Escape From You

Escape From You
Massage



Mo qi qi bangun dengan penuh semangat. Meski matanya masih tertutup, bibir merah cerry-nya mereka indah. Dia tidak sabar menunggu hari ini. Kemarin Mo qi qi memutuskan untuk meminta Yuehen menjadi pelayan pribadinya.


"Aku benar-benar bersemangat. "


"Benarkah? Aku senang mendengarnya. " Suara Yuehen terdengar dari samping ranjang Qi qi. Otomatis mata Qi qi yang terpejam langsung terbuka sempurna.


Di sampingnya, Yuehen berdiri dengan cengiran lebar.


"Apa yang lakukan di kamarku? " tanya Mo qi qi.


"Aku berperan menjadi pelayan pribadimu. Aku adalah pria yang bekerja dengan sangat profesional, " ucap bangga Yuehen.


"Tetapi bukan bearti harus--" Mo qi qi tidak yakin ingin mengatakan penampilan Yuehen pagi ini. Dia yang melihatnya saja merasa malu namun pria ini tidak terlihat malu sama sekali. Kemana aura tiran raja iblis yang dulu berkobar.


"Harus-- jangan katakan jika pelayanmu ini terlihat panas, imut dan membuat hatimu gatal, nona Mo? " jawab Yuehen bangga.


'Panas dari mana? Justru terlihat murahan, ' batin Mo qi qi.


Lihat saja penampilannya, dia hanya memakai celana pendek dan kali ini bergambar gajah yang memiliki belalai yang panjang. Pandangan Qi qi merambat ke atas tubuhnya.


'Dari mana dia mendapatkan fashion ini?'


'Mengapa ia tidak memakai pakaian dan tubuhnya tertulis 'I'm Your Slave'. Ini memalukan. Beruntung kakek Song tidak berada di sini. '


'Tingkah Yuehen yang seperti ini hanya memperpendek umur kakek. '


"Bi-bisakah kau mengganti celana pendekmu itu, jangan yang bergambar Gajah? " tanya Qi qi. Bagaimanapun dia merasa terganggu dengan gambar gajah yang belalainya tegak. Hal itu membuat pikiran Mo qi qi mengarah dan membayangkan hal yang lain.


"Sesuai dengan perintahmu, nona. " Yuehen meninggalkan Mo qi qi yang wajahnya memerah. Bagaimanapun Yuehen adalah pria sehat dan memiliki klavikula yang menggoda. Mau tidak mau mata Mo qi qi akan selalu mendarat di tubuhnya yang berotot.


'Aku mulai menyesal meminta dia jadi pelayanku, ' batin Mo qi qi.


Dia mulai menyeret tubuhnya ke kamar mandi. Mo qi qi butuh air dingin setelah asupan vitamin untuk mata dari Yuehen.


.


.


.


Jreng!


Yuehen muncul dengan wajah tampan yang bersinar. Dia seolah bertransformasi menjadi cassanova yang menyilaukan.


"Sesuai perintahmu nona Mo. Budakmu telah mengganti celana yang mengganggu konsentrasi anda, " ucap Yuehen dengan gaya bicara formal.


"Siapa yang bilang itu mengganggu konsentrasiku. I-itu hanya tidak enak dipandang!" teriak Mo qi qi. Mana mungkin dia mengakui jika celana pendek bergambar belalai gajah itu mengingatkannya pada saat mereka melakukannya.


"Baiklah, baiklah. Budakmu yang setia ini sudah menuruti perintahmu. "


Mo qi qi menghela nafas berat. Memang benar Yuehen mengganti celana pendek bergambar belalai itu.


'Tapi mengapa dia sekarang memakai celana yang ditengahnya ada gambar pisang! ' Mo qi qi menepuk jidadnya.


'Aku yakin Yuehen ingin menyiksaku sampai mati, ' batin Mo qi qi jengkel.


Jika demikian, Mo qi qi bukannya lupa. Sebaliknya ia semakin teringat jika melihat gambar pisang itu.


"Yuehen, mengapa kau berdandan seperti itu? "


Tamu tak diundang, Tianmo--muncul dan langsung menghancurkan suasana hati Yuehen yang senang. Dia memang menyiapkan semua celana dan bahan yang diperlukan untuk menggoda Mo qi qi. Yuehen yakin jika Mo qi qi akan terbiasa dengannya dan akan memberikan cintanya kembali padanya.


"Hehehe Yuehen. Apa aku melewatkan fashion terbaru?" tanya Tianmo.


"Aku hanya berdandan untuk Mo qi qi. Hari ini demi menjadi pelayannya, aku rela memamerkan tubuhku yang panas pada Mo qi qi. Hanya dia yang berhak menikmati pemandangan indah otot tubuhku ini, " ucap Yuehen bangga.


Tianmo terdiam setelah mendengar alasan Yuehen. Dia tau benar jika Yuehen ingin mendapatkan cinta Mo qi qi kembali.


'Aku tidak akan membuat segalanya mudah bagimu, Yuehen, ' batin Tianmo.


'Mengapa kau terlalu percaya diri, Yuehen, ' batin Mo qi qi.


"Tentu saja, " jawab Yuehen. Dia segera menghilang dan muncul dengan handuk kecil, air dan sabun.


"Bisakah kau membantuku? " pinta Yuehen. Matanya yang berbinar penuh permohonan tampak menyilaukan bagi Mo qi qi. Terpaksa Mo qi qi mengiyakan permintaan Yuehen.


Yuehen menyeringai lebar. Dia memang sengaja memamerkan kedekatannya pada Tianmo.


"Aku pamit ke kamar mandi, " ucap Tianmo.


"Silakan," jawab Mo qi qi.


"Pergilah, " ucap Yuehen ketus. Kalau perlu, pergilah yang jauh.


Tiamo menghilang dari pandangan mereka berdua. Kemudian Mo qi qi mulai mengusap punggung Yuehen yang ada tulisan I'm Your Slave.


"Hm, meskipun cuma membersihkan tulisan di punggungku, aku masih bisa merasakan kelembutan tanganmu, Qi er, "  puji Yuehen.


"Berhentilah mengatakan omong kosong, " jawab Mo qi qi. Tanpa dia duga, Tianmo muncul di sebelahnya dan menggantikan Mo qi qi mengusap tulisan itu dengan air dan sabun.


"Aku tidak mengucapkan omong kosong, aku sangat beruntung merasakan bagaimana rasanya dibersihkan olehmu, seperti di manjakan seorang Dewi. "


Mo qi qi hampir saja tertawa terpingkal-pingkal. Namun ia tahan karena ingin mendengar segala rayuan Yuehen. Tianmo hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


'Baiklah, kau perlu diberi pelajaran, Yuehen, ' batin Tianmo. Tianmo kemudian membisikkan sesuatu pada Mo qi qi. Dan Mo qi qi segera mengangguk.


"Apa kau ingin dipijat? " tanya Mo qi qi.


"Suatu kehormatan bagiku bisa merasakan pijatanmu Qi er, " jawab Yuehen.


Tianmo pun memijit Yuehen tanpa ampun. Dia meremas bahu dan mengerahkan keahliannya untuk memijat Yuehen.


"Akh... Yah di situ. "


"Bagaimana pijatannya? " tanya Mo qi qi.


"Sempurna. Tubuhku jadi segar kembali. Ini berkat tanganmu yang lembut, " jawabnya. "Aku jadi ingin mencium tanganmu. "


Tianmo tersenyum senang, kemudian dia melanjutkan pijatannya ke leher Yuehen.


Kretek.


Kretek.


"Wow luar biasa. Leherku yang kaku jadi rileks, kau luar--"


Yuehen terdiam ketika melihat sosok Tianmo yang menggantikan peran Mo qi qi.


"Baru kali ini aku mendapatkan pujian jika tanganku selembut tangan Dewi. Lain kali kau bisa memintaku memijatmu lagi. " Tianmo berkata dan mengabaikan wajah Yuehen yang warnanya bergantian dari merah ke hijau lalu putih.


Sedangkan Mo qi qi, ia hanya bisa menahan tawanya. Dia yakin jika Yuehen sangat malu kali ini.


"Oh, jika demikian aku harus berterimakasih padamu, Sa-ha-bat. " Yuehen sengaja meng-eja sahabat.


"Bukankah dari dulu kau ingin berlatih gulat denganku. Sekarang waktu yang tepat untuk berlatih, " ajak Yuehen.


Melihat Yuehen mengeluarkan aura membunuh, Tianmo mundur sedikit demi sedikit.


"Lain kali saja, hehehe. "


"Tetapi aku ingin sekarang. "


Huaaa.


Tianmo segera berlari menghindari Yuehen. Tetapi Yuehen tidak ingin melepaskan Tianmo. Mereka akhirnya kejar-kejaran di mansion Song.


Sedangkan Mo qi qi, dia menikmati teh sambil membaca majalah fashion. Mo qi qi menganggap jika ada dua pisang ups maksudnya dua ayam yang bertengkar.


Tbc


Nah kan aq up 2 kali. vote ku mana donk