-kata.
"Aku? Aku memang tampan, " ucap Yuehen penuh percaya diri.
"Aku tampan dari ujung kaki hingga kepala, kau mau bukti? " goda Yuehen.
Secara mengejutkan, Yuehen melempar celana pendek ke arah Mo qi qi.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak Mo qi qi.
Mo qi qi semakin memerah. Kini ia harus mati-matian mengabaikan bayangan malam itu. Malam ketika ia melakukannya dengan Yuehen.
"Aku hanya melempar celana pendek, " jawab Yuehen.
"Kau gila! " teriak Mo qi qi yang sudah kebakaran jenggot.
"Kau tidak percaya aku tidak aneh-aneh... Baiklah! "
Sreeeh
Kyaa...!
Mo qi qi langsung berlari ke dalam rumah. Dia takut Yuehen benar-benar berdiri di depannya dalam kondisi tidak pantas meski dia bilang tidak aneh-aneh. Bisa saja itu skema lucik Yuehen. Apalagi tadi Yuehen melempar celana pendek yang ia kenakan, bisa ditebak jika sekarang ia hanya---sudahlah. Mo qi qi tidak ingin berandai-andai.
Yuehen kembali tertawa melihat Mo qi qi lari seperti kelinci yang ketakutan.
"Dasar bodoh, aku-kan memakai celana berenang. Mana mungkin aku telanjang di sini, " guman Yuehen.
Di balik tembok, para pelayan mendesah dengan kejahilan tuan muda mereka. Tuan muda mereka memang banyak berubah setelah mengalami demam. Dia yang sekarang selalu menghabiskan waktu untuk menggoda nona Mo.
'Tetapi sikapnya sangat kekanakan. '
.
.
.
Sementara Yuehen menikmati kemenangannya karena berhasil menjahili Mo qi qi maka para staf kreatif dan perencanaan sedang pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, tadi sore mereka mendapatkan panggilan karena rapat mendadak yang diadakan oleh CEO Song. Ternyata rapat itu berisi perintah kepada mereka untuk menulis cara menggoda gadis agar jatuh cinta setelah patah hati.
'CEO Song...tolong ampuni kami. Tugas ini lebih sulit dari apapun, 'batin mereka semua.
Tbc